Mengurus Perpanjangan SIM A dan C


Hari Rabu tanggal 05 Oktober 2011 kemarin, suami saya mengurus perpanjangan SIM A dan C. Karena SIM asal beralamat di Surabaya dan KTP sekarang beralamat di Sidoarjo, maka untuk perpanjangannya dilakukan mutasi terlebih dahulu. Mutasi dilakukan di Polres Surabaya bagian SIM di Jl. Colombo.

Pukul 09.00 suami mulai mengurus surat mutasi. Karena belum pernah melakukan mutasi, maka suami mendatangi bagian pendaftaran untuk bertanya prosedur mutasi. Suami menyampaikan maksudnya pada lelaki berseragam yang duduk manis disana. Oleh pria berseragam itu, suami ditunjukkan persyaratannya, “Bapak foto kopi KTP dan SIM sebanyak 2 kali. Lalu bapak ke loket 5,” pria itu menjelaskan sambil tersenyum kepada suami saya.

“Sudah? Itu saja syaratnya?” tanya suami memastikan.

“Iya, Pak.”

Suami melakukan apa yang diperintahkan oleh si Bapak. Setelah menyerahkan foto kopi KTP dan SIM A/C, suami menunggu pembuatan surat mutasi. Tak sampai 15 menit, surat mutasi itu pun sudah jadi. Biayanya? Free. Tak berbayar.

Esoknya (hari ini), suami dan saya pergi ke Polres Sidoarjo untuk mengurus perpanjangan SIM. Di loket pendaftaran kami kembali bertanya pada pria berseragam disana. Olehnya, dijelaskan prosedur sebagai berikut :

  1. Membeli formulir. Pada saat membeli formulir ini, suami hanya mendapatkan map pengajuan perpanjangan SIM. Entah berapa harga masing-masing map (formulir). Tadi kami membayar pada petugas fotokopi sebesar Rp 8.000,- untuk membeli 2 map (formulir), foto kopi KTP dan SIM A/C masing-masing sebanyak 2 kali.
  2. Membayar asuransi kecelakaan. Di Polres Sidoarjo, pembayaran asuransi dilakukan di luar komplek POLRES. Lokasinya berdempetan dengan POLRES dan terletak di Jl. Kartini. Asuransi kecelakaan masing-masing SIM dikenai biaya Rp 30.000,-. Karena suami megurus 2 SIM sekaligus, maka suami membayar Rp 60.000,-. Asuransi kecelakaan sebenarnya tidak wajib, tapi diharapkan dengan sangat untuk mau ikut asuransi.
  3. Tes kesehatan. Pada saat dilakukan tes, dokter akan mengukur tensi darah, tinggi badan, berat badan, visus (melihat huruf pada jarak tertentu) dan buta warna. Pada tes ini, suami tidak dikenai biaya, karena pada KTP suami tertera gelar kesarjanaannya, DRG. Dokter pemeriksa tidak meminta bayaran karena kolega. Untuk umum, akan dikenai biaya Rp 20.000,-.
  4. Foto kopi hasil tes kesehatan. Ini dilakukan karena suami mengurus 2 SIM sekaligus. Jika hanya 1 SIM, tak perlu foto kopi.
  5. Melakukan pengisian formulir yang diberikan oleh petugas di loket pendaftaran.
  6. Menyerahkan formulir pendaftaran ke petugas untuk dikoreksi.
  7. Diberi kuitansi pembayaran kosong.
  8. Mengisi kuitansi pembayaran SIM.
  9. Ke Bank BRI KCP POLRES Sidoarjo dengan membawa semua persyaratan. Untuk perpanjangan SIM C dikenai biaya Rp 75.000,- sedangkan perpanjangan SIM A dikenai biaya Rp 80.000,-. Disinilah pembayaran dilakukan. Jadi, untuk 2 SIM, kami membayar Rp 155.000,-.
  10. Kembali ke bagian pendaftaran untuk entry data.
  11. Masuk ke ruang foto. Sebagaimana biasa, pemohon diminta untuk menempelkan sidik jari jempol kanannya pada layar yang disediakan dan melakukan tanda tangan. Di rungan ini, SIM lama akan diminta.
  12. Menunggu SIM. Tak sampai 5 menit menunggu, nama suami dipanggil untuk mendapatkan SIM barunya.

Total jendral biaya yang dikeluarkan untuk megurus perpanjangan 2 SIM sekaligus adalah Rp 225.000,- (Rp 8.000,- untuk map dan foto kopi, Rp 60.000,- untuk asuransi, Rp 155.000,- untuk perpanjangan SIM, Rp 2.000 untuk parkir mobil di luar POLRES). Kalau untuk umum, pasti ketambahan biaya pemeriksaan dokter Rp 20.000,-.

Sekali lagi, saya salut untuk Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) hari ini. Mulai dari pengurusan mutasi hingga perpanjangan SIM tidak ada pungutan yang mencengangkan. Masih dalam tahap normal, meski saya masih mendapati sedikit kejanggalan. Tapi apapun kejanggalan itu, yang pasti, dengan sistem yang lebih ringkas dan computerize seperti sekarang ini, banyak calo SIM yang sudah tidak bisa lagi beroperasi.

Beberapa kali saya dan suami merasa salut kepada Kepolisian Sidoarjo. Saat mengurus surat kehilangan setahun yang lalu, saya sama sekali tidak dipersulit dan tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Juga saat saya mengurus penggantian SIM A dan C yang ikut raib, di SIM Corner di Suncity Mall Sidoarjo. Semua biaya yang harus kami keluarkan jelas. Pun saat kami mengurus surat jalan untuk pindahan dari Sidoarjo ke Semarang, karena kami takut sopir truk pengangkut barang-barang kami akan ditilang di tengah jalan jika tidak membawa surat jalan.

Maju terus Kepolisian Republik Indonesia. Semoga semakin menjadi jauh lebih baik lagi.

 

***

Sidoarjo, 06 Oktober 2011

17:57

Berdamai dengan mimpi

About these ads

7 thoughts on “Mengurus Perpanjangan SIM A dan C

  1. wah artikel ini sangat bermanfaat! kebetulan saya juga mau mengurus mutasi untuk perpanjangan SIM A/C dari Surabaya ke Sidoarjo. tadinya saya berpikir harus bikin SIM baru di Sidoarjo dg prosedur kembali ikut tes mengemudi dsb. ternyata tidak demikian ya. terima kasih! ijin share ya :)

  2. Wah… Beda pengalamannya dg saya bu,
    SIM A dan SIM C saya Surabaya, saat pindah ke Sidoarjo dan mau memperpanjang SIM di Sidoarjo, saya binggung prosedurnya, trus saat nanya-nanya ke orang yg ada di koperasinya…. eh malah ditawari buat lagi aja SIM A dan C Sidoarjo, biayanya Rp.300.000, Kalo dah selesai dia minta fee Rp.50.000, saya langsung OK aja, …eh.. bener, saya diajak periksa kesehatan, trus nunggu sebentar, belum habis semangkok bakso Dua SIM A dan SIM C sudah jadi…. Gak perlu ngurus ke Surabaya.
    Nggak tau itu Calo apa agen jasa resmi.
    Kalo melihat pengalaman anda dg biaya segitu dg tingkat kerepotannya, ternyata diurusin “Biro Jasa” Lebih praktis dan biayanya Gak beda jauh.

    • Wah… Ternyata masih ada calo-nya to… Kirain dah gak ada.
      Saya pribadi punya prinsip, kalau bisa dikerjakan sendiri, untuk apa meminta bantuan orang lain. Toh, kami juga memang menyediakan waktu untuk memperpanjang SIM itu. Pun dengan berlaku sesuai prosedur saya ingin negara ini menjadi negara yang bermental juara.
      Sebab bagaimanapun, penawaran ada jika ada permintaan.

      Terima kasih telah mampir kemari…

  3. Ping-balik: Menemui Mereka Lagi « Rumah Jingga diantara Hujan

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s