Kelahiran Anak Pertama – 2


Kembali ke kamar. Suami yang menunggui saya tertidur di kasur pasien tempat saya tidur. Perawat membangunkannya. “Pak… Pak…”

Saya pun ikut membangunkannya, “Mas… Mas…” berkali-kali.

Dia kaget terbangun. Matanya merah karena masih mengantuk.

Lucu sekali melihat ekspresinya waktu itu. Sehingga saya tak kuasa menahan tawa. Padahal, rasa sakit di perut saya itu kalau dibuat tertawa akan terasa lebih sakit lagi.

Setelah dia benar-benar tersadar dari tidurnya saya dipindahkan ke bed pasien. Diangkat perawat? Diangkat suami? Tidak!!! Saya mengangkat sendiri tubuh saya dengan sekuat tenaga. Alhamdulillah, saya mampu dan berhasil pindah bed.

Setelah mengucapkan terima kasih pada perawat yang mengantar, saya bertanya pada suami saya, “Berapa berat badannya?”

“3200 gram,”

“Berapa panjangnya?”

“49 cm”

“Sehat?”

“Alhamdulillah.”

“Berapa jumlah jarinya?”

“Alhamdulillah normal semua, dik.”

“Alhamdulillah…” Saya menghempaskan badan saya ke bantal.

“Tapi dia harus dipasang sesuatu di kepalanya,” lanjut suami saya.

“Innalillahi… kenapa?” tanya saya.

“Tadi sampai 15 menit di luar dia gak nangis.”

“Jadi waktu diadzani tadi, dia belum nangis?”

“Belum, cuma eeh… eh… gitu aja.”

“Kenapa bisa begitu?”

“Umumnya, bayi yang dilahirkan sectio itu tidak menangis, dik. Tapi kalau dia agak istimewa. Sebab dia harus diberi obat dulu, baru nangis, itu pun 15 menit setelah dia lahir,” jelasnya.

Saya tak sanggup membayangkan sekecil itu sudah diberi obat di bagian kepala. “Lalu mengapa di kepalanya?”

“Ya, karena di kepala itu nadinya terlihat jelas.”

“O… begitu,” detik berikutnya saya hanya bisa berdo’a agar anak saya baik-baik saja. Tak ada kekurangan suatu apapun. Terlebih dalam menjalani kehidupan setelah ini.

Esoknya, banyak yang datang ke RS. Karena malam itu kami memberi kabar beberapa kerabat dan teman dekat kami. Termasuk ibu mertua. Hari itu anak saya diantar ke ruangan. Saat itulah pertemuan pertama saya dengannya. Ada haru menyeruak dalam dada. Disertai do’a yang teriring dengan masuknya ASI ke tubuhnya….

Sekarang, 4 tahun sesudahnya…

Namanya, Fauzan ‘Azhima ‘Abdurrahman. Bersekolah di Kelompok Bermain Islam Terpadu (KBIT) Insan Kamil Sidoarjo.

Makanan favoritnya adalah nasi goreng, bakso, rawon, kare telur, ayam goreng, scramble egg with mayo, sayur asem, sayur sop, dan ikan goreng.

Warna favoritnya adalah pink, jingga, dan merah.

Do’a yang sudah dihafalnya adalah, do’a untuk kedua orang tua, do’a kebaikan dunia dan akhirat, do’a akan dan bangun tidur, do’a masuk dan keluar kamar mandi, do’a masuk dan keluar masjid, do’a keluar dan masuk rumah, do’a naik kendaraan, do’a akan dan selesai makan dan minum.

Surat yang sudah dihafal adalah An-Naas, Al-Falaq, Al-Ikhlash, Al-Kautsar, Al-Fatihah, Al-‘Ashr. Dia juga sudah mampu menghafal semua bacaan sholat dari awal hingga akhir.

Hal yang sudah bisa dilakukannya adalah mengenal beberapa huruf, membaca dan mengeja namanya, membaca dan mengeja nama kami orang tuanya, memasukkan manik-manik kecil ke dalam benang (meronce), membuat banguan dari balok-balok dan bongkar pasang (dia sangat suka membuat rumah), menceritakan kembali peristiwa yang didengar dan dialaminya dengan runtut sesuai dengan urutan kejadiannya, membereskan semua mainannya, mandi sendiri, gosok gigi sendiri, memakai pakaian sendiri, mencuci tangan dengan cara yang benar, memakai kaos kaki dan sepatu sendiri, melompat dengan 2 kaki, menendang bola, menangkap bola yang lebih kecil ukurannya, berdiri dengan satu kaki beberapa detik, makan dengan atau tanpa sendok sendiri, tidur sendiri.

Hal yang menjadi center of interestnya adalah pesawat, helikopter, ruang angkasa, pilot, astronot, truk mollen, truk back hoe, crane, dan dinosaurus (hewan).

Menyebutkan nama lengkapnya, nama lengkap kami orang tuanya, nama lengkap eyangnya, alamat lengkap tempat tinggalnya, tempatnya besekolah, dan menyebutkan nama beberapa kerabat dekat dan jauh.

Menceritakan pengalamannya ketika di Malaysia, liburan ke BNS, jalan-jalan ke Semarang, dan beberapa peristiwa menarik lainnya.

Kadang dia bisa sangat mudah dikendalikan dengan pemberian pengertian-pengertian kepadanya. Kadang egoisnya muncul, tak mau dikalahkan. Namanya juga anak-anak.

Tahun keempat adalah tahun dimana emosi anak harus dituntaskan. Sebab ketika nanti dia berusia 5 sampai 7 tahun, emosi anak bisa menjadi lebih stabil.

Tak terasa sudah 4 tahun. Padahal sepertinya, baru kemarin saya tahu bahwa saya juga “bisa” hamil. ^_^

 

***

Sidoarjo, 17 Maret 2011

12:33 PM

Ditulis dengan sisa energi

Tagged: , , , , , , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: