Membuat Sesuatu yang Biasa Menjadi Luar Biasa dengan Kata RAHASIA


Kemarin saya menemui salah seorang murid saya menangis di tempat berwudhu. Ketika saya tanya mengapa dia menangis, tidak ada jawaban yang keluar dari mulutnya. Hanya tangisan yang keluar dari mulutnya, dan semakin mengeras suaranya. Kulihat dia memegangi jempol tangan kanannya yang berdarah. Saya tidak mau menebak apakah yang terjadi padanya. Saya juga tidak mau menanyakan itu pada yang lain. Saya ingin sebuah jawaban keluar jawaban dari mulutnya. Ini adalah sebuah trik untuk menghentikan tangisannya dan mengalihkan sedikit fokusnya pada rasa sakit itu, dengan memberi jawaban atas pertanyaan yang saya ajukan. Tetap tidak ada suaranya.

Saya bertanya padanya sekali lagi, “Baik, kalau mbak Bila tidak mau menjawab Ustadzah tidak akan bisa menolong mbak Bila.” Saya menunggunya beberapa saat, tangisnya semakin keras karena merasa saya cuekin, beberapa guru lain mendekati dan bertanya ada apa. Saya hanya memberi kode, ujung jempol dan ujung telunjuk saya menyatu membentuk huruf nol, sambil berbisik pada mereka, “Everything is gonna be OK.”

Tak lama setelah rombongan guru menyelesaikan wudhunya, Bila mulai melirik saya sambil memelankan suara tangisnya. “Ya, ada yang mau mbak Bila sampaikan?” tanya saya.

“Jempolku sakit…” katanya sambil menangis.

“Sini, Ustadzah lihat!” dia mendekati tempat saya berdiri, “O… Kenapa sampai berdarah?” Saya berusaha membuat muka saya sedatar mungkin. Agar dia tetap merasa tenang dan tidak cengeng.

“Kena kran” katanya masih sambil menangis, sekarang ditambah sesenggukan karena dia berusaha menahan tangisnya. Percakapan kami berhenti. Beberapa Kakak kelasnya masuk ke dalam tempat wudhu dan bertanya ada apa dengan adik kelasnya. Dan Bila kembali menangis sekerasnya. Saya menyampaikan pada kakak kelasnya agar tidak usah menanyakan apa yang terjadi. Saya memberi kode juga pada mereka sambil mengatakan, “Silahkan mengambil wudhu, jika sudah selesai silahkan kembali ke kelas.” Dengan suara tegas, dan berusaha mendatarkan semua wajah saya. Wajah datar ini memberikan isyarat bahwa ini sedang tidak terjadi apa-apa.

Setelah rombongan wudhu itu selesai, baru saya tanya Bila. “Baik, mbak Bila sekarang ikut Ustadzah ke ruang guru saja. Ustadzah beri obat lalu Ustadzah beri plester.” Dia menggeleng tanda tidak mau sambil terus menangis. “Kalau begitu, apa mau mbak Bila?” tanyaku.

Dia kembali tidak menjawab. Saya diam saja sampai beberapa menit. Akhirnya saya angkat bicara lagi, “Lalu apa solusi yang mbak Bila tawarkan? Tadi sudah Ustadzah beri solusi, tapi mbak Bila menolak.” Dia kembali menangis. “Mbak Bila, jempol mbak Bila harus ada solusinya. Menurut mbak Bila, jempol mbak Bila harus diapakan?” tanyaku.

Dia menjawab, “Diplester.”

“Ya, diplester. Lalu bagaimana caranya agar Ustadzah dapat plester disini?” saya berusaha mengalihkan focus kesakitannya dengan cara bertanya hal-hal yang membuat dia berpikir.

“Ustadzah ambil di UKS.”

“Baik, kalau sudah Ustadzah ambil, apakah mbak Bila mau berhenti menangis?” Dia menjawab dengan anggukan. “Janji?” tanya saya untuk memastikan apa yang disampaikannya benar. Dia kembali mengangguk. Saya kenakan kembali kaos kaki yang tadi sudah saya lepas ketika akan masuk ke tempat wudhu agar tidak basah. Saya ke ruang UKS mengambil sedikit kasa, betadine, dan selembar plester. Di ruang guru semua bertanya, ada apa. Saya bilang, “Biasa, anak-anak.”

Saya kembali ke tempat wudhu. Saya segera ‘menyelesaikan’ luka pada jempolnya. “Nah, sudah selesai. Sekarang mbak Bila wudhu.” Dia kembali menangis keras. Wah, salah saya tadi. Saya tidak melakukan perjanjian wudhu sebelumnya. Gimana caranya supaya dia mau berwudhu dan kembali ke kelas dan melakukan sholat. Saya ingat, ceritakan sebuah rahasia padanya, kata seorang trainer pada suatu kali pada kami. Sebenarnya, rahasia itu bukan benar-benar sebuah rahasia. Melainkan hanya seuah cerita biasa yang dikemas dalam bentuk ‘rahasia’ dengan mengatakan pada orang yang kita beri cerita dengan kata-kata, “Jangan sampai ada yang tahu. Ini rahasia kita berdua.” Dan kata-kata ini hendaknya diulang-ulang sampai akhir cerita. Akhirnya, meluncurlah sebuah cerita dalam masa kecil saya ketika masih di SD dulu kepadanya. Dan dengan imbuhan kalimat diatas yang saya ulang berkali-kali.

Di tengah cerita, dia berhenti menangis sama sekali. Bla… Bla… Bla… Akhirnya saya berhasil membujuknya untuk berwudhu dan melakukan sholat. Dan saya mengantarkannya ke kelasnya. Sebenarnya, tadi dia sudah ditangani oleh Wali Kelasnya, tapi karena Walas akan mengajar lagi, dan harus menggunakan waktu istirahat siang yang hanya 1 jam untuk makan, sholat Dzuhur, dan membimbing teman-teman kelas Bila lainnya untuk melakukan sholat Dzuhur berjama’ah. Walas sudah “judek” juga menanganinya, karena mungkin belum ada ide untuk menanganinya. Jadi, ia sedikit “terlantar” di tempat wudhu.

Sahabat, saya sering menceritakan sebuah RAHASIA kecil saya pada teman-teman kecil saya. Pada anak-anak di sekolah saya. Tentu saja, sebuah RAHASIA kecil yang sebenarnya rahasia itu adalah sebuah episode sederhana dari kisah masa lalu saya, masa kecil saya. Dan tentu saja, sebuah kisah yang boleh jadi memalukan tapi harus dikemas sesuai dengan peristiwa yang terjadi, untuk diambil hikmahnya bersama-sama. Bukan sebuah kisah bohong. Bukan pula sebuah kisah yang mengada-ada. Islam mengajarkan kita untuk mengambil hikmah atas setiap fase kehidupan kita. Kita tinggal mencari padanan yang tepat untuk situasi hari itu, situasi yang ingin kita ceritakan pada anak-anak kita.

Dan ternyata, RAHASIA kecil saya cukup efektif. Saya berhasil mendamaikan siswa saya yang bertengkar hebat. Saya berhasil membuat siswa saya yang “ingin terjun dari lantai 2 sekolah kami”, untuk mengurungkan niatnya dan dapat kembali ceria seperti biasanya. Saya berhasil menenangkan keadaan siswa yang sudah sangat hiruk pikuk tidak karuan.

Sahabat, cara ini cukup ampuh disampaikan untuk anak berusia 3 sampai mungkin 8 atau 9 tahun. Tapi, jangan sering mengobral JANJI RAHASIA pada mereka. Ini cukup dilakukan sekali, dua kali saja. Sahabat bisa menceritakan kisah hikmah lain, tanpa bumbu RAHASIA.

***

Sidoarjo

Lupa kapan menuliskannya.

Tagged: , , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: