Berapa Banyak Peniti


Mengajarkan pelajaran Siroh Nabawiyah kepada siswa-siswi kelas I SD adalah sebuah kepuasan tersendiri buat saya. Bagaimana tidak. Rasanya semua kemampuan saya tercurah untuk memahamkan kepada manusia-manusia kecil itu tentang betapa hebatnya Nabi kita Rasulullah Muhammad saw. Dengan kemampuan verbal dan dramatikal, saya membuat pelajaran Siroh Nabawi itu selalu menjadi pelajaran yang paling ditunggu semua siswa saya. Insya Allah.

Nah, karena kehebohan yang saya hadirkan itu lah hari ini tiba-tiba ada sebuah pertanyaan yang hinggap di telinga saya tanpa diminta. Pertanyaan itu terlontar dari salah seorang siswa yang memperhatikan detil gerak-gerik saya ketika mengajar pagi itu.

Ketika di akhir pengajaran saya mencoba menyampaikan kesimpulan dan menanyakan kepada mereka apakah ada pertanyaan, salah seorang diantara mereka mengangkat tangan. Saya mempersilahkannya menyampaikan pertanyaan dengan berkata, “Silahkan Mas Akbar!”

Setelah dipersilahkan, pemilik nama Muhammad Akbar Maulana itu berkata, “Ustadzah, berapa banyak peniti yang ustadzah pakai hari ini?” saya tersenyum. Seketika itu saya berpikir bahwa dia akan menanyakan materi yang sudah saya sampaikan. Ternyata salah. Justru yang mereka tanyakan adalah peniti yang terlihat dari balik jilbab akibat gerakan tangan saya yang sedang mendemonstrasikan ini dan itu.

Inginnya saya tertawa dan bahkan mengatakan, “GUBRAKKK.” Seperti jika kita sedang melakukan percakapan lewat media chat box, atau membalas setiap komen pada tulisan atau quotes atau status. Tapi dalam dunia pendidikan itu tidak baik, bahkan tidak diperbolehkan. Itu namanya tidak menghargai murid yang bertanya. Guru kejam.

Lalu apa yang saya lakukan untuk mengalihkan pertanyaan ini?

Sejurus kemudian saya mengatakan padanya, “nanti ya Mas. Kita bicara empat mata. Pada saat istirahat. Nanti kita hitung sama-sama. Jangan beritahu teman lainnya ya!” Jawab saya sambil tersenyum lebar kepadanya dan berakting sedang berbisik di telinganya, seakan tidak ada siswa lain yang mendengar.

Lalu saya mendapati ekspresi  kecewa siswa-siswi saya yang lain. Tanpa dikomando, suara “yaaaaaaaaaa” terdengar membahana di dalam kelas dengan nada sangat kecewa. Mereka melewatkan sebuah “rahasia” yang akan terungkap dari saya. Padahal ini hanya trik supaya mereka tidak melanjutkan pertanyaan diluar topic yang sedang dibicarakan. Dan ternyata, tidak ada pertanyaan lain selain pertanyaan itu sampai bel istirahat berbunyi.

Kemudian seperti yang saya janjikan padanya, saat istirahat mas Akbar menghampiri meja saya. Rasa penasaranlah yang mengantarkannya kesana. Saya langsung tahu maksudnya. “Sini, kita hitung bersama-sama,” ujar saya.

Dan tanpa saya sadari –saya juga baru tahu– bahwa TERNYATA peniti yang saya kenakan setiap hari berjumlah sepuluh plus bros pemanis jilbab. Ck… Ck… Ck… Banyak bener ya?

Jumlah peniti yang banyak memang sudah menjadi cap sendiri buat saya. Tapi meski ini biang “ke-ribet-an” setiap kali saya mengenakan jilbab saya, tapi saya sangat menikmatinya. Saya nyaman dengan banyak peniti. Saya tidak suka mengenakan jilbab langsung alias bergok. Saya memilih jilbab segi empat dan berribet-ribet ria dengan 10 peniti nya. Tapi, jika suatu saat nanti ada jilbab praktis yang membuat saya cenderung padanya dan saya nyaman memakainya, mungkin saya akan memusiumkan peniti saya satu persatu.

Tampaknya, jumlah peniti ini menjadi center of interest siswa-siswi saya. Hehehe. Lucu juga. Maka, berhati-hatilah dengan penampilan anda.

 

***

Sidoarjo, 09 March 2011

05:52 PM

 

Tagged: , , , , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: