Kalau Ada Ibu Jari, Harusnya Juga Ada Bapak Jari dan Anak Jari


Meskipun belum bersekolah TK, anakku Fauzan, sudah mampu membaca kata melalui suku katanya. Memang siy.. Dia belum mampu membaca kata atau suku kata yg memiliki huruf mati. Tapi kemampuan dan kemauannya itu lho, yang cukup mengesankanku sebagai emaknya. Haha… Emak

Sebagaimana yang pernah kutulis sebelumnya, aku pernah membuatkannya kartu “suku kata”. Cukup efektif. Karena dalam satu bulan saja, dia telah mampu membaca kalimat yang kata-katanya tak ada huruf matinya. Ngerti maksudku gak? Ya… Masih sedikit terbata juga..

Nah, semalam aku melakukan tes ringan. Aku memintanya membaca kata yang kutulis di whiteboard yang baru dibelikan Abinya. Berikut gambarnya.

image

Whiteboard Kami

Disana aku menulis “ibu jari”. Dia mampu membaca dengan lancar semua kata yang tertulis disana. Namun, di akhir sesi, dia bertanya, “Ummi, ibu jari itu apa sih, Mi?”

Abu Fauzan yang mendengar pertanyaan itu, segera menghampiri kami. Dia menjawab pertanyaan anaknya dengan meraih tanganku lalu menaikkan jempolku. Abu Fauzan berkata, “Ini yang namanya ibu jari.”

Aku mengira anakku paham, bahwa ibu jari adalah nama lain atau sebutan dari jempol. Buktinya, dia langsung berkata, “Oo… Itu yang namanya ibu jari,” sambil mengangguk-angguk tanda orang dewasa seperti kita mengerti.

“Iya,” jawab kami, aku dan AF (AbuFauzan), berbarengan.

Namun perkiraanku meleset. Beberapa jenak kemudian dia menghampiri AF lalu mengangkat jempol AF. Disamping itu dia juga mengangkat jempolnya sendiri sembari berkata, “Kalau itu tadi ibu jari, yang ini namanya bapak jari, dan ini namanya anak jari.”

Haha.. Spontan kami yang mendengar ucapannya itu tertawa ngakak. Uppsss… Maafkan kami anakku, tertawa bahkan sampai ngakak atas ketidaktahuanmu itu. Fauzan hanya tersenyum karena dia tidak tahu maksud tawa kami. Dengan acuhnya, dia kembali memperjelas ucapannya. “Kalo punya Ummi, ibu jari. Punya Abi, bapak jari. Punya Fauzan, anak jari. Ada 3! Ya.. Ada 3 kan, Mi?”

Waaa.. Semakin tak bisa dibendung tawa kami berdua. Sampai akhirnya aku istighfar untuk meredakan tawa. Tak lama, aku memberikan penjelasan padanya bahwa ibu jari adalah sebutan lain dari jempol. Mulutnya lalu monyong dan menyebutkan satu huruf vokal, O.

Tak berselang lama dia bertanya lagi, “Mengapa hanya ada sebutan untuk ibu jari? Mengapa tidak ada bapak jari dan anak jari? Kalau ada ibu, pasti ada bapak dan anak.Ya kan, Mi?”

Terus terang, aku tidak siap dengan pertanyaan itu. Aku tersenyum padanya, lalu berkata, “Mmmm.. Ummi tidak tahu. Nanti coba Ummi cari tahu jawabannya, ya?” Kemudian aku mengalihkan pembicaraan ke topik lain.

Haha.. Anak-anak.. Selalu saja ada hal-hal lucu yang muncul setiap waktu. Ya.. Namanya juga anak-anak..

Btw, ada yang mau membantuku mencarikan jawaban yang tepat untuk anakku?

***
..:: LaiQ ::..
Semarang, 16 Maret 2012
09:49
Sehari sebelum 5 tahun usianya..

NB : Maaf, ya.. kalo tulisannya kacau. Aku menulis lewat HP LG P500 ku…

Tagged: , , ,

18 thoughts on “Kalau Ada Ibu Jari, Harusnya Juga Ada Bapak Jari dan Anak Jari

  1. Arceo 5 Juli 2013 pukul 10:57 AM Reply

    saya pernah juga dapr pertanyaan Ini teman saya,, beliau mengatakan Ayah teman saya tersebut mencari sekitar 25 tahun untuk menemukan dimana letak bapak jari,,
    dan alhamdulillah beliau menemukan jawabannya setelah mengkaji alquran dan hadis,,

    beliau hanya memberi 1 petunjuk kepada kami agar kami bisa menemukan sendiri dimana bapak jadi tersebut,
    beliau katakan, letakkan ke 5 jarimu di depan mata, lihat baik, baik, dan perhatikan baik2, Bapak jari itu ada, tapi kita tidak menyadari keberadaannya,..
    dan alhamdulillah saya sampai saat ini belum mendaptkan jawabannya,,πŸ™‚

    mungkin itu bisa membantu ummi,πŸ™‚

    Suka

    • Lailatul Qadr 11 Juli 2013 pukul 6:42 AM

      Terima kasih untuk masukannya… Btw, jari mana yg diletakkan di depan mata?

      Suka

    • mokojie 1 September 2013 pukul 11:13 AM

      Bismillah
      mngkin klo qt berfikir secara logika dan melakukan tentang hal2 yg kecil mngkin kita bsa mnemukan jwabn nya
      sy sekrg berumur 27 tahun
      alhamdulillah jwban pertanyaan ibu sy kethui setelah sy brumur 19 tahunn

      bgi bu klo anda punya 1 anak dan anda anggap lah jalan2 ke mall beserta suami dan 1 anak anda itu biasanya posisi anak ibu dimna suami ibu dimna dan ibu dimna klo di jari posisi ibu dan anak sdh jelas tp bapaknya yg jdi pertanyaan
      jdi mngkn contoh kecil ini bsa mmbantu ibu menjawabnya

      wassalam

      Suka

    • Lailatul Qadr 1 September 2013 pukul 12:02 PM

      Terima kasih…

      Suka

  2. Anie 18 Maret 2012 pukul 8:45 PM Reply

    anak-anak memang banyak kejutannya ya mbakπŸ˜€
    ngegemesin, saking gemez nya kadang pengen nyubit. he..

    Suka

    • Lailatul Qadr 18 Maret 2012 pukul 9:25 PM

      Xixi… Tak akan pernah ada habisnya deh…

      Suka

  3. Roni Yusron 18 Maret 2012 pukul 12:36 PM Reply

    Anak-anak memang menjadi inspirasi bagi kita. Lucu juga ya kalo kakek jari?πŸ˜€

    Suka

    • Lailatul Qadr 18 Maret 2012 pukul 3:14 PM

      Anak saya memanggil kakeknya dengan sebutan “kokong”… Kokong jari malah lebih lucu lagi… huahahaha

      Suka

  4. sulunglahitani 17 Maret 2012 pukul 12:11 PM Reply

    wah, wah, anaknya kritis sekaliπŸ™‚

    Suka

  5. puchsukahujan 17 Maret 2012 pukul 12:25 AM Reply

    nanti ada pula kakek jari dan nenek jariπŸ˜€
    ah, anak-anak memang polos sekali
    sekaligus cerdas karena (mungkin) hal ini malah luput dari pemikiran orang dewasa

    Suka

    • Lailatul Qadr 17 Maret 2012 pukul 9:53 AM

      Ya… Luar biasanya anak-anak…

      Suka

  6. Falzart Plain 16 Maret 2012 pukul 9:58 PM Reply

    Hehehe… anak-anak… lucunya…

    Suka

    • Lailatul Qadr 18 Maret 2012 pukul 3:22 PM

      Setiap anak itu sebenarnya kritis… Kadang orang tuanya lah, yang ‘mematikan’ kekritisan itu…

      *sedang berusaha menjadi orang tua yang baik*

      Suka

  7. titintitan 16 Maret 2012 pukul 11:54 AM Reply

    ehehee.. ada2 ajah ;d

    Suka

  8. Ibnu Muslich 16 Maret 2012 pukul 10:02 AM Reply

    ini ada Om jariπŸ˜€
    `pindah ke semarang lagi?

    Suka

    • Lailatul Qadr 16 Maret 2012 pukul 10:10 AM

      Malah smakin membingungkan..

      Aku wira wiri, Om..

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan β„’

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilΓ©t/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: