[Diary Fauzan] Terampil dan Penciptaan Manusia


Sayang jika saya melewatkan menulis ini.

Fauzan n Bird

Ceritanya, semalam saya dan Fauzan sedang jalan-jalan ke “tempat rahasia” kita berdua. Sebelum pulang, kami menikmati makan malam di sebuah rumah makan dengan tagline “Rasa Bintang 5, Harga Kaki 5”. Disitu, saya minta dia untuk mengamati seorang pelayan yang bertugas membersihkan meja.

Saya berkata padanya, “Lihat itu, Nak! Si Mas itu bisa cepat sekali membersihkan meja yang kotor.”

“Ooo… Itu namanya dia sudah terampil, Mi. Dia terampil membersihkan meja. Kalau dia gak terampil, dia gak akan bisa secepat itu.”

Sedikit kaget dengan apa yang dia sampaikan, iseng-iseng saya bertanya, “Terampil itu bagaimana, sih Nak?”

“Terampil itu adalah sering melakukan pekerjaan. Sehingga dia bisa cepat melakukan pekerjaan itu,” begitu penjelasannya.

Terus terang saya saat itu lama mencerna apa yang dia sampaikan kepada saya, loading data di kepala saya sedikit lambat. Ada yang berkecemuk di otak saya. Pertama, karena saya berusaha ‘mencari’sumber asal kata terampil yang dia ungkapkan tadi. Kira-kira dari mana dia mendapatkan kata-kata itu. Kedua, karena saya berusaha mencerna penjelasannya yang menurut saya penjelasan yang luar biasa dari seorang anak berusia 5 tahun 10 bulan. Ketiga, saya sebenarnya ingin berusaha menggali lebih jauh lagi tentang kata terampil itu, tapi saya bingung melanjutkan obrolan itu.Istilah kerennya speechless.

Akhirnya, percakapan tentang si pelayan itu, berhenti sampai disitu saja.

Pembicaraan menarik berikutnya terjadi di atas becak saat pulang ke rumah. Dia berkata, “Ummi, kata Zahir temanku, manusia itu diciptakan dari tanah. Padahal kan enggak ya, Mi? Yang diciptakan dari tanah itu kan cuma Nabi Adam.”

“Hmmmm…..” Belum sempat saya menjawab, Fauzan sudah bertanya lagi.

“Kalau begitu, Mi… Manusia itu diciptakan dari apa? Dari kulit?”

“Hehe… Ya bukan kulit saja, Nak. Begini… Dalam Al-Qur’an disebutkan, bahwa penciptaan manusia itu dari sari pati tanah, bukan tanah yang seperti itu,” kata saya sambil menunjuk tanah di pinggir jalan.”Kemudian dari setetes air mani, kemudian air mani itu berubah menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging, lalu diberi Allah tulang, lalu dibungkus lagi dengan daging dan kulit. Maka jadilah manusia yang sempurna di dalam rahim ibunya,” saya melanjutkan penjelasan dengan sedikit panjang..

“Oooo…. Begitu ya, Mi? Kalau begitu Zahir itu salah, kan Mi? Gitu dia ngeyel ajha aku kasih tahu.”

“Hmmm… Mungkin Zahir belum tahu.”

“Tapi dia itu ngeyel. Bilang manusia terbuat dari tanah kaya’ gitu.”

“Nah… Mungkin maksud Zahir sari pati tanah, kali…?”

“Enggak, Mi. Dia bilang dari tanah kaya’ gitu.”

“Hehehe… Ya sudah… nanti Fauzan jelaskan lagi sama Zahir tentang proses penciptaan manusia. Katanya cita-cita Fauzan ingin jadi ustadz yang dokter. Makanya… nanti harus bisa menjelaskan ini dengan baik ke orang lain. Tapi, menjelaskannya gak usah pake nangis ya…” kata saya sambil mengusap-usap kepala Fauzan yang sedang bersandar di pangkuan saya.

Begitulah percakapan saya semalam dengan Fauzan. Percakapan sederhana yang semoga saja dia dia mampu memahaminya. Someday, you will read this, Son…

 

***

..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 14 Januari 2013
11:57
After lunch…

Tagged: , , , ,

24 thoughts on “[Diary Fauzan] Terampil dan Penciptaan Manusia

  1. thetrueideas 16 Januari 2013 pukul 7:49 AM Reply

    anak pinterrr…. (insya Allah)!!

    Suka

  2. siriusbintang 15 Januari 2013 pukul 3:47 PM Reply

    Bisa jadi Fauzan denger kata terampil dari uminya tanpa sadar.😀

    Suka

    • Lailatul Qadr 15 Januari 2013 pukul 5:28 PM

      Seingat saya, saya belum pernah menyebut2 kata terampil saat bercakap2 dengan Fauzan…

      Suka

  3. Sari 15 Januari 2013 pukul 10:54 AM Reply

    keren sekali Fauzan…. Uminya juga gak kalah keren………

    Suka

    • Lailatul Qadr 15 Januari 2013 pukul 12:40 PM

      Terima kasih, Ustadzah Sari… Kalo Umminya dari dulu emang udah keren…😀

      Suka

  4. matahari_terbit 14 Januari 2013 pukul 8:14 PM Reply

    wiiiiiiiiiiiiiiiii masyaAllaah.. cerdasnya..

    Suka

  5. Dhana's Catering and Snack 14 Januari 2013 pukul 6:31 PM Reply

    Subhanallah,
    jempol buat fauzan, ternyata dia terampil mengolah kata sampai-sampai umi-nya speechless.

    Suka

    • Lailatul Qadr 14 Januari 2013 pukul 6:40 PM

      Terima kasih, Tante… Emang Fauzan selalu jempol banget deh…

      Suka

  6. niprita 14 Januari 2013 pukul 6:31 PM Reply

    Tulisan tentang Fauzan selalu mengharukan, Bunda…

    Suka

    • Lailatul Qadr 14 Januari 2013 pukul 6:39 PM

      Huhuhu… Saya sebagai ibunya juga selalu terharu dengan kalimat2nya…

      Suka

  7. tintin syamsuddin 14 Januari 2013 pukul 3:17 PM Reply

    fauzan teladan deh..
    soal terampil mungkin dari sekolah?

    Suka

    • Lailatul Qadr 14 Januari 2013 pukul 3:18 PM

      atau… dari Indonesia Mencari Bakat…?

      Suka

  8. Iwan Yuliyanto 14 Januari 2013 pukul 2:54 PM Reply

    Subhanallah wa masyaallah… Fauzan cerdas.
    Umminya saking speechless nya sampai gak nanya dapat darimana kata “terampil” itu🙂

    Suka

    • Lailatul Qadr 14 Januari 2013 pukul 2:55 PM

      Nah, begitulah Pak… Emaknya binung…

      Suka

  9. nengwie 14 Januari 2013 pukul 2:53 PM Reply

    Pinteeerr…. semoga cita2nya tercapai yaaa..aamiin.

    Lho emang Fauzan kenapa mbak Ino, ko nangis?

    Suka

    • Lailatul Qadr 14 Januari 2013 pukul 2:55 PM

      Biasaaaaa… Belum terampil mengelola emosi. Kalau pendapatnya tidak disetujui lawan bicaranya, dia menangis Teh…

      Suka

    • nengwie 14 Januari 2013 pukul 2:59 PM

      Jadi inget Atul…. mulutnya suka langsung merenyeng ..mau nangis kalau ada yg ngga sesuai dengan keinginan dia atau digodain embak-embaknya…apa karena Atul bungsu ya? hehehe

      Suka

    • Lailatul Qadr 14 Januari 2013 pukul 3:04 PM

      Bisa jadi, Teh… Fauzan begitu bisa jadi karena blom punya ‘saudara’ di rumah.

      Suka

    • Dinar Zul Akbar 14 Januari 2013 pukul 6:07 PM

      ohh,, ada bagusnya juga,, kalo saya dulu masih kecil kalah pendapat malah jadi berantem,, hha

      Suka

    • Lailatul Qadr 14 Januari 2013 pukul 6:39 PM

      Iru belum terampil juga mengolah emosi namanya…🙂

      Suka

  10. ayanapunya 14 Januari 2013 pukul 2:53 PM Reply

    fauzan pintar bangetttt

    Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: