Namanya Ismail Habibie


Kali ini saya tertarik menuliskan tentang murid saya yang satu ini.

Lahir di Sidoarjo, 08 Juni 2004. Seorang laki-laki yang berkulit putih bersih. Bentuk mukanya lonjong. Untuk ukuran anak SD kelas 1, tinggi tubuhnya bisa dikatakan diatas rata-rata.

Kemampuannya dalam menyerap berbagai macam pelajaran cukup tinggi. Sikapnya sangat sopan. Dia pun sudah mampu mengikuti norma – norma yang telah disepakati bersama di dalam kelas. Pakaiannya selalu necis, rapi. Memakai ikat pinggang, dan rambutnya selalu cepak.

Tulisannya sangat rapi, berjajar seperti kita menulis dengan sebuah alat. Pensilnya pun selalu runcing.

Dibalik perfeksionisnya, anakku yang shalih ini, sangat usil dengan temannya. Apalagi saat temannya berteriak minta ampun atau minta tolong kepada kami, para guru. Dia pasti akan mengulangi perbuatannya dengan senang hati.

Simpel siy. Seperti menyembunyikan kaos kaki teman, menyembunyikan pensil teman, memegang telinganya, atau apapun yang bisa membuatnya “hepi”.

Sebenarnya cukup banyak minusnya, tapi saya tidak akan menuliskannya disini, sebab saya sedang tidak membahas kekurangannya.

Namun kecerian dan kecerdasannya itu akan meredup saat kondisi badannya menurun. Seperti hari ini. Dari pagi, dia sudah gelisah. Wajahnya yang putih seperti tidak ada darahnya karena pucat pasi. Ketika saya tanya dia hanya menjawab, “Tidak apa-apa, Ustadzah.”

Pernah suatu ketika tiba-tiba dia mimisan cukup banyak di sekolah. Sehingga saya khawatir dengan keadaannya. Ketika saya tanya, apakah dia sering mimisan, dia bilang tidak pernah. Padahal sore harinya, ketika ibundanya menelepon saya, bundanya berkata bahwa dia sering mimisan di rumah. Ya Allah… Anak sekecil itu ingin menyampaikan bahwa SAYA tidak PERLU DIKASIHANI. TIDAK ADA APA-APA DENGAN SAYA. Everything is gonna be okay.

Saya tidak memaknai “ketidakjujurannya” sebagai sebuah ketidakjujuran murni. Untuk hal yang satu ini memang dia tidak jujur pada saya. Tapi untuk banyak hal, dia sangat jujur dan bisa menerima konsekuensi apabila kejujuran itu membuatnya harus menerima “imbalan”.

Saya mendapat informasi dari orang tuanya bahwa dia memang tidak boleh terlalu lelah. Sebab oleh Allah, dia diberi sebuah keistimewaan. Dia menderita suatu penyakit. Saya juga tidak terlalu paham apa sakitnya. Sebetulnya oleh Profesor yang merawat dia sejak kecil, dia tidak boleh sekolah FULL DAY SCHOOL. Alasan orang tuanya tetap menyekolahkan anaknya di sekolah kami adalah karena orang tuanya ingin anaknya menjadi anak yang sholih. Seperti Visi sekolah kami. Kedua, ketika energi anaknya habis di sekolah, diharapkan dia tidak punya banyak energi untuk bermain di rumah. Sehingga di rumah bisa lebih mudah dikendalikan. Ketiga, karena mereka sreg dengan sistem pendidikan dan pembelajaran di sekolah kami.

Yang bisa saya lakukan untuk membuat ini menjadi mudah adalah dengan menjadi sedikit lebih memberi perhatian. Maksudnya, saya akan segera bertanya padanya ketika dia mulai gelisah.

Malam kemarin Ibundanya kembali menelepon saya, karena Jum’at pagi Ananda tiba-tiba muntah di kelas, dan saya lupa menuliskannya di buku penghubung, sehingga saya beritahukan lewat SMS. Bundanya langsung meminta maaf dan merasa bersalah karena menganggap perhatian saya terlalu berlebihan padanya. Padahal sebenarnya tidak demikian. Pada semua siswa di kelas saya, saya usahakan untuk memberikan perhatian yang sama. Tapi khusus pada dia memang saya sering curi-curi pandang.

Semoga Ananda Abi bisa menjadi anak yang sholih, yang cerdas, yang kreatif, dan juga mandiri. Do’a saya buat Ananda…

***

Sidoarjo, sekitar bulan Oktober 2010

Tagged: , , , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan β„’

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilΓ©t/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: