Semester Pertama “Bersekolah”


Tanggal 24 Desember 2010, saya menerima Buku Laporan Penilaian Perkembangan Siswa anak saya Fauzan. Di halaman pertama ada tulisan,

Jika anak Adam meninggal dunia terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara :

1. Shodaqoh Jariyah

2. Ilmu yang bermanfaat

3. Anak yang sholeh yang selalu mendo’akan kedua orang tuanya

Halaman kedua berisi pesan Ananda untuk Ayah dan Ibu. Begini isinya :

“Bismillahirrohmaanirrohiim

Kepada

Ayah dan Ibu yang selalu kucintai

Di rumah

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ayah Ibu, Alhamdulillah atas karunia-Nya aku masih bisa menuntut ilmu sampai detik ini. Semoga Allah selalu memberikan kesempatan ini kepadaku sampai akhir kehidupan nanti. Do’akan aku ya Ayah. Do’akan aku ya Ibu, semoga aku bukan termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan Allah kepadaku.

Ayah Ibu, kata Ustadzah buku ini adalah Laporan Penilaian Perkembanganku selama belajar di KB IT Insan Kamil yang dibagi setiap semester satu kali. Jadi Ayah dan Ibu bisa mengetahui perkembanganku melalui buku ini. Di buku ini ada nilainya, ada yang baik, ada yang kurang baik dan itu artinya aku harus terus belajar.

Ayah Ibu, jangan kaget ya, jangan marah, jangan kecewa, dan juga jangan sedih. Aku memang masih seperti ini dan aku masih selalu membutuhkan bimbingan, bantuan, tauladan terutama dari Ayah, Ibu, dan juga dari Ustadzah.

Kata Ustadzah hasil laporan ini bukan yang terakhir tetapi masih banyak yang bisa aku kerjakan, aku kembangkan, dan aku selesaikan untuk menjadikan diriku lebih baik lagi.

Ayah Ibu, ketika nilai dalam laporan ini baik dan memuaskan, Ananda berharap Ayah dan Ibu jangan terlalu bahagia, jangan terlalu senang, bangga, uas, dan sebagainya, karena kata Rasulullah SAW kita tidak boleh berlebihan dalam segala sesuatu. Sebaliknya, jika ternyata nilai Ananda kurang dan belum memuaskan, Ananda berharap Ayah dan Ibu tidak terlalu bersedih, tidak juga berputus asa, karena aku masih akan terus berusaha untuk menjadi yang lebih baik lagi tentunya dengan bimbingan dan bantuan dari Ayah Ibu.

Ayah Ibu, akhirnya hanya keada Allah sajalah kita berserah diri, semoga Allah SWT selalu memberikan hidayah, pertolongan, dan kasih sayangNya kepada kita semua. Ayah Ibu rengkuhlah aku dalam do’a malammu, semoga Dia membimbing langkahku. Dengan ketulusan hati yang dalam maafkanlah anakmu ini.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang selalu mengharap bimbinganmu

Ananda”

Membaca 2 halaman tersebut, mata saya berkaca-kaca. Subhanallah. Para Ustadzah di KB dan TK IT Insan Kamil sungguh manusia luar biasa. Manusia setengah dewa (kata Iwan Fals). Malaikat yang diturunkan oleh Allah ke dunia. Kata-katanya sangat menggubah hati saya. Sejauh mana bimbingan yang sudah saya berikan untuk anak saya, Fauzan Azhima Abdurrahman. Sejauh mana kesabaran saya “membaca” Laporan Perkembangan anak saya, beserta hasil coretan tangan mungilnya di kertas-kertas yang dikumpulkan oleh Ustadzah Tyas dan Ima.

Apalagi ketika mendapat laporan dari Ustadzah Ima bahwa anak saya “ringan tangan” terhadap temannya. Masya Allah. Ini agak berbeda dengan di rumah. Sebab di rumah, dia malah cenderung menghindar. Bukan “ringan tangan”.

Disamping itu juga dia agak sedikit “bermasalah” dengan sosial, keseimbangan, dan motorik kasarnya. Dia masih belum bisa berbagi, belum bisa bersabar mengantri, belum bisa menyayangi dan berempati terhadap teman, belum mampu membersihkan makanannya sendiri, belum mampu memahami bentuk syukur kepada Allah, belum mampu mengungkapkan asal mula terjadinya sesuatu, belum memahami konsep perabaan, tidak tahu rasa asam, kurang dalam bermain plastisin, belum mampu menjiplak, menggambar bebas, belum mampu memainkan bola dengan teknik menendang, melempar, dan menangkap bola dari jarak 1 – 2 meter.

Itulah anak saya. Fauzan Azhima Abdurrahman, 3 tahun 9 bulan. Saya berjanji akan membimbing anak saya, terutama mengoptimalkan hal-hal yang kurang diatas. Sebenarnya, ada beberapa hal yang sudah “terbaca” kekuranganya oleh saya di rumah. Dan memang yang “terbaca” ini sudah saya latih dimanapun kami berada. Mungkin usaha saya belum optimal. Saya tidak punya parameter untuk mengevaluasi “kekurangannya”.

Motorik kasarnya harus terus dilatih. Juga kesabaran dan kebiasaannya untuk berbagi. Mungkin karena empatinya kurang, dia jadi tidak terbiasa berbagi. Maklum, dia juga belum punya adik. Sedangkan tetangga kiri kanan, usianya lebih tua dibandingkan anak saya. Dengan anak yang lebih tua, dia malah suka berbagi. Tapi dengan anak seusianya atau yang lebih muda, dia tidak pernah mau berbagi apalagi mengalah.

Semoga Semester depan saya bisa lebih sabar dalam membimbingnya, membuat target-target khusus untuk kemampuannya. Sehingga Fauzan bisa lebih baik lagi.

***

Sidoarjo, 31 Desember 2010

(Muhasabah akhir tahun, sekaligus membuat Resolusi untuk 2011)

04.05 WIB

Tagged: , , , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: