Mengandangkan Kuda di Sekolah


Sabtu pagi ke sekolah, saya membawa kuda merah keluaran tahun 2000 itu. Memang tidak biasa saya membawa mobil ke sekolah kalau bukan hari yang istimewa. Hal ini karena anak saya Fauzan ada “tambahan” di sekolah. Hari itu siswa-siswi TKIT dan KBIT Insan Kamil Sidoarjo melakukan kegiatan outbond di halaman belakang sekolah. Jadi, hari Sabtu yang sedianya libur, dia masuk sekolah mengenakan seragam olah raga berwarna pink, salah satu warna favoritnya.

Ketika sampai di sekolah, mobil saya parkir di halaman, persis di depan kelas saya. Tak lama, Pak Andi – satpam sekolah saya – meminta kunci mobil untuk memindahkannya ke tempat yang lebih aman karena sebentar lagi ada beberapa truk mollen yang akan masuk ke halaman sekolah. Maklum, sekolah kami masih terus bebenah diri melengkapi fasilitas, terutama fasilitas lokal kelas yang mumpuni. Seperti saat ini, sedang ada proyek mengerjakan sebuah bangunan berlantai 3.

Kunci saya berikan kepada beliau. Oia, saya pernah memposting tentang beliau disini.

Tak lama, 2 alat berat datang bergiliran. Tepat pukul 11.15 saya mendapati sebuah truk mollen terjerembab di jalan yang menjadi satu-satunya akses sekolah kami dengan “dunia luar” yang dapat dilalui oleh kendaraan roda 4. Sebenarnya, peristiwa ini adalah peristiwa kedua yang menjadi “korban” dari jalan makadam “maut” Insan Kamil. Sebelumnya sebuah truk pasir ngguling di tempat yang tak jauh dari terjerembabnya truk mollen itu. Saya mengetahuinya karena saya sedang akan menjemput anak saya Fauzan yang sekolahnya satu komplek dengan tempat saya mengajar. Seketika itu juga langsung saya berpikir, “Wah… sepertinya kuda akan menginap di sekolah malam ini..”

Tak lama menunggu di depan pintu gerbang, Fauzan terlihat batang hidunya. Dia mengajak saya untuk segera pulang. Saya memberi penjelasan kepadanya – sambil melihatkan keadaan truk mollen itu – bahwa kita belum bisa pulang karena ada truk mollen yang terjerembab disana yang menghalangi mobil kita untuk keluar dari sekolah. Alhamdulillah.. Dia mau mengerti. Dan dia bersedia menerima ajakan saya ketika saya memberinya solusi atas keinginannya -untuk pulang segera- dengan bermain di halaman SD.

Namun, saya mulai khawatir saat jarum jam menunjukkan pukul 12.30 dan belum ada progress report apa-apa dari truk itu, dimana saat itu adalah waktu Fauzan tidur siang. Dia tak akan bisa tidur tanpa bantal dan guling kesayangannya. Jadi saya harus mencari cara agar saya bisa memulangkan Fauzan terlebih dahulu.

Saya meminjam motor salah satu OB sekolah saya. Karena dia yang paling dekat posisinya dengan saya. Tak perlu mencari-cari pinjaman orang lain. Lagian, motornya sama, matic. Lumayan lah. Jika Fauzan mengantuk, konsentrasi saya tak terlalu pecah karena saya dapat memegang tangannya dengan tangan kiri saya, mengegas sekaligus merem dengan tangan kanan saya. Memang agak membahayakan, namun apa mau dikata, tidak ada cara lain yang sangkil dan mangkus.

12.45 saya memulangkan Fauzan dari sekolah. Dan benar dugaan saya, dia mengantuk di jalan.

Setelah Fauzan tidur nyenyak di tempat tidur, saya kembali ke sekolah sambil berharap sudah ada penanganan pada mollen yang terjerembab itu. Makbul, ketika saya tiba di sekolah, isi molen di keluarkan ke jalananan yang masih berupa tanah makadam tersebut. “Mungkin sebentar lagi bisa keluar tuh molen,” pikir saya. “Ya, jam 4 lah…” hibur saya dalam hati.

Kali ini saya salah prediksi. Saya menunggu sampai pukul 17.00 di sekolah. Untung saya ditemani Ustadzah Rani yang baik hati. Tapi tetap, dari pimpro saya tak mendapatkan jawaban kapan molen itu akan dievakuasi.

Akhirnya, saya menyerah. Saya pulang saja. Biarlah kuda dikandangkan di tempat yang berbeda. Artinya, malam itu kuda menginap di sekolah. Dan saya pasrahkan penjagaanya kepada Pak Andi dan pak Anto, Satpam dan penjaga malam sekolah kami.

Lalu, bagaimana cara saya pulang? Dengan sangat terbuka, Ustadzah Rani meminjamkan Revonya kepada saya, begini katanya, “Udah… Bawa saja. Sabtu Ahad, saya tidak ada agenda. Paling cuma di kosan ajha. Nanti kalau saya butuh motor, saya pinjam ke tetangga.”

Alhamdulillah… Allah menolong saya dengan cara-Nya. Akhirnya, setelah saya antarkan Ustadzah Rani ke kosannya yang tak jauh dari sekolah, saya bawa Revo itu ke rumah.

Terima kasih, Ustadzah Rani. Jazakumullahu khoiron katsiir.

Dan pukul 17.30 saya tiba di rumah dan harus mejawab pertanyaan dari Fauzan, “Ummi, mana mobilnya?”

 

***

Sidoarjo, 15 March 2011

04:45 PM

Di rumah

NB : Sekarang kuda sudah ada di rumah. Senin siang, truk mollen itu berhasil dievakuasi. Entah bagaimana caranya.

Tagged: , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: