Sepanjang Perjalanan Kemarin


Hari Jum’at kemarin saya dalam aktivitas mobile yang cukup tinggi. Pulang sekolah, saya ke kampus ITS mendaftarkan anak-anak saya mengikuti lomba Olimpiade Matematika ITS 2011. Jarak yang saya tempuh adalah 34,4 Km.

Setelah dari sana, saya ke stasiun Gubeng untuk membeli tiket KA dari Surabaya Pasar Turi tujuan Jakarta Gambir. Saya menempuh jarak sejauh  6,8 Km. Setelah dari Stasiun, saya ke rumah mertua saya di Pacar Keling Surabaya, tidak jauh dari stasiun Gubeng, hanya berjarak 1,5 Km. Kemudian dari sana saya kembali ke rumah orang tua saya di Sidoarjo yang berjarak 23,4 Km dari Pacar Keling. Total jarak yang saya tempuh kemarin dengan Vario merah saya adalah 66,1 Km.

Saya menikmati perjalanan itu. Karena saya menemukan beberapa hal yang menurut saya “penting” untuk menjadi ide tulisan saya kali ini.

Pertama, saya bertemu dengan mobil sedan sport (hanya 2 pintu) berwarna emas. Saya tidak tahu apa merk nya. Mobil ini menarik perhatian saya bukan karena warnanya atau karena sporty-nya. Tapi karena ketika melaju di jalan yang mulus −sekalipun− mobil ini bergoyang alias “kocak”. Saya memperhatikannya dengan seksama. Ada apa dengan mobil ini sebenarnya? Mengapa dia terguncang meskipun jalanan yang dilaluinya tidak bergelombang sama sekali? Sepertinya rodanya tidak senter. Roda kiri belakangnya terangkat sedikit. Saya tidak tahu apa sebabnya. Karena saya tidak berhenti dan menggedor kaca jendela mobil itu, untuk sekedar bertanya dan membunuh rasa penasaran saya kepada pemiliknya perihal mobilnya yang goyang itu.

Hanya saja, beberapa pertanyaan diatas terus menerus menghantui saya hingga saya pulang ke rumah. Ditambah lagi pertanyaan-pertanyaan berikut. Bagaimana rasanya ketika berada di dalamnya? Apakah sang sopir tenang-tenang saja saat mengendarai mobil yang “tidak beres” itu? Apakah sang sopir tidak terasa ada guncangan hebat ketika dia menginjak pedal gasnya? Jika saya berada di dalam mobil seperti itu, mungkin ketika keluar dari sana, saya akan mabok.

Setahun yang lalu, Kuda saya mbrebet saat dioper gigi satu ke gigi dua atau gigi dua ke gigi tiga. Saya yang saat itu sedang tidak memegang kemudi merasakan “ketidaknyamanan” ini. Waktu itu suami saya bilang, “Ah, mungkin karena kecepatannya terlalu rendah, sehingga saat pindah gigi tiga, terlalu berat ngangkatnya.”

Saya berargumen, “Masa, sih? Biasanya tidak seperti ini terasanya. Bukan itu penyebabnya kayanya.” Meski tidak tahu otomotif, saya bisa merasakan nyaman tidaknya kendaraan yang saya tunggangi. Insting saya cukup kuat. Ternyata papa saya menemukan ketidakberesan yang dialami si Kuda.

Kembali ke sedan tadi. Masa siy, penumpang −dan terlebih sang sopir− tidak mengalami seperti yang saya rasakan? Minimal rasa tidak nyaman itu, lho. Apa dia tidak khawatir akan terjadi sesuatu pada mobil dan dirinya di tengah jalan? Pertanyaan-pertanyaan itu tidak terjawab. Saya tersenyum kecut dan menyalip mobil itu dengan was-was.

Kedua, yang menarik perhatian saya adalah himbauan Polres Sidoarjo untuk pengendara roda dua. Tulisan di perempatan Babalayar itu berbunyi seperti ini, “R2 Nyalakan lampu atau TILANG”. Tulisannya biru diatas kain berwarna putih, hanya tulisan TILANG yang berwarna merah.

Sebuah kalimat yang langsung terbetik di kepala saya saat itu juga adalah, “Weitsss… Galak bener Polres Sidoarjo ini. Langsung main tilang.”

Karena tulisan provokatif itu juga akhirnya saya jadi sebel kepada pengendara motor yang tidak mau menyalakan lampu motornya di siang hari. Apalagi kemarin hari hujan. Juga kepada mobil-mobil yang lampu remnya mati. Harusnya mereka juga kena tilang, dong. Kan mereka dapat mencelakakan kendaraan di belakang mereka jika lampu remnya tidak menyala? Kemarin juga saya sempat empet ketika melewati Jl. A Yani Surabaya. Saya menemui, paling tidak, tiga mobil “mewah” dan satu mobil pick up yang yang lampu remnya tidak menyala. Hanya perasaan dongkol kepada pemiliknya saja yang sanggup saya lakukan.

Ketiga, kemarin saya melalui Jl. Raya Kertajaya Indah untuk sampai ke kampus ITS. Saya selalu enggan melewati jalur ini. Sebab, jalannya “keriting”. Walaupun naik mobil enak, masih terasa sekali betapa keritingnya jalan ini, apalagi naik motor yang shockbreaker–nya hanya satu seperti Vario? Saya sampai harus mengurangi laju motor saya jika tidak ingin jatuh terpeleset dan tidak seimbang.

Keempat, traffic light yang saya jumpai selalu menarik untuk diungkap. Jangan harap saya mau melewati garis putih yang memberi batas kepada semua kendaraan untuk tidak melebihi garis itu saat berhenti. Meski ada yang meng-klakson saya berkali-kali untuk meminta kendaraan saya melewati garis putih itu, saya tetap bergeming.

Saya jadi teringat beberapa tahun lalu, ada sebuah iklan layanan masyarakat. Sebuah mobil me-rem mendadak mobilnya ketika sang sopir tersadar bahwa lampu sudah menyala merah. Dan si sopir membetulkan posisi kendaraannya yang melebihi garis tersebut. Dia memundurkan mobilnya sehingga roda depan mobil tepat berada di belakang garis putih.

Suatu kali, pak Polisi membolehkan kami, para rider untuk melewati garis putih pada sebuah pertigaan di Sidoarjo. Saya tidak mau. Saya menggeleng. Bagi saya, sekali saya melanggar, seterusnya saya akan membuat atau mencari-cari alasan untuk selalu melakukannya.

“Selisih berapa detik, sih saya berada tepat di belakang garis dengan saya melewati garis itu? Paling hanya sepersekian detik. Lalu, untuk apa saya membahayakan diri saya dengan melanggar aturan yang sudah ditetapkan?” Pikir saya. Tiba di Sidoarjo lebih cepat atau tidak hanyalah soal keahlian. Ya, keahlian saya dalam menguasai medan “kerasnya” jalanan yang di dominasi “pasukan berhelm”, sama seperti saya.

Kelima, terakhir. Ketika Vario merah saya memasuki kembali Kabupaten Sidoarjo, saya menjumpai mobil VW beetle baru. Warnanya, cukup indah di mata saya. Jingga. Kalau ini, saya tidak akan berkomentar banyak. Sebenarnya memang bukan mobilnya. Tapi jingganya terlihat sangat indah di mata saya. ^_^

 

***

Sidoarjo, 05 Pebruari 2011

08:28 PM

 

Tagged: , , , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: