Episode Suami Tak Romantis


Setelah episode anak, sekarang saya ingin menuliskan episode tentang suami. Seorang laki-laki yang menjadi pendamping hidup saya selama hampir 6 tahun ini.

Namanya Rochman Mujayanto. Tingginya 178 cm. Anak kedua dari 3 bersaudara. Laki-laki yang berprofesi sebagai dokter gigi ini menyelesaikan pendidikan profesinya di Universitas Airlangga Surabaya. Kampus yang letaknya tak jauh dari rumah ibunya di Pacar Keling.

Lahir di Surabaya, tanggal 19 Oktober 1978. Menamatkan pendidikan SD, SMP, dan SMA yang ketiganya Negeri dan letaknya tak jauh dari tempat tinggalnya. Alhamdulillah. Sehingga tak banyak buang waktu, buang uang, buang tenaga untuk menempuh perjalanan berangkat dan pulang sekolah.

Berkulit sawo matang, matanya sayu, rambutnya ikal (keriting malah). Memakai kacamata minus 1,5 kiri dan kanan.Hobbynya adalah membaca. Dia bisa menghabiskan koran di pagi hari sambil minum teh dan ngemil makanan ringan. Bahkan bisa juga makanan berat. Dia bisa autis di depan koran dan buku yang sedang dibacanya.

Suka sekali membaca sesuatu yang berhubungan dengan sejarah. Sejarah apa saja. Maka, jangan tanyakan kepadanya tentang tempat-tempat bersejarah di Surabaya. Dia bisa menyampaikannya satu persatu dengan runut. Tak hanya sejarah dalam negeri, tapi juga sejarah-sejarah internasional. Itulah sebabnya dia sangat menyukai film-film yang berkaitan dengan sejarah. Dia bisa sangat menikmatinya meski lelah sedang melanda tubuhnya.

Pria ini bukan tipe pria romantis yang suka membuatkan kata-kata atau menuliskan puisi untuk saya, istrinya. Tapi setiap akhir menutup telepon, dia selalu mengucapkan 3 kata yang sangat ajaib itu. “I love you” sebelum kalimat lain, seperti hati-hati di jalan, ya, jangan lupa minum obat, jangan lupa makan siang, dan met bobo’ ya…

Pernah suatu kali saya memintanya memperlakukan saya sedikit romantis dengan memintanya membelikan bunga sepulang kerja nanti. Dia mau mebelikannya, hanya saja caranya memberikan lucu banget. “Ini dik, pesanannya.” Hahahaha… Seperti sedang memesan bunga pada delivery service. Tanpa basa basi.

Tapi meskipun demikian, dia cukup romantis dalam beberapa hal. Misal, tanpa saya minta dia mau mencuci peralatan masak setelah saya mememasak. Mau menjemurkan pakaian yang sudah dikeringkan dengan mesin pengering mesin cuci. Mau mengantarkan ke pasar bahkan blusukan, tanpa meminta saya membawa barang yang telah kami beli. Meski Fauzan dalam gendongannya, dia selalu tak memperbolehkan saya membawa belajaan kami. Semua dia yang bawa. Saya hanya melenggangkan tangan saja berjalan menuju parkiran.

Maka adalah sebuah pemandangan yang lazim saat suami saya membantu saya mencuci pakaian, mengeringakannya, lalu mencuci piring, menyapu dan mengepel lantai, bahkan memasak.

Dulu waktu Fauzan berusia 6 bulan dan terkena muntaber hingga dehidrasi dan demam sangat tinggi, dia membereskan seisi rumah dengan baik. Maklum. Kami harus menginap di RS selama 5 hari. Membawakan saya baju ganti, jilbab, kaos kaki, bahkan makan malam yang harus dibelinya tengah malam ketika saya memintanya. Ya, saya tak jauh dari ranjang anak saya saat itu. Pun karena tak ada yang mengganti menjaga bergantian.

Semua bekas muntah dan diare yang tersisa dan belum sempat saya bereskan saat kami memutuskan membawanya ke RS, dibersihkannya hingga benar-benar bersih. Tak bernoda. Telaten sekali saya pikir.

Tindakan-tindakan ini yang menurut saya adalah sisi romantis dari dirinya. Pun ketika saya tidak mau memasak cumi yang dimasak sampai tintanya menghitam mewarnai wajan, dia dengan senang hati akan melakukannya sendiri. Memasaknya dan memakannya sendiri.

Sisi romantisnya juga sangat kental, ketika semua aktivitasnya terasa ada yang kurang jika kami, terutama saya, tak bersamanya. Misalnya jalan-jalan ke mall, pantai, atau tempat makan. Saat itulah dia menelepon kami dan mengungkapkan kegundahannya tak bisa bersama kami. Ataupun saat ada undangan, entah itu walimahan, arisan PDGI, atau arisan RS, dia selalu mengajak saya ikut serta di dalamnya. Meski saya tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan. Apalagi ketika dia selalu mengajak saya ke lapangan voli setiap Senin, Rabu, dan Sabtu (di Bontang), untuk berolah raga dengan rekan-rekannya di RS, dia selalu menjemput lalu berangkat bersama saya. Kalau saya tidak ingin hadir, dia pun tidak akan hadir. “Gak enak ah, gak ada Ummi,” begitu katanya.

Maka adalah wajar, saat tes di Semarang bulan Desember 2010 lalu, dia mengajak saya ikut serta membersamainya kesana. Dia bilang, “Hanya keluargalah yang bisa membuat aku kuat. Maka ikutlah denganku ke sana, ya Mi.”

Mungkin di luar sana banyak sekali laki-laki yang juga melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan, dia rasakan, dan dia berikan untuk istrinya. Tapi saya tak akan menganggap semua perlakuan itu biasa, justru (masih menurut saya) apa yang sudah dia “berikan” itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Dan saya sangat bersyukur bisa memilikinya.

 

***

Sidoarjo, 11 April 2011

09:49 PM

Ditulis dengan kasmaran

Tagged: , , , , , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: