Penerimaan Raport : Yang Disampaikan Di Depan Kelas


Pekan ini adalah pekan diadakannya UAS bagi siswa sekolah dasar. Paling tidak, saya mengetahui ada 2 sekolah dasar swasta di Sidoarjo yang telah melaksanakan UAS 1 sejak hari Senin lalu. Dan biasanya berlangsung selama sepekan, yang artinya, berakhir hari ini (untuk sekolah full day dengan 5 hari sekolah). Setelah UAS, selama 2 pekan, umumnya para guru sibuk dengan pengolahan nilai. Memasukkan nilai harian, nilai ulangan, sampai menganalisis soal, sebelum lembar soal (atau lembar jawaban) dikembalikan kepada siswa.

Saat-saat seperti inilah para guru berada dalam tingkat stres yang tinggi. Terutama para wali kelas. Saya bisa merasakan, karena saya pernah beberapa kali menjadi wali kelas. Pun dulu mama saya adalah seorang wali kelas pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Sidoarjo. Saat itu, almarhumah mama sering meminta bantuan saya untuk mengisi raport. Bukan untuk menuliskan nilai pada raport, tapi mama meminta saya untuk menghitung kembali nilai-nilai yang sudah masuk. Mama kasihan jika ada nilai yang “mbleset” meski sedikit. Maklumlah, jaman itu menghitungnya masih manual, pakai kalkulator. Belum seperti sekarang yang semuanya bisa dengan mudah dilakukan oleh Excel (misalnya), apalagi telah diberi rumus yang memudahkan para guru menuliskan data yang tepat di raport para siswanya.

Pengalaman pertama kali menjadi seorang Wali Kelas adalah pengalaman yang tak pernah terlupakan. Berdiri di hadapan para wali murid dengan berbagai tingkat sosial (umumnya lebih tinggi) dan berbagai jenjang pendidikan plus jabatan, membuat badan saya adem panas selama beberapa hari. Apa yang harus saya sampaikan pada mereka ya? Begitu pikiran saya. Kalau untuk masing-masing anak, saya mengetahui persis yang mana saja yang perlu “penanganan lebih”. Tapi apa yang saya sampaikan di depan kelas saat semua hadir?

Maka inilah hasil diskusi saya dengan salah seorang senior di sekolah terkait dengan itu. Saya menuliskannya dibawah ini (saya adalah guru/wali kelas I) :

  • Keadaan umum di kelas.

Menyampaikan kondisi kelas pada umumnya. Apakah kelas sudah bisa tertib atau tidak. Misalnya, soal menata sepatu. Di sekolah saya, sebelum masuk kelas, semua siswa diminta untuk melepaskan sepatu dan meletakkannya di rak. Walau pembelajaran sudah berjalan 1 semester, tapi tetap saja anak-anak masih harus diingatkan. Nah, diharapkan dengan menyampaikan ini kepada para orang tua, membuat mereka juga memperhatikan soal penataan sepatu di rumah, minimal dengan tidak meletakkan sepatu secara sembarangan.

Atau terkait soal ibadah. Misalnya dengan membuat prosentase siswa yang telah dapat melakukan sholat 5 waktu. Bukan untuk membandingkan satu siswa dengan siswa lainnya, tapi untuk memotivasi para orang tua untuk lebih memperhatikan sholat 5 waktu anaknya. Dengan ini diharapkan para orang tua bisa share pengalaman dengan orang tua lain bagaimana memotivasi putra putri mereka. Sebab, sekolah juga mengharapkan kerjasama orang tua terkait sholat 5 waktu ini.

Atau bisa juga terkait dengan toilet training. Sebab masalah yang jamak terjadi di kelas kecil adalah soal ini. Dan ini bisa diperluas dengan menjabarkan bagaimana kita (sebagai guru) mengajarkan siswa-siswi bersuci. Misalnya, mengguyur lantai yang terkena BAK sebanyak sekian kali. Dan sebagainya.

  • Menyampaikan norma yang berlaku di kelas.

Norma yang berlaku di kelas misalnya; makan dan minum dengan tangan kanan, tidak makan sambil berdiri apalagi berlari, tidak makan sambil berbicara, tidak mengolok sesama teman, mengangkat tangan saat bertanya, berbicara setelah dipersilahkan, berbicara dengan volume maksimal 5 (ini istilah yang dipakai di sekolah saya) saat di kelas, dan sebagainya.

  • Menyampaikan prestasi kelas.

Setiap kelas pasti memiliki keunikan tersendiri. Dan tugas wali kelaslah untuk mengelolanya dan menjadikan itu sebagai point lebih dari kelas tersebut. Misalnya, kelas tersebut paling gemar membaca di perpustakaan, paling cepat dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, paling tinggi solidaritas sesama temannya, atau baru mendapatkan juara ketiga lomba tahfidzul qur’an, misalnya. Hal ini akan membuat para orang tua bangga terhadap anaknya. Dan di rumah, diharapkan orang tua memberikan apresiasi yang sewajarnya atas prestasi anak-anak mereka.

  • Ucapan terima kasih dan permohonan maaf.

Yang terakhir, adalah ucapan terima kasih atas kerja sama orang tua dengan para guru di sekolah. Utamanya dalam mengisi buku penghubung serta menuliskan keadaan yang sebenarnya dari anak-anak mereka di rumah. Permohonan maaf juga perlu disampaikan karena mungkin selama 1 semester ini ada komunikasi yang tidak baik yang terjadi antara orang tua dengan guru di sekolah. Sehingga terjadi miscommunication yang mengakibatkan penilaian yang berbeda di masing-masing pihak. Meminta maaf juga akan mencairkan suasana dan menghangatkan hubungan orang tua dan guru. Yang terasa adalah hilangnya gap diantara keduanya. Hingga keduanya merasa saling membutuhkan dan rasa tanggung jawab yang tinggi dengan peran dan tugasnya masing-masing.

Nah. Mungkin ini yang bisa saya bagi malam ini. Semoga Wali Kelas baru yang bingung dengan apa saja yang harus disampaikan di muka kelas nanti, sedikit memiliki gambaran. Dan satu hal yang yang ingin saya sampaikan pada para wali kelas adalah cintailah kelas Anda, seperti Anda mencintai diri Anda sendiri. Jangan setengah-setengah ya… Sebab, setengah tambah setengah tidak akan menjadi satu (dalam hal ini). ^__^

 

***
Gubug Jingga Di Dalam Hujan
Sidoarjo, 09 Desember 2011
19:54
Mengajar itu panggilan jiwa

Tagged: , ,

3 thoughts on “Penerimaan Raport : Yang Disampaikan Di Depan Kelas

  1. X-TEEM 17 Juli 2013 pukul 9:57 PM Reply

    HARUS MEMOTIVASI AGAR PRESTATIF

    Suka

    • Lailatul Qadr 18 Juli 2013 pukul 8:55 AM

      Insya Allah. Terima kasih atas masukannya…

      Suka

    • X-TEEM 18 Juli 2013 pukul 11:50 AM

      iya sama-sama gan🙂

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: