Sedekah dengan Batu


Hari Jum’at kemarin, aku berjalan memasuki komplek perumahan sambil menendang-nendang batu (kerikil) di jalanan. Hal yang sudah lama tak kulakukan. Entah berapa lama. Tiba-tiba aku tersenyum sendiri. Senyuman tulus dan manis tentunya (Haha… kePDan banget).

Pikiranku seketika melayang pada masa SMP dulu, setiap berangkat dan pulang sekolah selalu saja kaki ini berusaha mencari kerikil untuk sengaja ditendang-tendang. Sampai-sampai, sepatu pantofel yang harus kukenakan setiap hari (sebagai siswi di SMP Negeri) mangap (menganga) terlepas dari solnya. Setiap kali di lem, setiap kali itu pula lepas. Akhirnya, almarhumah mama (semoga Allah merahmatinya) sebel dan membawa sepatu itu ke pasar untuk dijahit.

Batu

Batu

Kebiasaan menendang batu, bagiku memberi kenikmatan tersendiri. Entahlah… Aku merasakan puas yang tak dapat diungkapkan lewat kata, saat kerikil itu kutendang jauh melewati jarak yang kuekspektasikan. Mungkin kalau pemain bola, perasaan yang muncul kala itu adalah perasaan saat berhasil mencetak gol ke gawang lawan. Hehe… Lebay??? Mungkin. Tapi begitulah rasanya.

Aku tiba-tiba teringat. Suatu hari, kebiasaan menendang batu itu ‘diingatkan’ oleh mama. “Nduk, kalo’ ada batu di jalan itu disingkirkan, bukan ditendang.” Kemudian mama mencontohkan menyingkirkan batu (gak terlalu besar ukurannya) dari tengah jalan.

“Kenapa, Ma?”

“Mama pernah dengar, kalau menyingkirkan batu dari jalan itu termasuk sedekah. Yo, isone sedekah mung koyo ngono, Nduk.” Kata mama menjelaskan penuh ketawadu’an.

Mama, perempuan istimewa itu senantiasa mengajarkanku untuk memperbanyak sedekah. Sedekah apa saja yang bisa kulakukan. Termasuk menyingkirkan batu itu. Menyingkirkan batu termasuk menghindarkan orang lain dari bahaya. Aku yang tahu maksud mama langsung bertanya, “Maksudnya gimana, Ma?”

“Ya… Kalau ada anak kecil main sepeda, trus kena batu. Kan bisa jatuh anak itu. Kalau kita singkirkan, anak itu mungkin tak akan jatuh. Kalau pun dia jatuh, bukan karena ada batu di tengah jalan. Yaaaa… Seperti itulah, Nduk.” Jelas mama.

Aku yang gak terlalu ngeh dengan penjelasan mama, diam saja. Tapi apa yang mama sampaikan hari itu, hingga detik ini melekat kuat di dalam benakku. Mengapa? Sebab, pertama, nasehat yang mama sampaikan itu tepat pada saat aku ‘memperlakukan’ batu di tengah jalan dengan perlakuan yang tidak tepat. Kedua, mama tidak hanya omdo alias omong doank. Mama langsung mencontohkan di depanku. Mama menyingkirkan batu seketika itu juga. Dan ketiga, mama istiqomah. Mama selalu berbuat begitu ketika mama menemukan batu di tengah jalan.

Sebuah proses pembelajaran bagiku terlebih ketika aku mengenangnya hari ini. Saat aku sudah menjadi seorang ibu.

Hmmm… Mungkin sekarang saat yang pas untuk berbincang dengan Fauzan, anakku, soal ini. Sepertinya, dia juga mulai suka menendang batu, sama seperti aku dulu. ^_^

 

***

Gambar dari sini.

Note : “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. At-Tirmizi no. 1956 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 517)

 

***
..::LaiQ::..
Sidoarjo, 11 Maret 2012
21:55

Tagged: , , , , ,

13 thoughts on “Sedekah dengan Batu

  1. titintitan 13 Maret 2012 pukul 2:25 PM Reply

    tin jg suka nendang tapi gak keras, soale sok2 kya pemain bola yg menggiring bola ;d

    tin lebih srg njumbul2 menggapai daun atau ranting pohon yg menjuntai, tapi sbelumnya liat2 dulu bisi ada org (baca: ikhwan, laki2)
    ;))

    Suka

    • Lailatul Qadr 13 Maret 2012 pukul 4:15 PM

      ^_^

      Teh Titin… Ternyataaaaaaaaaaaaaaaaaa…

      Suka

  2. Falzart Plain 12 Maret 2012 pukul 9:06 PM Reply

    Subhanallah… Aduh, saya lupa soal ini… Posting ini yang mengingatkan saya…

    Suka

  3. marlindia 12 Maret 2012 pukul 11:47 AM Reply

    iya ya,
    kita sudah mendpat kemudahan bahwa sedekah itu bisa hanya dengan senyuman, menyingkirkan batu dll
    tidak harus dengan materi😉

    Suka

    • Lailatul Qadr 12 Maret 2012 pukul 12:01 PM

      betul sekali, Ike..

      taoi, batu juga materi… materi benda padat… hehe

      Suka

  4. puchsukahujan 12 Maret 2012 pukul 10:42 AM Reply

    😀

    baiklah,, saya ikutan bersedekah
    ih, aku udah senyum…itu sedekah loh mbak
    ayo dibales senyum

    (nah lho?!)

    Suka

    • Lailatul Qadr 12 Maret 2012 pukul 10:55 AM

      Saya balas dengan senyuman paling manis dari saya… Haha…

      Suka

    • Anie 14 Maret 2012 pukul 11:16 AM

      kita tukeran senyum yuks mbak😀

      *he.. ikut nimbrung🙂

      Suka

    • Lailatul Qadr 14 Maret 2012 pukul 11:30 AM

      ikutan senyum???

      gak papa.. silakan… yuuuuuk… mariiiii…😀

      Suka

    • Anie 14 Maret 2012 pukul 11:33 AM

      😀

      Suka

  5. Marczumi Rumambay 12 Maret 2012 pukul 6:02 AM Reply

    waduh… ky’a fauzan hrs sgra diajari biar g ky ma2h’a. hehe😀
    oh y, ngmong2 soal sedekah. tuk motivasi jg, bhwa sedekah itulah yg mmprlncar rizki kita jg.
    dn jka kta g bsa brsdkah dngn hrga, mka cra lain tuk brsdkah tu y dngn mnyingkirkn batu sprti kata mbak td tau shlat duha. tu jg bgian dr sdkah slruh anggota tbuh.
    nice share…🙂

    Suka

    • Lailatul Qadr 12 Maret 2012 pukul 7:43 AM

      Iyah… Terima kasih ya… Sudah diingatkan kembali…

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: