Katakan Pada Dunia


Mengapa Kartini ampak lebih ngetop daripada Dewi Sartika sesame perempuan pahlawan nasional Indonesia yang sama memperjuangkan hak-hak perempuan di kurun waktu yang sama pula? Bahkan sekalipun Dewi Sartika memiliki sekolah untuk kaum perempuan yang dibangunnya di halaman rumahnya sendiri? Salah satu jawabnya adalah karena Kartini menulis surat pada Nyonya Abendanon, juga Stella, rekan-rekan korespondensinya yang asal Belanda. Dan karena Belanda adalah negeri ‘maju’ dan ‘terbuka’ maka eksistensi Kartini pun lebih Nampak dan diakui bahkan di mata dunia.

Surat Kartini adalah bukti otentik eksistensi diri dan pikiran-pikirannya yang dapat diketahui, dipahami, dan dinikmati orang lain. Dan bicara soal hubungan antara pribadi dan masyarakat, atau antara lembaga dan organisasi dengan masyarakat luas yang perlu dijembatani dengan upaya-upaya kehumasan alias public relations, Kartini boleh dikatakan telah membangun jembatan public relations-nya sendiri, berupa surat-suratnya itu.

Dalam skala sederhana, hubungan dua orang misalnya, kesepahaman bias didapat lewat jalur komunikasi interpersonal, ngobrol langsung, telepon, chatting, atau SMS. Namun untuk kasus lebih rumit dan luas, jelas dibutuhkan media penyalur, apa pun bentuknya (cetak, elektronik, digital) yang penting bisa menjangkau pihak-pihak yang dituju untuk mengenali, mengerti, syukur-syukur sependapat dengan diri kita.

Kebesaran peradaban Islam terbukti dengan tersimpannya buku-buku atau pun gambar hasil karya ulama ilmuwan masa lampau. Padahal itu sebagian kecil yang tersisa dari sebagian besar yang habis terbakar, tercabik, terbuang, atau tercuri selama masa penghancuran negeri-negeri Muslim oleh serbuan penjajah, seperti serangan Bangsa Mongol, Inggris, Perancis, atau Jerman.

Pewarisan system nilai, buah pikiran bahkan peraturan dan tata cara tingkah laku hanya secara lisan dan tindakan hampir dapat dipastikan tak cukup kuat menjangkau tujuan dakwah; menebarkan seluas-luasnya kebaikan sebagai rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi semesta alam.

Era menulis dengan media buku, Koran, tabloid, dan majalah, lantas menyuarakan di media elektronik–TV dan radio, serta menebarkannya ke jagad dunia via internet sudah menjadi sebuah keniscayaan untuk menunjang semangat saling mengenal, memahami, menunjukkan eksistensi diri dan tentu saja menyampaikan kebenaran.
Ulama ilmuwan masa lampau pun sudah member contoh kepada kita, dengan produktifnya mereka meninggalkan jejak prasasti berupa karya-karya tertulis. Namun tugas kita sekaranglah untuk menjaga dan menyebarluaskannya lewat media cetak, elektronik, dan digital.

Bila anak cucu kita ternyata lebih akrab dengan Einstein, Aristoteles, dan Copernicus, dari Al Kindi, Al Jazari, Ibnu Rusyd, dan Ibnu Batuthah, bisa jadi itu disebabkan salah kita juga yang tidak bersungguh-sungguh menjaga dan menyebarluaskan warisan ulama ilmuwan masa lalu yang sudah bersusah payah menelurkan ratusan buku buah karya mereka.

Bila kita terkejut-kejut mengetahui adanya komunitas Muslim Bosnia yang terletak di jantung Eropa baru pada tahun 1992 sesudah media massa (Barat) meliput genocide umat Islam yang terjadi disana, jangan salahkan siapa-siapa kecuali diri kita sendiri yang terlalu malas meneruskan tradisi keilmuwan para sahabat, tabi’in, serta ulama imuwan masa lalu.

Mereka berdzikir, berfikir, menulis, dan menebarkan tentang dirinya, pemikirannya, imajinasinya, hasil penelitiannya, bahkan catatn perjalanan serta catatan kehidupan masyarakatnya dalam berbagai bentuk karya sebagai upaya penunjukkan eksistensi diri, upaya pewarisan sekaligus penebaran manfaat rahmatan lil ‘alamin.
Tak kenal maka tak sayang, kata pepatah. Dalam urusan pendapat, tak tahu maka tak menegrti. Dan bagaimana dunia akan mengenal kitakalau kita tak membuka diri menunjukkan eksistensi dan menujukkan pengertian siapa kita dan apa yang kita bawa?

Maka, mari kita teruskan tradisi ulama ilmuwan kita dengan upaya gigih menyampaikan pada dunia, inilah kami, kaum Muslimin dengan identitas Muslim dan karya-karya kami yang terbuka lebar dan kami persembahkan sebagai amal manfaat kami pada dunia.

Zirlyfera Jamil

Diambil dari Majalah Ummi edisi special Agustus – Oktober 2009/1430 H

One thought on “Katakan Pada Dunia

  1. Berbaju Kartini 21 April 2010 pukul 9:15 AM Reply

    […] courtesy : here 21 april, kartini, […]

    Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: