Masih Sama 6 Tahun Lamanya


Malam ini. Di tempat yang sama seperti 6 tahun lalu. Beberapa minggu menjelang pernikahan saya, mama menjalani operasi kedua setelah 10 tahun sebelumnya menjalani operasi yang sama. Ovarian Cancer. Sebuah penyakit yang membawa mama menjumpai Rabb pemilik jiwa. 6 tahun lalu itu adalah operasi ulangan, bukan karena operasi sebelumnya mengalami kegagalan, tapi karena sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh mama dan bermetastase pada hati dan limpanya.

Di ruang Onkologi Ginekologi. Masih dengan suasana yang sama. Penunggu pasien yang berjenis kelamin laki-laki tak boleh menginap dalam ruangan. Di kelas II tiap sekat terdiri dari 2 bed, 1 kipas angin, 2 meja pasien, 2 jemuran handuk, dan 2 kursi. Di kelas I yang hanya ada 2 sekat, masing-masing ada 1 bed, 1 kipas angin, 1 meja pasien, 1 jemuran handuk, dan 1 kursi. Masih dengan ruang kamar mandi yang sama, 2 toilet duduk, dan 2 toilet jongkok, serta 1 wastafel yang dari dulu hingga sekarang, bentuknya tak berubah, dan tetap dalam kondisi tak bisa dipakai alias rusak.

Di ujung lorong ruang kelas ada ruang zaal. Di ruang zaal umumnya adalah mereka saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Yang memanfaatkan jamkeskin atau jamkesmas. Dan sekali lagi, tetap tak berubah. Masih ada meja panjang disana, tempat para zuster berjaga. Juga ditengah ruang zaal itu ada wastafel hijau yang diatasnya ada sebuah cermin besar. Hingga saya dapat melihat bayangan saya pada cermin tersebut pada jarak 10 meter.

Masih tetap sama zuster yang merawat ibu mertua saya malam ini dengan zuster yang merawat mama tempo hari. Mama dulu menjulukinya dengan zuster sabar namun tegas. Saya lupa namanya, tapi wajahnya berkelindan dalam ingatan saya.

Masih juga dengan irama yang sama di tengah malam. Suara dengkuran para pasien dan penunggunya. Suara putaran kipas yang cukup membisingkan telinga. Suara gemericik air dari kamar mandi yang krannya dol tak bisa mengunci. Suara dengungan nyamuk yang minta “jatah” menghisap darah manusia yang tak melapisi kulitnya dengan kain penutup dan atau obat nyamuk oles. Suara buka tutup pintu sekat kamar.

Masih juga dengan pemandangan yang sama. Selang infus berseliweran. Wanita-wanita gundul –rambutnya rontok– akibat kejamnya obat kemo yang diinjeksikan ke dalam aliran darahnya. Wanita-wanita dengan perut besar “menggembol” daging tumor atau sel kanker yang mengisi rahim dan salurannya. Tangan-tangan berselang dengan membawa cairan kemo yang harus dibungkus kresek hitam karena tak boleh terkena cahaya matahari langsung. Dan dokter-dokter muda dengan jas labnya yang memeriksa tensi dan temp pasien pada pukul 10 tadi.

Ya, kalau 6 tahun lalu saya menjaga mama selama 2 minggu penuh tak pernah pulang, di RSU Dr. Soetomo Surabaya ini, kali ini saya menjaga ibu mertua saya. Tanpa diminta oleh beliau maupun oleh suami, saya menawarkan diri untuk berjaga pada waktu malam di H – 1 operasi pengangkatan kandungan ibu mertua. Hari ini, pukul 9 pagi insya Allah, ibu akan menjalani operasi pengangkatan kandungan.

Tiba-tiba saja…. Saya sangat merindukan Mama…

Mama… Ah… Mama… Anakmu ini sedang memutar kembali slide film episode kehidupannya ketika kau masih ada. Saat kau berjuang ingin sembuh dan melawan sakitnya sel-sel yang memakan tubuh rentanmu. Saat kau bertekad untuk mendampingi satu babak baru yang akan dilewati putri terakhirmu ini. Saat kau berusaha untuk sehat padahal luka jahitan itu belumlah mengering.

Mama… Yang saya ingat waktu itu, mama tak pernah mengeluh. Sedikitpun. Entah hanya mendesiskan suara atau hanya kata “uh”.

Mama… Yang saya ingat, mama hanya melantunkan dzikir saat tak sedang berbicara dengan siapapun. Mama tak henti mengomat kamitkan bibir dengan melafazkan Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallahu wallahu akbar.

Mama… Malam ini, di tengah beberapa hantaman yang menampar wajah berkali-kali hingga lebam dan membiru, teriring do’a untukmu…

Duhai Rabbii..

Kasihilah dia di sana…

Di dalam kesendiriannya…

Lapangkanlah kuburnya….

Terangilah dengan cahaya-Mu…

Duhai Rabbii…

Ampunkan dia…

Sejahterakan dengan nikmat-Mu…

Yang tak pudar di telan masa…

Izinkanlah kami meminta…

 

(SP-Takziyah)

 

***

Surabaya, 25 Mei 2011

01:23 AM

di Rawat Inap Kandungan kelas II nomor 3

RSU Dr. Soetomo Surabaya

hantaman itu akan jadi apa pada akhirnya?

Tagged: , , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: