Kuliner 6 Bulan di Semarang


Postingan kali ini saya ingin bercerita mengenai kuliner Semarang setelah sebelumnya saya bernostalgila dengan kuliner jaman ngampus dulu. Selama 6 bulan tinggal di Semarang, saya dan suami bisa dikatakan sering makan di luar. Sebenarnya, banyak alasan mengapa kami sering makan di luar. Apapun alasan itu, disini saya ingin merekomendasikan beberapa tempat makan yang ciamik soro menurut saya.

Bakso
Sebagai penyuka dan penikmat bakso, saya menilai dengan angka 8 bakso Pak Kumis yang saya beli di Plaza Semarang a.k.a Plaza Matahari. Orang asli Semarang pasti mengerti dimana letak mall ini. Yes, of course  letak mall ini di daerah Simpang Lima.

Warung Pak Kumis terletak di lantai 4. Seporsi bakso komplit dihargai Rp 12.000,-. Rasa bakso dan kuahnya mantap.

Selain bakso Pak Kumis, ada bakso kaget yang masuk ke dalam daftar recommended menu kali ini. Kuahnya kerasa rempah banget. Bakso ini bisa ditemui juga di Simpang Lima, di mall berbentuk kastil (istana) dengan tulisan “Pusat Oleh Oleh Khas Semarang.” Saya lupa nama tempatnya. Letak tepatnya di sebelah Living Plaza (dibatasi jalan)

Mengapa diberi nama bakso Kaget? Menurut filosofi yang saya baca di warung tersebut, karena di dalam bakso-bakso itu ada isinya dan isi masing-masing bakso berbeda; keju, cabai, jagung, daging cincang, maka orang yang memakannya akan terkaget dengan isi bakso yang sedang dimakannya. Seperti tebak-tebak berhadiah gitu deh. Kalau pas kena yang cabai, pasti kagetnya terasa 2 kali, karena rasa baksonya jadi lebih pedas dari bakso yang lain. Yang membedakan warung bakso ini dengan warung bakso lain adalah “kekuatan repmah” pada kuahnya. Seperti yang saya sebutkan diatas bahwa kuahnya nendang abis.

Selepas makan seporsi bakso ini, tubuh saya jadi terasa lebih hangat. Pas banget kalau dimakan saat hujan atau setelah hujan. Makanan tepat untuk menghangatkan tubuh.

Sate
Sampai sejauh ini, saya masih merekomendasikan sate ayam di Jl. Majapahit, letak tepatnya di pertigaan Jl. Majapahit – Fatmawati. Jenis dan macam satenya banyak. Selain daging ayam, juga ada sate jeroan ayam, sate usus ayam, dan bakal telur ayam. Selain itu, pedagang sate yang memberi judul pada gerobaknya “Sate Ayam Madura” itu juga menjual sate kambing.

Meski judulnya sate Madura, tapi kuah kacang sate ini tidak seenak kalau membeli sate Madura di Surabaya atau Sidoarjo, tempat asal saya. Saus satenya terlalu encer. Kurang nendang.

Setelah beberapa kali membeli sate di beberapa tempat saya mendapati fakta yang hampir sama. Kuah kacangnya terlalu encer. Entah apakah fakta ini juga berlaku di tempat-tempat penjual sate lain di seluruh wilayah Semarang Raya ini. Pembaca ada rekomendasi penjual sate (di Semarang ini) yang sausnya tidak encer dan seenak bumbu-bumbu sate di Surabaya dan Sidoarjo??? Kalau ada beri komentar dibawah.

Bebek Goreng

Bicara bebek goreng ingatan saya langsung ke bebek goreng Simayako di Sidoarjo. Sambal hijaunya mantap tiada dua. Di Semarang ini, saya belum mendapatkan tempat makan bebek goreng yang pas dan mantap seperti bebek goreng Simayako. Tapi, kecintaan suami akan bebek goreng membuat kami berkelana ke beberapa warung bebek goreng.

Dan sampailah kami di warung bebek goreng di Jl. Majapahit (lagi-lagi Jl. Majapahit). Potongan bebeknya besar, dagingnya banyak, dan empuk. Gurih. Tapi jangan tanya sambalnya, ya. Sambalnya sangat pedas. Saya hanya berani mencicipi sedikit saja. Tidak kuat dengan pedasnya si sambal.

Letak tepat warung ini (dari arah Simpang Lima) di sebelah kiri jalan. Sebelum Indomaret yang berseberangan langsung dengan sekolah SDIT Harapan Bunda Semarang. Sekitar 100 meter sebelumnya.

Karena mantapnya rasa bebek gorengnya, pengunjung warung sederhana itu sangat banyak. Pembeli sampai harus mengantri tempat duduk, bergantian, untuk makan di tempat. Harga yang dibanderol oleh penjual untuk sepotong bebek goreng, adalah Rp 12.000,-. Harga itu belum termasuk nasi, ya. Kemarin kami membeli 2 potong bebek goreng, 1 jeroan bebek, 3 porsi nasi, dan 3 es teh manis, di hargai sebesar Rp 37.500,-.  Hmmm… Lumayan.

Nasi Gudeg
Menikmati gudeg, memang tidak pas kalau bukan di tempat asalnya, Jogja. Tapi Semarang adalah Kota yang tak jauh letaknya dari Jogja. Jadi, rasa manis gudeg tak akan jauh beda dari asalnya. Begitu pikir saya.

Sebenarnya saya mendapat rekomendasi dari seorang teman bahwa nasi gudeg yang mantap terletak di Jl. Fatmawati di dekat Ada Swalayan. Warung Pak Leman namanya. Sayangnya, saat keinginan makan gudeg ini muncul, warung Pak Leman tidak buka. Jadilah saya dan suami mencoba mencari tempat lain. Menurut rekomendasi yang kami baca di internet sebelumnya, di dekat stasiun Poncol ada penjual gudeg yang direkomendasikan oleh penulis. Dari kontrakan saya di Graha Mukti, Tlogomulyo, ke stasiun Poncol bisa dikatakan sangat jauh. Maka kami memutuskan untuk memperhatikan sepanjang jalan yang kami lalui. Siapa tahu ada penjual gudeg.

Kami masih menyusuri sepanjang Jl. Mojopahit. Di kanan jalan (perjalanan menuju Simpang Lima) ada Warung Gudeg Bu Asih yang letaknya tak jauh dari Lotte Mart. Warungnya kecil saja, siy. Warung bongkar pasang. Saya yakin, kalau siang warung ini tidak tampak.

Gudegnya, mantap sekali. Nendang banget. Kami memesan 2 porsi nasi gudeg dan seporsi nasi ayam goreng ditambah 2 es teh manis dan 2 krupuk. Bu Asih membanderol makanan yang kami beli dengan harga sebesar Rp 35.000,-

Well, mungkin itu yang bisa saya tuliskan tentang kuliner di Semarang Raya. Tentu saja ini menurut cita rasa saya. Oia, satu hal lagi tentang porsi nasi. 1 porsi nasi di warung-warung di Semarang ini tampak lebih sedikit dibandingkan dengan seporsi nasi di warung-warung di Sidoarjo atau Surabaya. Untuk yang biasa makan banyak, sepertinya bakalan nambah deh. Selamat mencoba, sahabat.

 

***
Gubug Jingga Di Dalam Hujan
Semarang, 05 November 2011
22:33
Gundah yang mencerah

Tagged: , , , , , , ,

18 thoughts on “Kuliner 6 Bulan di Semarang

  1. Khaerun Nisa 9 Oktober 2013 pukul 6:46 PM Reply

    Klo gak salah nama tempatnya bakso kaget di “istana brillian”…mbak, klo menurut saya, jualan sate ayam yg enak itu, yg biasa lewat depan rumah s, tp dtgnya agak malam, klo ummi fauzan nnt ke semarang klo mau nyobain harus nginap dirumah…hahaha

    Suka

  2. ergiwhey 12 September 2012 pukul 10:02 AM Reply

    ini kalo ada gambarnya kali seru mbak…🙂

    Suka

    • Lailatul Qadr 12 September 2012 pukul 10:48 AM

      Hmmm… Saya gak sempet moto waktu itu…

      Suka

    • ergiwhey 12 September 2012 pukul 2:16 PM

      ouwww,,,, lain kali aja mbak,, soalnya kalo mbaca tok kurang tervisualisasikan. #hayah

      Suka

    • Lailatul Qadr 12 September 2012 pukul 2:21 PM

      Ho oh…

      *postingan ini perlu di delete gak yah…?*

      Suka

    • ergiwhey 12 September 2012 pukul 4:12 PM

      kok??? didelete???

      Suka

    • Lailatul Qadr 12 September 2012 pukul 4:28 PM

      Hmmm… Karena sesuatu, mbak…

      Suka

    • ergiwhey 12 September 2012 pukul 4:30 PM

      lhooo??

      Suka

    • Lailatul Qadr 12 September 2012 pukul 4:38 PM

      Mampir MP saya dulu mbak Widh…

      Suka

    • ergiwhey 12 September 2012 pukul 4:49 PM

      sudah kok mbak,, ada apakah??

      Suka

    • Lailatul Qadr 12 September 2012 pukul 4:55 PM

      Ya sudah kalo sudah… Saya pikir belum. Hehehe…

      Suka

    • ergiwhey 12 September 2012 pukul 5:07 PM

      mba,,, mba,,, meski saya tidak tau pasti, tapi saya mencoba meraba apa yg terjadi.

      Suka

    • Lailatul Qadr 12 September 2012 pukul 5:16 PM

      🙂

      Suka

  3. Roris 5 Desember 2011 pukul 4:54 PM Reply

    BTW mba, aq blm pernah kuliner di smarang ^_^

    Suka

    • Lailatul Qadr 5 Desember 2011 pukul 10:25 PM

      Pancen kowe, ki dudu cah Semarang tho???

      Suka

  4. Budiman As'ady 12 November 2011 pukul 11:26 AM Reply

    wow.. ternyata kuliner dimana2 sama menunya, he…

    Suka

    • Lailatul Qadr 12 November 2011 pukul 1:44 PM

      Kalo yang biasa, ya masak ajha di rumah…

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: