Kecolongan Lagi


Pagi hari, kebiasaaan saya adalah membuka semua Buku Penghubung siswa. Mengecek ibadah, akhlak, dan kemandirian siswa ketika di rumah. Kebiasaan ini bisa menjadi bahan taujih di pagi hari. Bisa tentang sholat 5 waktu, kemauan untuk belajar setiap hari, berakhlaqul karimah kepada kedua orang tua, juga mencuci piring sendiri ketika selesai makan.

Hari ini seperti biasa, saya pun mulai membuka BP satu persatu. Mengamati setiap detil “penilaian” dari orang tua terhadap putra putrinya. Harapan saya memang setiap orang tua jujur dalam menilai anaknya sehari-hari. Sehingga diharapkan ada motivasi yang sama baik di sekolah maupun di rumah terhadap ketiga hal diatas.

Tapi pagi ini saya sedikit shock. Saya kecolongan lagi. Ada catatan dari wali murid, tentang akhlak salah seorangΒ  atau mungkin beberapa – sampai saya selesai mengetik ini, saya belum tabayyun – siswa saya yang suka “bermain fisik” dengan temannya. Mungkin maksudnya memang becanda. Hanya saja, batas becandanya itu belum dipahami bahwa yang dia lakukan akan menyakiti kawannya secara mental maupun fisik. Main fisiknya sebenarnya mungkin meniru adegan salah satu film kartun yang mereka tonton. Atau akibat sering bermain PS. Tapi apapun pemicunya, sebagai orang tua di sekolah maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mengingatkan mereka.

Ya, meskipun sudah diingatkan berkali-kali, tapi tetap saja namanya anak-anak, suka sekali mengulang-ulang sesuatu yang menurut mereka menyenangkan. Tapi itulah tugas pendidikan. Mengingatkan terus menerus, tanpa kenal letih dan lelah. Sampai kebaikan menjadi habbit yang ada dalam diri mereka. Istiqomah dan istimror.

Guru seakan dituntut mengawasi detil akhlak siswa di sekolah. Dari pagi hingga siang mereka pulang sekolah. Sayangnya kali ini saya kecolongan lagi tidak melihat detil kejadian yang menimpa salah seorang murid saya itu.

Adanya koreksi dari orang tua akan menjadi cemeti penyemangat saya dalam menjalani profesi ini. Saya berjanji tak akan berlama-lama di ruang guru, tak akan berlama-lama mengobrol dengan teman sejawat, hatta itu waktu istirahat. Justru saat itulah, murid-murid butuh pengawasan yang ketat. Karena durasi istirahat yang hanya 30 menit itu semuanya bisa terjadi, seperti kemarin yang dialami siswa saya.

Terima kasih, Ayah Bunda atas surat “cintanya” kepada saya.

 

***

Sidoarjo, 15 March 2011

11:01 AM

Dalam kelas 1 A

Kelas penuh cinta

Tagged: , , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan β„’

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilΓ©t/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: