Sendiri Lagi (Episode Ustadzah Idya Rachmawati)


Waktu 4 bulan ini bukan tidak berarti apa-apa

Buat saya dan dia…

Kebersamaan yang sangat singkat

Saya dan dia dalam sebuah lembaga

 

Saya dikenalkan oleh Kepala Sekolah, bahwa saya akan mendapatkan seorang pendamping kelas yang baru. Seorang perempuan bernama Idya Rachmawati. Bertubuh tinggi langsing. Berkebalikan dengan saya. Beliau lulusan ITS Jurusan Biologi, tahun 2010. Usianya dengan saya terpaut 4 tahun. Beliau baru saja mencoba memilih menjadi seorang guru ketika memasukkan lamarannya di lembaga ini.

Dengan santunnya beliau menyampaikan, “Mohon bantuannya,” waktu pertama kali bersalaman hangat dengan saya.

“Ah, sama-sama, Ustadzah. Saya disini juga baru 1 tahun Oktober nanti.” Begitu sapa saya kepadanya.

Saya memahami bahwa beliau masih benar-benar baru dalam dunia pendidikan. Beliau belum tahu apa itu Silabus, RPP, Promes, Prota, dan bahkan cara mengajar yang baik, sehingga murid “menantikan kehadiran” beliau. Namun, dengan gencar beliau memperhatikan saya di hadapan murid kelas I, yang sangat susah untuk diatur. Beliau mencermati semua tindakan saya dalam mengamankan situasi kelas saat koncar kacir. Pun ketika suara saya habis, beliau memperhatikan bagaimana murid-murid saya tetap fokus kepada saya.

Perlahan, beliau belajar. Bukan hanya dari saya. Tapi dari beberapa orang guru lainnya di kelas beliau mengajar. Beliau sempat menangis di depan saya karena bingung mengendalikan kelas 3. Saya tanggapi cerita beliau dengan seksama. Lalu memberinya solusi manajemen kelas yang baik. Beberapa hari berikutnya, wajahnya tampak menunjukkan keceriaan, artinya beliau sepertinya sukses di kelas. Saya tak akan bertanya, sampai beliau mengungkapkan sendiri kesuksesan beliau pada saya. Dan benar saja, ternyata beliau sukses menarik minat belajar siswanya hari itu.

Lama-lama beliau menjadi Ustadzah yang juga dicari muridnya saat beliau belum datang ke kelas. Murid kelas 3 atau 4, sering ke kelas saya dan mencari beliau.

Di kelas, saat saya mengisi Buku Penghubung di pagi hari, beliau tak segan mengambil alih peran saya memberi taujih pagi kepada murid-murid saya. Pun ketika jam mengajar saya penuh hari itu, beliau dengan cekatan mengisi BP dengan memperhatikan detail dari masing-masing siswa. Saya sering bilang pada beliau, “Kita harus jujur menilai siswa kita. Agar kita tahu perkembangannya. BP ini, kalau dia menyimpannya sampai dia dewasa nanti, akan menjadi bukti nyata ‘perubahan’ dirinya. Sukses tidaknya dia dalam akhlaq dan akademiknya, juga bisa kita lihat dari Buku Penghubung ini. Jadi, jangan setengah hati saat Anda mengisi BP siswa-siswa Anda dimana pun Anda berada.”

Begitulah, beliau mengikuti “aturan main” yang saya terapkan dalam pengisian BP murid-murid di kelas saya. Jika ada yang tidak selesai, beliau langsung mengambil BP siswa tersebut dan memberinya nilai 1/2 atau bahkan -.

Hari ini, saya terakhir bertemu dengannya. Besok, tidak ada lagi tubuh jangkung di kelas saya, tidak ada lagi suara lembut yang mengimbangi suara saya, tidak ada lagi yang membantu saya menakar nasi jatah makan siang anak-anak, tidak ada lagi yang membantu saya mengisi BP, tidak ada lagi yang membantu saya memotivasi siswa untuk berinfaq, tidak ada lagi yang mengajar IPA, Ekskul, dan Pustaka di kelas saya yang sebaik beliau mengajar, tidak ada lagi senyumnya di belakang murid-murid saya ketika saya ingin “menjebak mereka”, dan yang pasti tidak ada lagi yang membantu saya merapikan administrasi kelas.

Tapi, do’a saya buat beliau semoga di tempat yang baru, beliau mendapatkan yang lebih baik. Penghasilan, aktualisasi diri, dan mungkin kesempatan untuk belajar lagi melanjutkan S1-nya. Seperti mimpi-mimpi beliau yang beliau ceritakan pada saya diawal pertemuan dengannya.

Barakallahu fii kum, ukhtii… Fii Amaanillah…

 

***

Sidoarjo,

*Foto : koleksi pribadi. Ustadzah Idya yang memakai jilbab merah maroon.

Tagged: , , ,

2 thoughts on “Sendiri Lagi (Episode Ustadzah Idya Rachmawati)

  1. windi 30 Desember 2013 pukul 1:22 PM Reply

    Membaca tulisan anti…ane jd ingat dg dek Idya, adik kelas waktu di kampus. Akhwat yg lembut, kalem dan keibuan, tdk seperti diriku yg preman…hehe….smg dia selalu dalam lindungan Allah dan keberkahan dalam setiap langkah…
    btw sekarang anti ngajar di Smpit ya…barakallah ukhty…selamat berjuang ya…!!!dan selamat menyelami jiwa2 muda. Pastinya akan banyak inspirasi dari mereka….:)

    Suka

    • Lailatul Qadr 30 Desember 2013 pukul 3:41 PM

      Hehe… Iyah, di SMP. Alhamdulillaah, Ukht… Jiwa-jiwa muda membuat hidup saya lebih bergairah.

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: