Analisis Soal, Sebuah Muhasabah Pembelajaran


Memasuki ruang guru pagi ini pukul 09:20 waktu Insan Kamil. Semua tertunduk melihat meja, dengan segepok kertas ujian siswa dan pulpen merah di tangan. Sejenak kemudian, “Assalamu’alaikum… Pagi semuaaaaaaaaa..” saya membesarkan suara saya pada volume 5 untuk menyapa Ustadzah-Ustadzah tercinta.

“Wah, trouble maker datang, niy,” celutuk salah seorang diantara mereka yang ada disana. Di sekolah ini saya memang menjadi ‘biang keributan’. Itu trademark yang menempel di jidat saya, bahkan jilbab saya tak mampu menutupi tulisan TROUBLE MAKER itu. (Becanda)

“Sibuk, niy? Perlu bantuan? Saya bantu do’a, deh. Dan jangan lupa ya… Setelah ini ANALISIS harus dibuat,” ujar saya sok sudah seperti Waka Kurikulum saja.

“Hallaaaaah, jangan diingatkan yang satu itu. Saya sengaja akan melupakannya,” jawab yang lain, salah satu diantara mereka, diikuti helaan nafas semuanya. Seakan dikomando. Serempak menghela nafas.

***

Analisis soal bagi seorang guru itu laiknya mutlak dilakukan dan diperlukan. Hal ini menjadi tolok ukur keberhasilan pengajaran selama setengah semester atau bahkan selama satu tahun. Tidak hanya itu saja, analisis soal juga dapat mengidentifikasi apakah soal tersebut memiliki validitas yang cukup tinggi, sesuai dengan indikator, dan masuk dalam kategori soal mudah, sedang, atau sulit. Dengan analisis soal, kita juga bisa mengetahui prosentase ‘salah jawab’ yang mengindikasikan bahwa siswa tidak paham dengan soal yang kita buat dan atau kita sebagai guru yang salah dalam metode pengajarannya.

Saya sangat paham, bahwa menganalisis soal ini merupakan pekerjaan yang sangat menjemukan. Bagaimana tidak, kertas-kertas yang sudah dikoreksi itu harus dibuka-buka ulang untuk memasukkan skor dan jawabannya. Belum lagi harus melihat kolom-kolom pada lembar kertas analisis atau kolom-kolom pada Excel (untuk yang mengerjakan analisis di depan laptop atau komputer). Maklum, kami masih menggunakan Lembar Jawaban Biasa, bukan Lembar Jawaban Komputer atau LJK.

Tapi menurut saya, menganalisis soal ini adalah pekerjaan yang sangat saya sukai. Saya akan mudah mengetahui daya tangkap murid saya terhadap satu atau beberapa indikator. Untuk kemudian saya cermati metode pengajaran saya pada indikator tersebut. Istilah kerennya dengan melakukan analisis soal ini berarti saya sedang melakukan muhasabah diri. Sehingga saya harapkan untuk pembelajaran berikutnya, metode yang saya terapkan pada indikator tersebut harus dimodifikasi, bahkan harus diubah total. Toh, saya tidak ingin melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kali.

Analasis soal, bagi seorang guru bolehlah kita kategorikan dalam penerapan dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi berikut ini.

“Orang yang pandai adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT.”

 

Hadits diatas diawali dengan frasa ‘orang yang pandai’ dan hal ini bisa diartikan dengan orang yang sukses adalah orang selalu mengevaluasi kinerja diri pribadi. Dan kemudian Rasulullah menyambungnya dengan kalimat ‘beramal untuk kehidupan sesudah kematian’, yang bisa diartikan bahwa setelah muhasabah (evaluasi) yang tak kalah pentingnya adalah perbaikan kinerja untuk kehidupan sesudah kematian yang jauh lebih panjang dari kehidupan di dunia. Jika ingin sukses dunia akhirat, maka bermuhasabahlah. Demikian simple nya.

Lantas apakah guru-guru lain baik di sekolah Islam lain, Non Islam, maupun umum tidak melakukan analisis ini? Jawabannya tentu saja, IYA. Mereka juga melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan. Sebab, semua guru yang baik, di sekolah yang baik, pun membuat evaluasi diri yang berupa analisis soal ini.

Lalu, apa bedanya mereka dengan kita, guru-guru tertarbiyah ini?

Sebagai guru di Sekolah Islam Terpadu, evaluasi dan perbaikan ini hendaknya tidak hanya untuk menggugurkan kewajiban kurikulum, menunjukkan profesionalisme dalam bekerja, atau juga agar mendapatkan penilaian ‘baik’ dari orang lain – Diknas, dan mungkin sekolah-sekolah lain -, tapi lebih jauh lagi adalah dalam rangka menggapai ridho dan cinta Allah swt. Sebab, kita harus yakin bahwa kinerja yang kita lakukan di dunia ini adalah sebuah investasi atas kehidupan setelah kematian. Itulah bedanya, muhasabah (evaluasi, atau dalam hal ini disebut analisis soal) yang kita lakukan dengan yang mereka lakukan. Ada campur tangan Allah disana.

Agar mencetak generasi Rabbani yang sholih, cerdas, kreatif, dan mandiri itu tidak hanya angan semata. Agar mencetak generasi yang jauh lebih unggul itu tidak hanya igauan bunga tidur saja. Insya Allah semua akan menjadi nyata jika kita sebagai guru (Sekolah Islam Terpadu) meyakini bahwa hanya ridho Allah saja yang akan menebar keberkahan pada sekolah kita masing-masing.

So, after this… Jangan lupa analisis soalnya, ya… ^_^ Ayo, semangat!!! Wahai guru PEJUANG!!!

 

***

Sidoarjo, 16 Maret 2011

10:34 AM

Dalam kelas, sambil menganalisis soal Ulangan Harian 1 Bahasa Indonesia

Tagged: , , , , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan β„’

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilΓ©t/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: