(Tidak) Nyamannya Berjalan Di Trotoar


Malam ini saya berjalan kaki dari komplek Mall Suncity ke Jl. A. Yani. Cukup panjang perjalanan saya. Sekitar 500 m. Saya melalui trotoar di sepanjang jalan itu. Ketidaknyamanan berjalan di trotoar mulai terasa sejak saya berada di Jl. Pahlawan setelah rel kereta api dari arah Suncity. Trotoar disana berubah fungsi jadi lahan parkir. Belum lagi banyak batako yang hilang dan ambles, sehingga saya harus menunduk sepanjang jalan. Takut terjerembab karena saya tak melihat ke arah bawah.

Terlebih di depan apotek A (lupa namanya), yang letaknya tepat di depan pintu masuk Ramayana. Dokter praktek bersama di apotek itu cukup banyak. Hingga mobil-mobil berjajar di trotoar. Belum mobil-mobil itu mobil pasien yang berobat atau hanya sekadar menebus resep dokter di tempat lain. Hadeuuuh… Saya sampai hampir terserempet angkot untuk menghindari bamper belakang mobil yang terparkir di trotoar.

Belum lagi ulah tukang becak yang mangkal disana. Lagi-lagi, membuat saya harus menggunakan bahu jalan untuk melewati serentetan tukang sayur becak.

Masuk ke Jl. Thamrin. Bukannya trotoar dalam keadaan baik yang saya lewati, malah semakin parah. Batakonya bogang-bogang. Tak hanya satu dua. Tapi banyaaaaaak. Ditambah penerangan yang temaram semakin membuat saya memicingkan mata untuk melihat jalan mana yang harus saya pilih. Trotoar di sepanjang jalan ini pun beberapa diantaranya berubah fungsi jadi lahan parkir untuk “pengusaha” yang membuka usahanya di jalur itu. Tidak seperti Jl. Pahlawan tadi, di jalan ini kendaraan roda 4 tak boleh berhenti apalagi parkir. Jadi yang masuk trotoar hanya kendaraan roda 2 saja.

Perjalanan saya malam ini membuat saya kembali berefleksi dalam bentuk Bersyukur. Paling tidak, saya bersyukur atas 3  hal. Pertama, saya bersyukur karena Allah masih memberikan umur dan kesehatan kepada saya setelah hampir terserempet angkutan umum tadi. Bisa jadi, saya lecet-lecet atau bahkan meninggal jika kendaraan itu mencium tubuh saya. Kedua, saya bersyukur masih memiliki kesempatan berjalan kaki di Kota tempat saya dibesarkan. Setelah beberapa tahun sebelumnya saya selalu menikmati perjalanan di sepanjang jalan tadi dengan berkendara. Ketiga, saya bersyukur tidak terjadi apa-apa pada saya, padahal lampu yang temaram dan mata minus tanpa kacamata dengan kondisi trotoar yang aduhai “indahnya” yang bisa membuat saya terjerembab atau tersungkur di trotoar.

Ah… Ternyata, nyaman atau tidak itu hanyalah tergantung dari cara pandang kita terhadap sesuatu. Dalam kondisi tidak nyaman sekali pun, jika kita selalu berpikir postif dan bersyukur maka ketidaknyamanan itu akan menjadi bias rasanya. Dan yang tersisa hanyalah kesyukuran atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.

Lalu, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?

***
Gubug Jingga Di Dalam Hujan
Sidoarjo, 21 December 2011
01:53
Diantara kelabu dan hijau

Tagged: , , , , ,

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: