Menunda Mengenalkan Huruf dan Angka


Mengajarkan membaca pada Fauzan di usianya yang telah menginjak 4 tahun lebih terdengar sangat terlambat. Beberapa metode justru mengajak para orang tua untuk mengajar –atau saya lebih senang menyebut ini dengan “mengenalkan simbol”– huruf atau kata pada anak di usia yang sangat dini. Bahkan saya pernah menyaksikan di youtube ada bayi yang baru berusia 1 tahun tapi dia sudah bisa membaca. Luar biasa. Sang ibu menggunakan metode Glenn Doman dengan flash cardnya.

Sebenarnya ada ketakutan tersendiri dalam diri saya saat mulai mengenalkan simbol pada Fauzan. Ketakutan yang pertama, seperti yang diungkapkan oleh Sudjarwo -Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ditjen PNFI Kemendiknas- bahwa balita yang sudah bisa membaca akan mengalami mental hectic. Penyakit ini akan merasuki anak tersebut di saat dia kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar. Si anak cenderung jadi pemberontak. Contoh konkritnya, tak mau sekolah dengan banyak alasan yang terdengar “dibuat-buat”.

Pengalaman menjadi guru selama 3 tahun lebih, sombong banget kedengarannya, saya mendapatkan satu pengalaman unik. Seorang siswa saya, sangat lancar saat membaca. Apalagi menulis jugaberhitung. Guru TK pun sangat merekomendasikan dia untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, SD.

Tapi anehnya lancar membaca itu tidak memastikan seseorang (dalam hal ini dia) bisa mengerti apa yang dibacanya. Pun terkait berhitung. Dia akan mudah menghitung 6 + 8 = 14. Tapi dia akan kesulitan jika menemui soal cerita lalu diminta untuk mengerjakan. Tak mengerti mau diapakan soal itu.

Ternyata, setelah dipantau lebih jauh lagi oleh guru BK dan observasi difokuskan pada pengukuran, konsep banyak-sedikit, besar-kecil, dan panjang-pendek, si anak tidak terlalu faham.

Pada observasi lebih mendalam, guru BK memintanya mengelompokkan kata. Guru BK menyebutkan beberapa kata dan memintanya menyebutkan satu kata yang bisa menunjukkan kelompok kata apa yang dimaksud oleh Guru BK. Contohnya Guru mengatakan, “merah, kuning, hijau, ungu, hitam”. Seharusnya, si anak menjawab “warna”, atau paling tidak  “pelangi”. Masih memper-memper dikit lah. Tapi siswa saya ini menyebutkan kata yang sama sekali jauh dari maksudnya. Diberi beberapa kali kesempatan untuk mengubah jawaban, tetap saja jawaban si anak kurang tepat.

Sungguh mengejutkan saat saya punya kesempatan sharing dengan rekan sesama guru dari sekolah lain. Ternyata apa yang saya alami itu juga pernah dia temui. Padahal anaknya berbeda, kultur sekolah berbeda, kultur budaya pun berbeda. Artinya apa yang saya hadapi saat itu, bukan hanya kebetulan belaka. Mungkin di luar sana jauh lebih banyak siswa-siswa SD dengan indikasi yang sama seperti siswa saya itu.

Karena dua hal diatas lah, maka saya “menunda” mengajak Fauzan mengenal simbol huruf dan angka. Tapi penundaan itu tidak hanya berhenti sampai kata tunda tanpa pernah melakukan apa-apa. Saya juga menyiapkan stimulus lain dalam rangka mengajaknya mencintai membaca.

Wallahu’alam

***
Gubug Jingga Di Dalam Hujan
Semarang, 11 November 2011
22:16
Sekadar berbagi

Tagged: , ,

13 thoughts on “Menunda Mengenalkan Huruf dan Angka

  1. sinta kartika wati 9 Maret 2014 pukul 9:15 PM Reply

    Saya fikir jg gitu….yg penting metodenya tidak memaksa, sambil bermain, bernyanyi, dll fun learnimg,anak saya umur 3 tahun ikut bimbel bimba…4 tahun udh bs baca…skrg umur 8 tahun..kls 2sd prestasinya bagus ranking 2, bahasa indo, inggris, arab, mtk nya nilainya diraport 9….hobby baca buku, alhamdulillah ngk ada masalah….enjoy2 aja, saya ngk maksa dia belajar….tp dia kl ada pr tanpa disuruh sdh mgerjakan sendiri…..dia jarang belajar kecuali kl ada ulangan doang…..intinya dia happy, tak tertekan, pelajaran soal cerita dlm matematika gampang ngk ada masalah sama sekali…..

    Suka

    • Lailatul Qadr 13 Maret 2014 pukul 10:07 AM

      terima kasih sudah berbagi…
      tapi saya tidak memasukkan anak saya di bimbel… saya lebih senang kalau saya sendiri yang mengajarkannya. lebih bahagia…🙂

      Suka

  2. Anastasie Di Gobi 25 Juli 2012 pukul 1:06 PM Reply

    bunda.. Saya mohon izin untuk memakai artikel ini untuk dijadikan salah satu sumber materi ya…

    terimakasih

    Suka

  3. selvy75selvy 24 Februari 2012 pukul 12:14 PM Reply

    Maaf bunda…satu wawasan baru buat saya jika belajar membaca lebih dini trnyata membuat anak membrontak cenderung memiliki mental hectic…..seandainya itu saya ketahui dari awal sblum anak sya yg sudah berusia 10 th sekarang, bisa jadi akan saya ikuti info itu…….tapi saya sudah lakukan upaya mengajar membaca dan berhitung pada anak saya di usia 3,5 th, di usianya 5 kurang 2 bulan anak saya sdh lancar membaca juga mengerti berhitung, dan sampai sekarang genanp usianya 10 tahun belum ada dampak memberontak malah dia tdk mau bermasalah dgn sekolahnya (artinya bolos krn hal yg tdk penting)…..jadi saya masih bingung apakah penelitian itu bisa mewakili sejuta anak yg mgk sudah diajari membaca dan berhitung di usia dini atau bisa jadi mematikan metode Gland domen……mohon masukannya ya bunda…terimakasih.

    Suka

    • Lailatul Qadr 24 Februari 2012 pukul 12:26 PM

      Memang ini butuh penelitian lebih lanjut, siy..
      Lagian, masih tergantung juga dengan anaknya… Yang pasti, jangan dipaksakan. Biarkan dia belajar sesuai dengan kemampuannya.

      Ini untuk anak saya. Ketakutan yang agak berlebihan kayanya, ya…? Hehe

      Suka

  4. sirfatah 8 Februari 2012 pukul 3:56 AM Reply

    mungkin perlu penelitian lebih mendalam. adik saya yg diajarkan baca tulis sejak sekitar umur 2 th (dg cara yg menyenangkan & tdk memaksakan hrz bisa), smpai skrg minat utk belajarnya tetap tinggi, & dia bkn tipe pemberontak.

    Suka

    • Lailatul Qadr 8 Februari 2012 pukul 11:24 AM

      betul… dan terima kasih atas informasinya…

      Suka

  5. heni 16 November 2011 pukul 11:21 PM Reply

    Bunda…tidak perlu ditunda,… buatlah membaca itu menjadi suatu “kebutuhan” dan “kesenangan” sehingga “menggairahkan” daya pikir. Ambil contoh, saat kita jalan-jalan, tunjukan kepadanya papan yang bertulisan “belok kiri jalan terus”. Nah,…tulisan itu kan disertai action mobil-mobil pada jalan, sementara yang lain berhenti…disitulah maknanya. Akhirnya anak menjadi lebih ingin tahu tentang bacaan di jalan-jalan yang semuanya mempunyai arti yang menggairahkan.

    Bacakan kepada anak tulisan yang tertera pada obat yang diminumnya saat sakit misalnya “panadol” awalnya semua obat dia anggap panadol,…tetapi rasa ingin tahunya timbul setelah anak memperhatikan bentuk tulisannya berbeda, maka anak akan bertanya jadi ini tulisannya apa?… jadi gairahlah dia. Pengalaman, anak saya waktu baru mengenal bacaan, dianggap semua koran namanya Republika,…tetapi setelah melihat koran lain dia perhatikan dia bertanya, ‘ini bukan republika ya?” nah disitulah dia belajar.

    Suka

    • Lailatul Qadr 17 November 2011 pukul 7:11 AM

      Terima kasih, Bu Heni atas masukannya…

      Suka

  6. RIRI 13 November 2011 pukul 9:55 PM Reply

    Salam kenal mb..
    nice article
    jadi pingin nyari referensi2 lain ttg dampak negatif cara glen doman setelah baca tulisan ini..🙂

    Suka

    • Lailatul Qadr 14 November 2011 pukul 5:51 PM

      Salam kenal…
      ini hanya share pengalaman saja… Maaf jika ada yang salah

      Suka

  7. […] on 12 November 2011 by Lailatul Qadr Otak Atik yang Bikin Asyik Gara-gara postingan saya yang ini, saya punya beberapa alternatif stimulus awal pengenalan simbol huruf dan angka untuk anak saya. […]

    Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: