Menyiapkan (Energi) Mental


Saat sebuah pilihan diambil maka, mau tak mau, segala risiko harus ditanggung sendiri. Semua konsekuensi akibat putusan yang diambil pastilah memiliki dampak positif maupun negatif bagi pelaku maupun bagi orang-orang di sekitarnya. Dan benarlah, bahwa keputusan pun adalah sebuah energi. Sebagaimana sebuah hukum kekekalan energi bahwa energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Bingung? Semoga saja tidak.

Begitu pun saat saya memutuskan beberapa hal dalam hidup saya. Menikah, keluar dari PNS, dan yang terakhir ini. Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk memutuskannya. Dibutuhkan energi yang tidak sedikit jumlahnya. Perlu pertimbangan (yang juga merupakan sebuah energi tersendiri) dari berbagai pihak demi melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Maka saya telah menetapkan hati untuk memilih sebuah energi yang telah terkumpul tadi.

Dengan energi yang telah saya pilih itu ternyata menghasilkan energi lain yang merupakan bentuk lain dari energi yang telah saya keluarkan itu. Masih bingung? Semoga saja tidak.

Dan energi “pencilan” itu adalah adanya sebuah kalimat. Dan bagi saya, kalimat itu sunggu membuat saya terpukul terlebih karena kalimat itu meluncur dari seorang sahabat. Sebenarnya saya pun tahu  dia tak bermaksud “mengejek” dengan kalimatnya itu. Dan saya pun tahu bahwa dia sedang becanda. Tapi sungguh, candaannya menyesakkan dada hingga kembali terngiang-ngiang malam ini.

Hmmmfff… Pada akhirnya, saya hanya menghela nafas untuk menahan titik-titik air mata yang hampir jatuh. Saya berusaha melakukan flash back dengan semua peristiwa yang telah saya alami beberapa bulan belakangan. Dalam hening saya tersadar. Bisa jadi apa yang dikatakannya adalah benar. Bisa jadi kalimat yang dilontarkan itu adalah pandangan umum mereka di luar sana. Benar saja apa yang diucapkannya adalah pukulan telak bagi saya.

Padahal sesungguhnya jauh hari sebelumnya, saya pun telah menyiapkan mental terkait apa yang dilontarkannya kepada saya. Tapi mengapa kalimat darinya begitu berat saya terima dengan lapang dada malam ini? Entahlah. Yang jelas, seorang sahabat tak selamanya berada di pihak kita.

***
Gubug Jingga Di Dalam Hujan
Sidoarjo, 14 Desember 2011
21:45
“Tidak dengan keempat hal itu, kawan. Tapi aku yakin Desember ini untukku.”

Tagged: ,

2 thoughts on “Menyiapkan (Energi) Mental

  1. Adam 15 Desember 2011 pukul 10:57 AM Reply

    duh maaf ya klo ada salah2 kata …

    Suka

    • Lailatul Qadr 17 Desember 2011 pukul 12:43 PM

      sama-sama… ^__^

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: