Tersenyum Level 3


Ahad kemarin, sebuah training saya ikuti bersama hampir 30 perempuan lain se Kabupaten tempat tinggal saya. Training yang diadakan oleh Salimah Sidoarjo itu diselenggarakan di Villa Bukit Mas, Pacet, Trawas, Mojokerto. Training sehari tersebut bertajuk Kepemimpinan Muslimah.

Saya tidak akan bercerita banyak tentang bagaimana training itu berlangsung. Tapi bagi saya, ada satu moment yang paling berkesan. Yaitu pada saat pembicara pertama -Ustadz Baihaqi- meminta kami para peserta untuk mengeluarkanΒ handphone . Sebelumnya,Β pembicara meminta kami untuk berpasangan dan duduk berhadapan.

Ruangan yang tadinya sepi, tiba-tiba riuh dengan canda para peserta saat Sang Ustadz meminta kami untuk memotret pasangan masing-masing. Bagaimana tidak riuh, karena “sesi pemotretan” itu meminta kami untuk berpose tersenyum level 3. Kami seakan dibuat mati gaya oleh permintaan tersebut. Ada saja gaya yang dibuat untuk mengiringi senyum level 3 itu demi meningkatkan rasa percaya diri. Ada yang berpose dengan gaya gunting, nenglengin kepala ke kiri atau ke kanan, dan sebagainya.

Wait… Wait… Bagaimanakah tersenyum level 3 itu?Β Ternyata, tersenyum level 3 itu adalah menarik bibir ke kiri 3 cm dan ke kanan 3 cm, dengan membuka bibir sehingga gigi terlihat banyak.

Saya tak lupa mengambil kesempatan itu untuk sedikit narsis. Saya minta pasangan saya untuk memotret senyum saya dengan HP saya sendiri, bukan dari HPnya. Dan beginilah hasil senyum level 3 yang saya miliki. Manis, ya…? (Huweeeeeek.. Byorrrr…!)

Senyum Level 3

Senyum Level 3

Ada untaian do’a mengiringi senyum saya diatas.

“Semoga, apapun kondisimu, keadaanmu, lemahmu, lelahmu, senangmu, dukamu, kau tetap bisa tersenyum seperti ini, duhai Ukhti.”

Dan sore ini, dengan segenap perasaan yang muncul dan menyeruak di dada, diantara lelehan air yang bersumber dari mata, saya kumpulkan energi, untuk bisa kembali tersenyum seperti pada foto diatas.

Hmmmmmmfffffffffffffff……

 

***
..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 05 Desember 2012
15:55

“Ingatlah hari ini…”

Tagged: , ,

22 thoughts on “Tersenyum Level 3

  1. Dinar Zul Akbar 5 Desember 2012 pukul 9:34 PM Reply

    Mba’e,,
    senyum level 3 itu pedesnya sama kayak Maich* level berapa??

    Suka

    • Lailatul Qadr 6 Desember 2012 pukul 1:10 AM

      Ya, gak pedes lah Dinar. Wong gak pake karet, koq.πŸ˜›

      Suka

  2. j4uharry 5 Desember 2012 pukul 7:24 PM Reply

    Ihihi semringah

    Suka

    • Lailatul Qadr 6 Desember 2012 pukul 1:09 AM

      Semringah itu apa, Jo? Yang saya tahu, sumringah. Bukan semringah.πŸ˜€

      Suka

    • j4uharry 6 Desember 2012 pukul 6:36 AM

      oh udah ganti ya mba ?? | ngeles aja

      Suka

    • Lailatul Qadr 6 Desember 2012 pukul 9:37 AM

      Udah. Mbak Sumringah udah kasih tahu sama aku kemarin.πŸ˜€

      Suka

    • j4uharry 6 Desember 2012 pukul 9:46 AM

      Oh pantesan mba Sum gak gendong jamu lagi kesini

      Suka

    • Lailatul Qadr 6 Desember 2012 pukul 11:41 AM

      Ye… Dia kan sekarang juwalan jamu bawa motor koq…πŸ™‚

      Suka

    • j4uharry 7 Desember 2012 pukul 6:31 AM

      walaaaah makin OOT ahahaha kebiasaan ngMP

      Suka

    • Lailatul Qadr 7 Desember 2012 pukul 8:00 AM

      ^_^

      Suka

  3. titintitan 5 Desember 2012 pukul 5:40 PM Reply

    senyum level tigaaa ^_______^

    Suka

    • Lailatul Qadr 5 Desember 2012 pukul 6:46 PM

      Iiih… Blom keliatan giginya. Itu baru level 1.

      Suka

    • titintitan 6 Desember 2012 pukul 10:39 AM

      haaaih, kalo ketemu langsung curiga gak cuma level 3 titin mah ;d

      Suka

    • Lailatul Qadr 6 Desember 2012 pukul 11:42 AM

      Level 5?

      Suka

    • titintitan 6 Desember 2012 pukul 1:01 PM

      gak kebayang kalo 5 cm mah ;d

      Suka

    • Lailatul Qadr 6 Desember 2012 pukul 1:02 PM

      πŸ˜€

      Suka

  4. tinsyam 5 Desember 2012 pukul 5:21 PM Reply

    senyumnya kog dikaburin gitu sih foto?
    bikin hari cerah ya dengan senyum 3 senti.. eh senyum level 3.. level 2 ga pake gigi? level 1 senyum sekilas gitu? level 4 udah ketawa kali ya..

    Suka

    • Lailatul Qadr 5 Desember 2012 pukul 6:46 PM

      Biar gak ada yang nyolong, mbak… Hehe.

      Iyah. Senyum level 1 tak terlihat gigi. Level 2 keliatan gigi dikit. Level 3 keliatan gigi banyak. Level 4 keliatan gigi banyak sambil berbunyi hehehe pelan. Level 5 keliatan gigi banyak sambil bilang hehe agak keras dan tangan menepuk2 pundak lawan bicara.

      Suka

    • tinsyam 5 Desember 2012 pukul 6:56 PM

      senyum aja pake level-level-an..

      Suka

    • Lailatul Qadr 6 Desember 2012 pukul 1:08 AM

      Hihihi… Maksudnya, sebagai pengetahuan saja, kapan waktu yang tepat untuk menggunakan level2 senyum itu.

      Suka

  5. nengwie 5 Desember 2012 pukul 4:15 PM Reply

    Cantiknyaaaaaaaaaa….. *senyum level 3 juga*πŸ™‚

    Suka

    • Lailatul Qadr 5 Desember 2012 pukul 6:04 PM

      Terima kasih, Teh… Alhamdulillaah…

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan β„’

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilΓ©t/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: