Melepaskan Kuda dari Kandangnya


Lagi mellow niy…

Dua hari yang lalu kuda merahku, telah pergi meninggalkan rumah. Setelah sebulan lebih aku  mengiklankannya di dunia maya dan nyata (koran Surya). Kuda merah buatan tahun 1999 akhir itu, laku di bawah harga yang aku tawarkan. Gak jauh-jauh amat siy… Tapi gak pa-pa lah…

Toh, niat jual kuda adalah untuk kebaikan. Insya Allah…

So… Tak perlu menyesali melepaskan itu kuda dengan harga yang ‘cuma’ segitu.

Banyak kenangan yang tercipta bersamanya. Suka dan duka telah kita lalui berdua. Hallah… Sudah kaya orang ‘jadian’ ajha.

Pertama, dia adalah my first ride yang berhasil ku kendarai setelah aku memiliki SIM A secara resmi. Masih jelas dalam ingatanku saat besi ber-cc 2500 itu melaju di jalanan dari Sidoarjo ke Surabaya hanya dengan menggunakan gigi 3. Haha… Aku tak berani memindahkan gigi lebih tinggi dari itu. Kebayang kan, berapa jam perjalanan yang aku tempuh itu? -Kuda dan SIM A-.

Kedua, mobil itu selain sebagian sahamnya milik aku dan suami, sebagian lagi dihadiahkan papa untukku. Hadiah dengan nominal terbesar (sekaligus) yang pernah papa berikan. Sungguh mengharukan saat papa ‘koret-koret’ tabungannya demi ingin membahagiakan aku anaknya yang paling istimewa. Menurut papa, aku ‘butuh’ berkendara dengan mobil. -Kuda dan papa-.

Ketiga, kendaraan itu juga yang mengantar murid-muridku mengikuti beberapa lomba olimpiade matematika dan fisika selama setahun kemarin. Dengan mobil itu aku mengantar dan menjemput mereka, mendampingi mereka, dan berbagi kisah dengan Ibunda Mas Andhika, murid spesialku. Melihat wajah-wajah tegang mereka saat akan berangkat dan berubah jadi lunglai saat pulang, merupakan sebuah kenangan tersendiri untukku. -Kuda dan olimpiade-.

Keempat, nilai historis lain dengan keluarga kecilku dengan kuda itu tentu tak bisa dilupakan begitu saja. Maklum lah, kuda itu mobil pertama yang aku miliki. Yang pertama pastilah istimewa. Selanjutnya, terserah Anda. Hehe… -Kuda dan keluarga-.

Kini, kuda itu telah lepas dari kandangnya dan menjadi milik orang lain. Niat (kedua) kuda dijual pun sudah dilaksanakan. Semoga sisa ‘kesedihan’ saat kuda pergi tak terlalu lama bercongol dalam dada. Terutama pada papa. Maafkan, Pa… Aku harus menjual kuda itu.

 

***
..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 13 Januari 2012
19:48
Yang pertama selalu istimewa, yang kedua…?

Tagged: , , ,

One thought on “Melepaskan Kuda dari Kandangnya

  1. […] dari buku yang saya baca), harga emas di masa yang akan datang tidak mungkin turun. Maka, setelah Kuda terjual, papa sudah saya daftarkan haji, uang suami ‘saya kembalikan’ (untuk uang masuk sekolah […]

    Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: