Semarang, Perjalanan Menjemput Impian


Kamis siang sepulang sekolah, saya dan suami mengemasi beberapa baju untuk kami bawa ke Semarang. Ya. Ibukota Jawa Tengah ini insya Allah akan menjadi “persinggahan” kami selanjutnya. Kepergian kami kali ini adalah dalam rangka lapor diri suami ke Universitas yang telah menerimanya untuk bekerja pada Desember 2010 lalu. Universitas ini mau menunggu kontrak habis suami saya di Malaysia.

Kami berangkat pukul 15.30 tepat dari rumah. Kami berangkat berdua saja. Fauzan ditinggal di rumah dengan Yang Ti dan Kokongnya. Maklum, di Semarang ini recananya kami juga akan berkeliling mencari rumah kontrakan yang sesuai dengan budget yang kami punya untuk satu tahun ke depan. Jadi kalau mengajak Fauzan ikut serta bersama kami, saya takut dia akan kecapean dan pasti akan sangat rewel nanti di kendaraan. Fisiknya kan belum tangguh benar. Jadi, kami harus tega meninggalkannya dengan ibu dan papa saya di rumah.

Pukul 18.30 kami tiba di Tuban. Setelah sebelumnya istirahat dulu di Masjid Al-Falah untuk melaksanakan sholat Maghrib, beli air mineral, dan mengisi pulsa. Ada cerita menarik di masjid ini. Kami masuk ke masjid pukul 18.00, artinya sholat berjama’ah sudah usai. Dan ketika kami mulai melaksanakan sholat, takmir Masjid membunyikan speaker Masjid dengan keras dan “bernyanyi” diiringi dengan tabuhan. Saya tak tahu apa sebutan untuk kegiatan ini. Tentu saja, ini sangat mengganggu konsentrasi saya dalam melaksanakan sholat Maghrib yang saya jama’ dengan sholat Isya’. Bising sekali. Entahlah, saya jadi ingin segera meninggalkan Masjid tersebut. Astaghfirullah.

Lalu, tak jauh dari Masjid kami menemukan Rumah Makan Wahyu Utama 2. Kami pesan pecel lele, pecel ikan pe, ditambah 2 telur dadar, es teh, dan kopi jahe untuk suami. Karena sambal yang disajikan sangat mantap, suami minta tambahan satu cobek sambal lagi. Lumayan, hanya habis Rp 33.000. Tak lama, kami disana selama 30 menit karena kami sudah sangat lapar saat itu, kami melanjutkan perjalanan.

Sebagai navigator yang handal dalam perjalanan bersama suami, saya memandunya untuk jadi “pembalap”. Abu Fauzan memang cukup kalem dalam menyetir. Kadang, saya sampai gemas melihatnya melambatkan kendaraan saat jalanan sepi.

Alhamdulillah, tak ada hambatan yang cukup berarti semalam. Hanya kantuk yang menyerang yang membuat saya tak selalu memandunya. Jalan yang rusak yang kami temui Desember lalu pun sudah tak ada. Jalanan mulus dan lancar. Tak ada hambatan sedikitpun. Dan oleh karenanya kami tiba di Semarang tepat masuk ke hotel yang kami tuju pukul 24.30.

9 jam melakukan perjalanan bersamanya, tanpa Fauzan. Dan sepanjang jalan itu, kami tak henti-hentinya membicarakan Fauzan, perkembangannya, gayanya, dan semuanya. Mengingat anak adalah “sesuatu” yang membuat kedekatan kami tambah hangat.

 

***

Semarang, 13 Mei 2011

07:33 AM

Di kamar 1926 Hotel Plampitan Semarang.

Tagged:

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: