Pagi Ini Fauzan Datang


Walau bagaimanapun adanya diri saya naluri keibuan itu juga ada pada diri saya.

Shubuh pagi ini, Fauzan, Kokong, Yang Ti, datang dari Pacitan. Saya yang sudah terbangun satu jam sebelumnya sangat senang bisa melihat anak saya pulang. Saya sambar jilbab yang menggantung di belakang pintu kamar depan dan langsung menghambur keluar rumah untuk segera berlutut memeluk pemilik tubuh 103 cm itu.

Saya menitikkan air mata. Kerinduan itu sangat menggebu. Padahal baru 5 hari tak membangunkannya, tak menyiapkan makan pagi dan malam, tak membuatkan susu, tak mendongenginya saat akan tidur, tak mendengar suara comelnya, tak mendengar rengekannya meminta sesuatu, dan semuanya. Fauzan pulang… Alhamdulillah.

Setelah dia mengucap salam, dia bilang, “Ummi, Ummi kangen nggak sama Mas Fauzan?” katanya sambil memeluk saya erat.

“Kangen, Nak. Kangeeeen sekali. Mas Fauzan kangen nggak sama Ummi?” tanya saya balik.

“Iya, Ummi. Mas Fauzan juga kangen sama Ummi. Kemarin Mas Fauzan mau bobo’ bilang sama Yang Ti. Yang Ti, Mas Fauzan kangen Ummi. Gitu, Mi,” jelasnya sambil memonyong-monyongkan bibirnya seperti biasa. Lucu sekali.

“O, ya? Nangis, nggak?” Tanya saya, padanya.

“Ya… Ya enggak,” saya tersenyum saja melihat jawabannya. Saya tahu dia juga kangen dengan saya. Buktinya, pelukannya sangat erat. Pipi kiri saya sampai diciumnya berkali-kali setelahnya.

“Lho, bibir Mas Fauzan, kenapa?” tanya saya terkaget-kaget melihat bibir bawahnya lebam dan ada sariawan besar di sekitarnya. Saya pegang wajahnya dengan tangan kanan dan menjauhkan wajahnya sedikit dari wajah saya.

“Mas Fauzan jatuh, Mi.”

“Jatuh? Kenapa bisa jatuh?” tanya saya berikutnya.

“Lari-lari sama dik Krisna,” jelasnya. Yang disebutkan adalah sepupu jauhnya. Krisna itu adalah anak dari anak Bu Lik saya. Orang Jawa bilang, mindoan.

“Nangis, nggak?” tanya saya lagi. Padahal saya sudah tahu jawabannya. Dia pasti menangis. Karena lukanya sampe memar begitu.

“Ya, nangis Mi. Tapi nggak lama, koq. Kan jagoan,” lanjutnya.

“Hebat! Mujahid Ummi tidak cengeng, ya?!” puji saya selanjutnya.

Dia masuk rumah dan menemukan sepatu abinya di dalam. “Ha? Ada Abi? Abi mana, Mi?” tanyanya meminta penjelasan sambil mencari sesosok laki-laki yang hampir setiap malam selalu dipandangi fotonya dan selalu dido’akan agar laki-laki itu senantiasa dalam lindungan-Nya. Laki-laki jangkung itu, ayahnya.

Saya masih membantu ibu dan papa menurunkan barang dari mobil. Dan ketika saya masuk, dia kembali menanyakannya, “Ummi, Abi mana, Mi? Ada sepatunya. Tapi di dalam rumah nggak ada,” dia berusaha menjelaskan kepada saya bagaimana dia mengetahui Abinya datang, padahal tidak ada yang memberitahu sebelumnya.

“Abi sholat ke Masjid, Nak. Ini kan, Shubuh,” jawab saya. “Sebentar lagi datang, Insya Allah. Mas Fauzan mau sholat Shubuh di Masjid juga?” lanjut saya.

“Enggak, ah. Hari ini di rumah aja. Nanti Mas Fauzan di depan jadi imam, Ummi di belakang jadi makmum,” lanjutnya dengan alasan mengapa dia tidak mau sholat Shubuh di masjid pagi ini. Alhamdulillah, ketidakmauannya itu tidak dialasankan karena dia sedang lelah karena menempuh perjalanan 8 jam dari Pacitan ke Sidoarjo, setelah sebelumnya mampir Nganjuk dan Surabaya. Tapi karena dia ingin menjadi imam. Tak apalah. Saya mengalah.  Saya sholat lagi. Sholat ini pun semua do’anya saya jahar-kan. Untuk membantunya mengingat bacaan sholat jika ada yang terlupa.

Setelah kami menyelesaikan “sholat Shubuh”, Abu Fauzan datang mengucapkan salam. Kontan Fauzan langsung berdiri dan berlari dari Musholla di ruang tengah ke ruang tamu.

“Wa’alaikumsalam, Abiii,” teriaknya.

Saya melipat mukena. Saya ke ruang tamu dan melihat Fauzan sudah dalam gendongan ayahnya.

Nyata benar rindu anak laki-laki saya itu. Terlihat dia menciumi pipi kiri dan kanan Abu Fauzan. Saya tersenyum melihatnya.

Pagi yang indah.

 

***

Sidoarjo, 27 Maret 2011

08:57

Tagged: , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: