Hari Pahlawan : Tak Ingin Menjadi Orang Biasa


Hari ini adalah 10 November. Republik kita tercinta ini sedang memperingati Hari Pahlawan sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan pada peristiwa heroik tahun 1945 itu. Arek-arek Surabaya dengan gelora semangat yang luar biasa dengan hanya bersenjata bambu runcing dan kalimat takbir mampu melawan tentara Inggris bahkan dalam peristiwa ini tercatat Jendral Mallaby, sebagai komandan sekutu, mati terbunuh.

Pahlawan-pahlawan itu berjuang melawan tentara Inggris sampai titik darah penghabisan. Hingga jembatan yang ada di dekat TKP (lokasi peperangan kala itu) berwarna merah darah karena banyaknya nyawa para pahlawan yang melayang diiringin dengan cucuran darah yang melapisi jembatan itu.

Seorang pahlawan sejatinya tak pernah berniat akan dicatat sebagai seorang pahlawan. Tak pernah berfikir jika wafat akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan ataupun dikenang jasanya. Seorang pahlawan hanya berorientasi pada kerja nyata dan pengorbanan. Tak peduli dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun kondisinya. Dia mengeluarkan semua potensi yang dimilikinya hingga kehebatan dalam dirinya muncul dalam menantang kehidupan hingga akhirnya dia mampu mengukir sejarah. Di hari itu pun, tak banyak yang tahu nama mereka yang gugur disana.

Lalu, bagaimanakah dengan hari ini? Masih adakah sosok pahlawan itu?

Mencari Pahlawan Indonesia

Yang paling saya ingat dari buku ‘Mencari Pahlawan Indonesia’, karya Ustadz Anis Matta, adalah seri 26 : aib kepahlawanan. Ustadz Anis Matta menuliskan bahwa aib kepahlawanan adalah ketika seorang memilih untuk memilih menjadi orang biasa. Orang biasa menjadikan hidupnya santai dan tanpa beban. Hingga ia menjadikan hidupnya seperti air yang tergenang, tak banyak riak dan gelombang. Sedangkan ketergenangan itu sangat mudah terkotori dan keruh, atau bahkan habis oleh sengatan panas matahari. Ketika memilih menjadi orang biasa, maka seseorang tak akan pernah menjadi seorang pahlawan, padahal potensi yang dimilikinya sangat mungkin untuk dicatat sebagai pahlawan dalam sejarah.  Padahal seharusnya ia layak menjadi pahlawan di jamannya. Padahal banyak yang bisa dilakukannya untuk menjadikan hidupnya lebih bergelora dan bergelombang (dinamis).

Lalu, sampai dimanakah posisi saya sebagai seorang ibu, sebagai seorang (mantan) guru, seorang yang menjadi bagian dari masyarakat?

Waduuuuh… Tepok jidat saya. Saya merasa jauh dari semua hal diatas. Untuk satu ungkapan yang ditulis oleh Ustadz Anis Matta saja, saya masih merasa menjadi “orang biasa”. Saya hanya seorang dengan level “standard”. Belum mampu menggelorakan hidup saya hingga lebih “bergelombang”.

Dan hari ini, saat saya kembali tersadar bahwa sekarang adalah hari pahlawan, ada bersitan keinginan untuk kembali memperbaiki kualitas diri. Bersemangat kembali untuk tak hanya menjadi “orang biasa”, bersemangat lagi untuk menyebarkan semangat kepahlawanan kepada semua orang, dan bersemangat lagi untuk berkarya dan bekerja. Bukan untuk dilihat sebagai pahlawan, na’udzubillahi min dzalik semoga saya terhindar dari niatan seperti ini, tapi hanya sebagai bentuk optimalisasi semua potensi yang saya miliki dalam rangka mensyukuri nikmat yang telah diberikan-Nya untuk mendapatkan riho-Nya.

Di akhir tulisan ini saya juga ingin mengingatkan terutama untuk diri saya pribadi. Saat kita mulai melakukan optimalisasi potensi yang kita miliki, sebaiknya kita ingat sebuah hadits yang sudah jamak kita dengar, bahwa segala sesuatu bergantung dari niatnya. Karena susungguhnya “Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.” (at-Taghaabun: 4)

Wallahu’alam

***
Gubug Jingga Di Dalam Hujan
Semarang, 10 November 2011
13:30
Tulisan ini untuk memperingati hari pahlawan dan ditujukan untuk diri sendiri.

Tagged: , , , , ,

2 thoughts on “Hari Pahlawan : Tak Ingin Menjadi Orang Biasa

  1. Budiman As'ady 12 November 2011 pukul 11:07 AM Reply

    buku satu lagi yang diincar (non-novel) belum kesampaian😦

    memaksimalkan potensi? ah…

    Suka

    • Lailatul Qadr 21 November 2011 pukul 9:59 AM

      Buruan beli… ^__^

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: