Mengajarkan Muraqabatullah Pada Fauzan


Sore tadi terjadi sebuah diskusi hangat antara saya dan anak saya, Fauzan, tentang pengawasan Allah kepada manusia.

Saat itu dia berceloteh tentang kematian. Saya coba menjelaskan padanya, tidak selalu orang meninggal dunia itu di usia yang sudah tua. Bisa jadi seseorang meninggal dunia di usianya yang masih muda. Bahkan anak-anak. Saya mengingatkan dia tentang kakak saya yang meninggal di usia 7 tahun. Fauzan pernah saya ajak ke makam kakak saya itu sebagai bentuk pendidikan dzikrul maut (pengingat kematian) yang saya terapkan padanya. Rupanya, dia ingat dengan makam kakak saya yang jarak nisan satu dengan lainnya berdekatan (anak-anak), tidak berjauhan sebagaimana beberapa makam yang lain (orang dewasa).

Kemudian saya jelaskan pula padanya bahwa umur manusia itu adalah sebuah misteri.  Tidak ada seorang pun yang mengetahuinya, kecuali Allah. Bisa saja saya meninggal di hadapannya sekarang dan tak sempat melihatnya tumbuh besar dan dewasa.

Karena umur adalah sebuah misteri, maka tujuan penciptaan manusia yang hanya satu itu, yakni beribadah kepada Allah, harus menjadi tujuan akhir hidup kita di dunia. Sebisanya untuk meniatkan semua kegiatan kita adalah dalam rangka beribadah pada Allah. Dan jika sewaktu-waktu ruh kita diambil oleh malaikat pencabut nyawa, saat itu kita sedang dalam keadaan beribadah.

Dia diam saja mendengarkan apa yang saya sampaikan. Setelah mengambil jeda beberapa saat, saya melanjutkan kuliah saya padanya. Saya menyampaikan tentang pengawasan Allah pada diri manusia. Saya katakan padanya bahwa Allah Maha Melihat segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Termasuk yang tersembunyi dalam hati manusia. Saya sambil menunjuk ke dadanya.

Dia menyimpulkan dengan berkata, “Jadi, Allah melihat kita, ya Mi?”

“Tentu saja, iya,” jawab saya cukup ekspresif.

Lalu saya sampaikan juga padanya, bahwa jangan pernah merasa sendirian. Sebab Allah selalu bersama kita. Allah selalu mengawasi kita. “Kalau Fauzan merasa Ummi, Abi, bu Guru, dan teman-teman, tidak melihat  saat Fauzan merusakkan mainan teman, Fauzan salah. Sebab Allah melihat, Allah mengetahui, apa yang sudah Fauzan lakukan,” jelas saya dengan memberikan contoh nyata padanya. Biar lebih mengena.

Well, penjelasan yang saya berikan pada Fauzan sore ini adalah sebuah bahasan yang berat. Entah masuk dalam memorinya atau tidak, saya tetap akan terus menyampaikannya. Sebab saya yakin dia telah merekam informasi awal tentang muraqabatullah yang baru saja saya ajarkan padanya. Mungkin lain waktu, saya akan recalling mengenai bab ini.

Fauzan anak Ummi yang tercinta, jika Ummi tak sempat melihatmu tumbuh dewasa, Ummi hanya ingin kau mengerti, Nak. Betapa Ummi mencintaimu. Dan hanya ingin agar kau selalu mengingat bahwa ruhmu telah melakukan “kontrak” tauhid dengan Allah. Maka, jangan pernah sekutukan Dia dengan sesuatu apapun. Jagalah dirimu, keluargamu, dan orang-orang di sekitarmu dari siksa api neraka. Dan ingatlah bahwa Allah selalu mengawasi dan juga menjagamu. Dengan begitu, kau akan punya satu jurus jitu dalam beribadah, mawas diri. Fauzan… Ummi sayang Fauzan.

***

Semarang, 15 October 2011

22:51

Hanya ini yang bisa saya tuliskan

Tagged: , , , ,

2 thoughts on “Mengajarkan Muraqabatullah Pada Fauzan

  1. Vina Ayuningtyas 19 Oktober 2011 pukul 4:07 PM Reply

    Aku punya teman akhwat yang udah punya seorang putri kecil berusia satu tahun. Temanku itu suka ngajak ngobrol anaknya, ato menasihati, seperti halnya ia berbicara dengan orang dewasa. Awalnya aku ngerasa aneh, “emang tu anak ngerti ya sama apa yang dibicarain” gitu aku mikir.. Tapi ternyata emang bener lo, si anak jadi lebih mengerti harus bersikap bagaimana, dan lebih nurut sama ibunya. Beda sama anak2 lain yang diperlakukan tidak seperti yang temenku itu lakukan ^^

    Suka

    • Lailatul Qadr 19 Oktober 2011 pukul 9:53 PM

      Sejak kecil, Fauzan juga sering kami ajak “bicara” tentang banyak hal, Vin… Alhamdulillah, sedikit banyak penjelasan kami masuk ke dalam memorinya. Terima kasih telah berkunjung kesini, ya Ukhtii cantik…

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: