Bahasa Yang Salah Kaprah


Saya memang tidak pandai dalam mengolah kata. Saya pun tidak pandai dalam membuat kalimat yang indah dengan menyatukan beberapa unsur bahasa. Tapi telinga saya agak risih juga, bila membaca atau mendengarkan seseorang melafalkan kalimat atau membuat kalimat yang tidak benar.

Misalnya, seperti ini. “Silahkan yang sudah hafal surat Al-Zalzalah maju ke depan!”

Kalimat ini jelas salah. Sebab maju itu pasti ke depan. Kalua mundur pastilah ke belakang.

Kalimat-kalimat ini terus terang akan “menyesatkan” murid-murid. Murid-murid akan terdogma bahwa kata yang harus mengikuti kata maju adalah ke depan. Seperti halnya diri kita yang sering melakukannya, entah sadar atau tidak sadar.

Atau bisa juga seperti ini, “Wanita mampu merubah dunia.” (Saya menemuinya pada leaflet sebuah wadah makanan yang ramah lingkungan, saya lupa kalimatnya dengan tepat)

Kalimat diatas jelas sangat salah. Sebab tidak ada kata dasar RUBAH, untuk sebuah kata kerja. Yang ada adalah kata dasar UBAH yang mendapat awalan ME-, sehingga kata itu berubah menjadi MENGUBAH, bukan MERUBAH.

Berkali-kali saya menyampaikan ini kepada beberapa rekan saya, untuk menggunakan kalimat yang baik saat berkomunikasi dengan siswa. Supaya, mereka terbiasa mendengarkan kalimat-kalimat yang baik dan benar dari guru-guru mereka.

Beberapa bulan yang lalu saya tertawa (cukup keras) saat saya berbelanja di sebuah swalayan besar di kota saya. Waktu itu bagian informasi menyampaikan bahwa pengunjung tidak dapat bertransaksi dengan kartu kredit A, melalui pengeras suara, karena jaringan sedang ada trouble. Si informan menyampaikan maaf kepada pengunjungnya, dan coba kita simak kalimat yang dia gunakan.

“Mohon maaf atas ketroublean ini.”

Wa… Saya tertawa terkekek spontan mendengarnya. Kalau mau menggunakan bahasa Inggris, ya pakailah bahasa Inggris yang baik dan benar. Kalau ingin menggunakan bahasa Indonesia, ya gunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar pula. Bukan campuran yang malah salah kaprah seperti itu.

Bukankah dia bisa menggunakan kalimat seperti ini, “Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.”

Kalimat diatas lebih manusiawi, bukan?

Maksud saya disini, penggunaan bahasa ini, terutama bagi guru-guru, perlu perhatian khusus. Sebab kita juga ‘kan yang malu bila anak tersebut adalah anak “hasil didikan” kita???

Saya yakin, Anda semua setuju bila peristiwa memalukan ini jangan sampai terjadi pada Anda, dan murid-murid Anda.

***

Sidoarjo

Tagged: , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan β„’

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilΓ©t/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: