Kalibrasi Cinta


Semalam, tiba-tiba saya ingin kembali menulis. Belum ada tema. Hanya kata saja yang menari-nari di kepala minta untuk dituliskan menjadi frasa bahkan kalimat-kalimat sederhana juga kalimat-kalimat panjang tentunya. Akhirnya, terbukalah laptop saya dan taraaaaaaaaaa… Jadilah tulisan ini.

Saya tidak mengerti, tulisan ini dikategorikan apa. Cerpen? Maybe. Maybe yes, maybe no. Sudah seperti iklan rokok saja, ya?

Pemahaman saya tentang sastra sangat dangkal, walau saya suka sekali menulis. So, kalau anda punya informasi tentang seminar kepenulisan, yang diadakan di tempat yang bisa saya jangkau dengan mudah, beri tahu saya, ya… Wallaaaaah… jadi curcol begini.

Yang pasti, inilah hasil tulisan saya malam tadi. Selamat dinikmati…

***

Hujan turun dengan deras. Aku sedang duduk di saung sendiri, menikmati hujan dan bau khasnya yang menusuk hidung. Hingga bau itu menari-nari dalam otakku. Aku tersenyum melihat sawah yang menguning dan gunung  yang menjulang di hadapan.

Tiba-tiba sesosok lelaki datang. Dia duduk tepat di sebelahku. Bahunya menempel di bahuku. Aku tak pernah tahu siapa dia. Tapi ini laik seperti dejavu. Aku telah mengenalnya di dunia yang berbeda. Bertahun-tahun lamanya. Bahkan kita telah menjadi senyawa dan sejiwa sebelumnya.

Maka ketika aku  dan dia akan berbicara, kami mengeluarkan kata yang sama. Terhenti. Lalu mengucapkannya lagi. Tetap sama. Kalimatnya pun sama. Begitu seterusnya. Sampai kami tiba pada satu kalimat:

Aku

Kamu

Cinta

Kami saling berpandangan. Dalam dan lama. Dengan senyum masing-masing. Tak ada suara…. Lalu kami sama-sama mengalihkan pandangan ke kejauhan. Tak bicara.

Kemudian aku menyandarkan kepalaku di bahunya. Nyaman, tenang, dan damai terasa di dada.

3  jam lamanya kami disana. Masih dengan hujan, masih dengan kepala yang menyandar dibahunya, masih dengan diam tak bertutur kata. Masing-masing kami tahu bahwa diamnya kita sesungguhnya adalah bicara. Bicara tentang apa saja. Peristiwa, cinta, sungkawa. Apa saja. Tapi kami tak pernah berani membicarakan masa depan. Bagi kami, tidak akan pernah ada “seandainya”, tidak juga ada “jika”, tidak pula ada “umpama”. Karena kami yakin, walau tidak pernah ada hari ini, kami akan terus selalu bersama karena memang sesungguhnya kami telah menjadi senyawa yang tak terpisahkan, kami adalah kombinasi dan permutasi, kami adalah medan magnet yang berinduksi, kami adalah relativitas waktu, kami adalah bilangan yang lebih besar dari bilangan Avogadro, kami adalah kalibrasi sukma yang mencapai nilai skala yang sama. Juga karena kami sebenarnya adalah bayangan nyata, tegak, dan diperbesar yang jatuh tepat di retina cinta.

Kami hanya duduk melihat sawah yang menguning dengan rasa yang membuncah di dada. Kami  tak hentinya mengucapkan  1 kalimat yang memiliki makna yang sangat dalam bagi kami di saung itu. Di setiap jeda pada tiap menitnya, kami saling bersahutan. Seperti kicau burung menyambut sang fajar di pagi hari. Kalimat itu ialah :

Seni seviyorum. Je t’aime. Ti amo. Aishiteru.

Tak terasa hujan mereda.

Dia tak merasa lelah dengan kepalaku yang bersandar disana 3 jam lamanya. Aku tak tahu, apakah dia lelah dan menahan lelahnya demi untukku, atau memang tak ada kelelahan sedikitpun menyangga kepalaku? Yang aku tahu, aku pun tak bosan, tak lelah, meletakkan kepalaku disana. 3 jam adalah waktu yang sangat singkat bagiku bersamanya.

Lalu aku mengangkat kepalaku dari bahunya. Tatapan kami kembali beradu. Dalam dan lama.

Beberapa saat kemudian, tangan kami bertemu. Sejenak. Lalu kami sama-sama mengucapkan:

Biarkan hanya aku saja yang mengisi hatimu…

Tiba-tiba tubuh kami menghilang dari saung itu. Aku terbawa angin dan dia tersedot pelangi yang muncul setelah hujan. Tapi kami tertawa. Tawa kami membahana. Tawa kami ceria. Tawa kami bahagia. Kendati tak ada yang mendengar tawa kami, kecuali sisa-sisa hujan dan bau khasnya yang menjadi saksi atas cinta kami.

Cinta aku dan dia.

Walau ada asa waktu akan membekukan angin, walau ada cita pelangi akan melepaskan dia, tapi tetap saja… Kami tak berani memaksa waktu menyiksa dan mengoyak ruang-ruang di dalamnya. Kami biarkan saja seluruh persatuan hati kami sederhana, tanpa ada paksa, tanpa ada aniaya. Karena tanpa itu sekalipun, kami adalah satu.

 

***

Sidoarjo, 21 April 2011

07:12 PM

Karena betapa aku pun mencintaimu dengan sangat pada malam ini, melebihi hari-hari yang telah lalu.

*dengan sedikit perubahan di pagi hari.

Tagged: , , , , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: