Cemas Menunggumu


Hujan tiba-tiba merintik di luar sana. Tiba-tiba ada yang nyereset jauh di lubuk hatiku. Adakah kau baik-baik saja? Adakah kau mampu menahan rinainya?

Sebenarnya baru beberapa menit yang lalu kau meninggalkanku sendiri disini. Kau pergi bersama Abimu untuk membeli obat pereda sakit untukku. Juga obat untuk batukmu yang berdahak itu. Tapi ada cemas dan sesal, yang perlahan namun pasti, menyeruak saat air dari langit itu menciumi bumi.

Khawatir dan cemasku bertambah saat mataku bersirobok pada 2 jas hujan yang dijereng di jemuran belakang. Ah.. Abimu lupa kembali melipatnya dan memasukkan ke dalam motor setelah seharian jas hujan itu nangkring di kawat jemuran.

Harusnya tadi aku ikut saja denganmu. Hingga jika hujan turun seperti ini, aku bisa menyembunyikanmu di balik jilbab lebarku seperti biasanya. Walau jilbabku bukan jilbab anti air yang terbuat dari plastik, tapi dengan mendekapmu didalamnya, aku lebih tenang daripada aku berada pada keadaan seperti sekarang. Walau air hujan tetap akan membasahi sebagian atau seluruh kepalamu (dan juga badanmu), tapi paling tidak, rintiknya tak akan langsung ‘menyakiti’ kulitmu. Selalu ada rasa nyaman saat aku memeluk tubuh kecilmu.

Jika ini bukan malam hari, mungkin aku akan sedikit lega. Atau jika ini tidak terjadi pada saat tubuhmu kurang sehat, mungkin aku tidak terlalu cemas. Jika tadi aku mengikutimu, mungkin aku akan membersamaimu sampai gerimis pun benar-benar hilang.

Duhai, anakku… Jika kau tahu… Sepanjang waktu itu, tak hentinya mulut ini memanjatkan do’a kepada penciptamu. Semoga kau baik-baik saja. Semoga kau tak kenapa-kenapa. Semoga tak bertambah parah sakitmu dengan guyuran air yang turun dari langit itu. Dan semoga-semoga yang lain, yang kupanjatkan untuk kebaikanmu. Sungguh, Nak.. Aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu.

Kau tahu, Nak… Tubuh ini bergetar. Keluar-masuk kamar kebingungan. Buka-tutup pintu depan berkali-kali berharap tubuh mungilmu segera muncul disana. Mondar mandir ke halaman belakang, untuk memastikan bahwa hujan tak akan turun terlalu lama.  Ah… Betapa detik berlalu begitu lambat. Mungkin, teori relativitas waktu yang dibuat oleh Einstein itu sedang berlaku padaku.

40 menit bukanlah waktu yang sebentar semalam. Kudengar lamat suara vario mendekat diantara rintik hujan. Aku tahu kau akan datang. Segera kubuka kunci pintu depan. Dan benar!! Kulihat kau sedang berusaha membuka pagar. Kau mengenakan topi dari kresek putih. Ku yakin abimu berinisiatif melindungi, at least, kepalamu.

Setelah salam, kau berlari ke arahku lalu menubrukku dan memelukku. Memeluk erat, seakan kau telah mengetahui bahwa aku sedang mencemaskanmu. Aiiih… Indahnya.. Memelukmu dalam dekapan yang hangat, walau hanya dalam beberapa saat.

Dengan hadirmu cemasku hilang, lenyap, menguap seketika. Love you much, my son.

***
..:: LaiQ ::…
Semarang, 18 Maret 2012
21.14

Tagged: , ,

6 thoughts on “Cemas Menunggumu

  1. rizalean 19 Maret 2012 pukul 10:07 AM Reply

    hihihi. usiaku lewat 40 tahun. dan seminggu saja tak muncul di rumah ibuku, sms penuh nada kecemasan akan kuterima. hanya untuk memastikan diriku baik2 saja.

    kasih ibu, memang, sepanjang hayat.

    Suka

    • Lailatul Qadr 19 Maret 2012 pukul 11:33 AM

      Subhanallah.. Ibunya sungguh luar biasa.. Salam buat Bunda, ya Pak..

      Suka

  2. Anie 19 Maret 2012 pukul 9:09 AM Reply

    rasanya nano-nano ya mbak?🙂

    Suka

    • Lailatul Qadr 19 Maret 2012 pukul 9:16 AM

      Baru seperti itu… Belum yang lain…

      Suka

  3. titintitan 18 Maret 2012 pukul 11:47 PM Reply

    *membayangkan rasa seorang ibu

    Suka

    • Lailatul Qadr 19 Maret 2012 pukul 5:58 AM

      ~__~
      Berjuta rasa menjadi bunda..

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: