Hanya Ingin Menulis


Malam ini saya tidak tahu apa yang harus saya tulis. Tak ada ide untuk menuliskan sesuatu. Seharian saya mencoba mengais ide dalam otak saya untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Saya berpikir keras. Kira-kira tema apa lagi yang akan menjadi fokus hari ini.

Saya memang sengaja memeras otak untuk mampu menuliskan peristiwa, hikmah, dan apa saja yang menggelitik perasaan saya setiap hari. Karena memang sejatinya saya menyukai menulis sejak saya SD. Menulis apa saja. Bahkan di SMP dulu saya suka membuat cerpen remaja. Maklumlah masa itu adalah masa pubertas, dimana semua peristiwa bisa menjadi tabungan ide untuk menghasilkan sebuah cerita pendek.

Tapi kemudian kecintaan terhadap menulis itu memudar manakala saya keasyikan dengan hobby baru saya. Kegiatan kepecintaalaman atau kami menyebutnya penggiat alam. Saat saya memasuki bangku SMA, saya suka sekali melakukan aktivitas hiking ini. Hampir tiap akhir pekan, saya menyempatkan diri untuk naik gunung. Meski tak ada teman, tak akan menghalangi saya untuk tetap berangkat kesana.

Tapi tetap saja, hasrat untuk menulis saat itu cukup tinggi. Buktinya, saya serig merekam suara saya yang sedang menceritakan apa yang sedang dan telah saya alami. Harapannya sih, rekaman itu dapat saya putar untuk kemudian saya tuangkan dalam bentuk tulisan. Namun apa daya, ceracau itu hanya menjadi arsip yang kemudian terhapus oleh cerita-cerita baru lainnya. Maklum lah… Saya ngirit biaya untuk beli kaset kosong baru. Jadi yang lama, berkali-kali ditindih dengan peristiwa dan cerita baru yang muncul di kepala saya.

Bahkan ketika duduk di bangku kuliah, pun keinginan untuk menulis itu tetap menggelora. Sempat beberapa kawan minta dibuatkan cerpen yang menyangkutkan kisah hidupnya. Tapi lagi-lagi saya punya “mainan” baru. Berorganisasi. Keinginan saya untuk menjajal beberapa organisasi kampus maupun luar kampus, menelan semua kecondongan untuk menulis. Padahal, seharusnya dunia kampus bisa menghasilkan banyak “karya”. Tapi saya berbeda. Justru malah menelan mentah-mentah semuanya. Semangat, peristiwa, cinta, pembinaan, aksi, himpunan, ospek, laboratorium, berburu tempat geladi, registrasi, perpustakaan, asrama putri, Bu Wardho, kantin, teman-teman, keputrian, kajumpa, dan semuanya, hilang begitu saja.

Dan karena cinta, kemudian hari ini saya ingin memunguti yang terserak dari diri saya bertahun-tahun yang lalu. Berusaha mencari hikmah atas semua peristiwa, belajar dari pengalaman, juga untuk menguki prasasti atas hidup dan kehidupan saya. Dan karena cinta menulis itu pulalah, saya “berjanji” pada diri saya sendiri untuk membuat sebuah tulisan setiap hari. Baik untuk dibagi di blog ini, ataupun hanya menjadi catatan kecil yang akan saya “bukukan” dalam hard disk lepi saya.

Hari ini saya hanya ingin menulis, meski belum tahu tema apa yang akan saya tuangkan dari alfabet-alfabet yang membentuk kata dan tersusun menjadi sebuah kalimat. Yang pasti, malam ini tulisan yang hanya beberapa kata ini telah terungkap dan menjadi tema “aneh” tulisan kali ini.

Oia, motivasi menulis ini saya dapatkan dari seorang teman saya yang juga getol dalam menulis. Dia bilang bahwa menulis itu mewariskan peradaban. Tinggal kitanya mau atau tidak meninggalkan “bekas” untuk kehidupan kita. Terima kasih tak terkira untuknya. Juga terima kasih kepada teman-teman di MP yang membuat saya memiliki banyak tabungan ide untuk ditulis. Mengenal kalian, motivasi itu timbul kembali. Meskipun tulisan saya tak sebagus tulisan kalian, tak sebobot dengan isi karya kalian, tak seindah rangkaian kata kalian, dan tak seserius analisa yang kalian paparkan dalam tulisan-tulisan kalian tapi saya berusaha untuk belajar banyak dari kalian. Juga, saya bangga memiliki teman seperti kalian. Untuk 154 nama dalam kontak saya, jangan berhenti menulis! Bagilah semua yang yang kalian pahami, alami, rasakan, miliki atau apa saja kepada saya. Saya akan mencernanya dalam otak saya.

Sekali lagi, saya hanya ingin menulis.

 

***

Sidoarjo, 20 April 2011

07:47 PM

Dalam kamar dengan keinginan menulis yang menggebu dan cinta yang menyala. Bukankah cinta itu menumbuhkan, bukan membunuh?

Tagged: ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan β„’

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilΓ©t/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: