Ada Cinta pada Sepotong Roti


Saat istirahat tiba. Dengan bibir meringis menahan sakit perut yang melilit, karena sakit maag yang kambuh setelah 3 tahun, saya ndelosor di lantai kelas. Meski sakit perut,saya tidak akan memilih beristirahat di ruang guru. Sebab saya akan kehilangan waktu-waktu berharga saya dengan mereka.

Bagi saya, saat istirahat adalah momen paling tepat untuk melakukan PDKT (pendekatan) pada semua siswa. Menyelami jiwa-jiwanya sambil bersama-sama menikmati hidangan ala kadarnya. Bertanya tentang ayah dan ibu mereka, aktivitasnya di rumah, dan mungkin sekadar menanyakan sarapan apa yang dimakannya tadi pagi.

Kali ini saya hanya memilih diam saja di pojok kelas sambil menekan perut dengan menekukkan lutut dan menempelkannya kuat ke perut.

Tiba-tiba, sesosok wajah mungil mengirimi saya sepotong roti. “Ini untuk Ustadzah,” begitu katanya sambil memberikan potongan roti dengan krim keju di dalamnya.

“Jazakumullah. Terima kasih, mbak Hilwa,” ucap saya sambil melayangkan senyum kepadanya.

Dengan malu-malu dia menjawab, “Sama-sama.”

Saya kembali menundukkan kepala sebelum makan sepotong kue itu. Namun tak seberapa lama setelahnya, “Ustadzah, ini juga untuk Ustadzah.” Kembali sosok mungil lain muncul di hadapan saya sambil menyodorkan sepotong roti kacang. Saya mendongakkan kepala untuk memastikan siapa dia dan ingin menghargainya walaupun saya sudah hafal pemilik suara itu.

“Jazakumullah. Terima kasih mbak Fathimah,” ucap saya lagi, sambil menebarkan senyum kepadanya.

Belum sempat saya menunduk, ternyata di belakang Fathimah sudah ada antrian lagi. Sebentuk makhluk mungil hendak memberikan sesuatu kepada saya. Dan kembali pemilik tubuh itu mengatakan, “Ini juga buat Ustadzah.” Sepotong kue coklat hadir diatas meja saya.

Dan sama seperti sebelumnya, saya do’akan dia dan tak lupa mengucapkan terima kasih.

Fathimah dan Azizah, 2 anak terakhir yang menyodorkan sepotong roti itu kepada saya, berlari kembali ke bangku masing-masing untuk melanjutkan memakan bekal yang mereka bawa dari rumah.

Dari sudut ruang itu saya tersenyum bahagia dan bangga. Ternyata, mereka tahu saya sedang tidak enak badan sehingga saya yang didatangi mereka. Ternyata, mereka cinta kepada saya dengan membagi roti yang mereka bawa. Ternyata, semangat berbagi itu telah menjadi bagian dari hidup mereka.

Alhamdulillah. Kali ini saya kembali bersyukur, atas karunia-Nya memilihkan jalan bagi saya untuk mencicipi profesi menjadi seorang guru. Sebuah kearifan sederhana yang tercipta dari hati dan tangan-tangan kecil siswa-siswi ku kelas 1 SD. I love you all…

Semoga Allah selalu memberikan limpahan hidayah dan berkah pada kalian semua, setiap hari, sampai ajal menjemput kalian. Aamiin…

 

***

Sidoarjo, 2 Maret 2011

03:54 PM

Di bulan-bulan terakhir di sekolah

Tagged: , , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: