Hewan Bertulang Belakang dan Gaya Dorong


Ini adalah pengalaman yang saya alami kemarin, Hari Sabtu 27 November 2010, sesaat sebelum saya  berangkat bekerja.

“Ummi, Ummi tau Sponge Bob kan?” Tanya anak saya Fauzan dengan logat cadelnya.

“Iya, ada apa?” Jawab saya berdiri, sambil merapikan jilbab.

“Ummi, Sponge Bob dan Patrick itu, termasuk hewan bertulang belakang, tidak?” Tanyanya kemudian.

Saya terbelalak. Sejurus kemudian, saya berlutut untuk memastikan pertanyaan itu keluar dari mulut kecilnya. Anakku, Fauzan Azhima Abdurrahman, saat ini berusia 3 tahun 8 bulan, sudah bertanya tentang HEWAN BERTULANG BELAKANG.

“Maaf, Nak. Apa kata Fauzan tadi??”

“Itu lho, Mi. Sponge Bob dan Patrick itu termasuk hewan bertulang belakang, tidak?”

“Mmmmm…. Menurut Fauzan bagaimana?” Saya tidak langsung menjawab. Saya takut, dia belum tahu apa artinya BERTULANG BELAKANG.

“Mmm…. Menurut Fauzan, Sponge Bob dan Patrick tidak bertulang belakang.” Jawabnya masih dengan suara cadelnya (ya iyalah cadel, lidahnya belum terlalu fasih  berbicara, tidak seperti anak seusianya).

“Kenapa Fauzan berpendapat demikian?” Tanya saya untuk sekali lagi memastikan apa yang telah dia ketahui.

“Ya, Sponge Bob dan Patrick tidak punya ini.” Katanya sambil memegang tulang punggungnya.

“Ya, Fauzan benar. HEBAT. Memang Sponge Bob dan Patrick tidak punya tulang belakang. Menurut Fauzan, ada lagi hewan yang tidak bertulang belakang??” Tanya saya untuk menggali lebih dalam lagi. Saya melupakan jam yang telah menunjukkan pukul 7 lebih. Saya lebih tertarik dengan pertanyaan dan penjelasannya.

Dia berpikir agak lama, namun akhirnya “Mmmm… Ubur-ubur dan gurita tidak punya tulang belakang.” Jawabnya singkat. Saya menangkap dia mulai bosan membahas tentang hewan bertulang belakang ini. Matanya sudah kemana-mana, tidak fokus menatapku. Itulah anak-anak mudah sekali bosan dengan apa yang sedang hangat dibicarakan. Berbeda dengan orang dewasa.

Tapi tak mengapa, dia kan masih berproses untuk bisa lebih lama fokus terhadap sesuatu.

“Baik, kemudian apa yang Fauzan tanyakan lagi.” Tanya saya kemudian.

Dia mengambil pelontar mainan miliknya, bentuknya mirip ketapel dengan karet diujungnya. Dia bertanya, atau lebih tepat kalau dikatakan “ngetes” saya, Umminya. “Ummi tau ini apa?”

“Ini ketapel bukan, ya?” Saya menjawab sekaligus bertanya –sambil berkerling memainkan alis saya– untuk memastikan apakah dia setuju dengan pendapat saya.

“Ya, Ummi benar. Ummi hebat. Ini ketapel.” Jawabnya.

“Horeeeeee.” Saya bersorak seperti saya memperoleh mainan baru. Kemudian saya diam menunggu apa yang akan terjadi. Saya tahu, dia akan memberikan sebuah keterangan lebih lanjut atas benda tersebut. Saya melihat bibirnya mulai monyong-monyong, sepertinya otaknya sedang berfikir mencari kata yang tepat untuk menjelaskan tentang benda yang disebutnya ketapel itu.

“Ummi, kalau ada kertas ditaruh disini (ditengah karet), terus ininya (karetnya) ditarik ke belakang, maka kertasnya akan terlempar sangat jauh sekali. Ini karena ketapel punya gaya dorong. Ini (karet) mendorong kertas sampai dia terbang jauh.” Dia menjelaskan sambil memperagakan mainannya tersebut. “Seperti ini, Mi.” Lanjutnya.

Dia mengambil bola seukuran bola pingpong yang letaknya tak jauh dari tempat kami berdiskusi, lalu memperagakan gaya dorong yang dihasilkan oleh pelontar mainan tersebut, meskipun hasilnya tidak memuaskan, karena bola tidak terlalu jauh terlempar dari tempat kami. Tapi tidak mengapa, sebab dia berusaha mendemonstrasikan informasi yang telah diterimanya.

“Mmmm… Bagus. Hebat. Selain ketapel, apalagi contoh gaya dorong?” Tanyaku dengan maksud iseng. Kalau dia tidak tahu, saya akan menjelaskannya.

“Seperti kuda yang menarik delman, seperti loko yang menarik kereta api.” Jawabnya cepat. Subhanallah.

Saya diam sejenak mencerna kalimatnya. Kalau kuda yang menarik delman itu gaya tarik, sama seperti loko yang menarik gerbong, pikir saya. Tapi, bukankah gaya yang diberikan pada benda dengan cara ditarik dan didorong sama besar jika letaknya sejajar sumbu X? Lalu, aku menjawab, “Ya, Fauzan benar. Tapi ada bedanya. Kalau kuda menarik delman, loko menarik gerbong, sedangkan ketapel mendorong kertas.”

Dia terlihat bingung dengan penjelasan saya. Dia mulai sedikit ngaco bicaranya. Dan saya tahu, itu berarti dia belum bisa mencerna apa yang saya sampaikan. Saya kemudian mengalihkan perhatiannya. Saya meminta izin padanya untuk menyegerakan “berdandan” karena sudah pukul 7 lebih. Alhamdulillah, dia mengizinkan saya.

Penjelasan tentang Gaya ini menjadi PR buat saya untuk dapat menjelaskan kepadanya informasi yang sebenarnya. Dan saya harus menemukan sesuatu yang konkrit, yang nyata, yang langsung bersentuhan dengan kehidupan sehari-harinya tentang gaya ini. Saya tidak akan memaksa dia untuk menerima penjelasan saya. Suatu hari nanti dia akan mengerti, bukan dari mereka, bukan dari dia, tapi dari saya. Umminya. (^_^)

I AM PROUD TO BE MOM

I AM PROUD TO BE TEACHER

 

***

Sidoarjo, 28 November 2010

Tagged: , , , , , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: