[Membeli (Barang) yang Tak Perlu, Tapi Bukan Mubazir?] Mama Mengajarkan Saya


Postingan kali ini, adalah postingan sambungan dari lapak Pak Syamsul alias thetrueideas dengan judul yang sama disini.

Di daerah perumahan tempat saya tinggal, setiap sebulan sekali pasti berkeliling seorang lelaki tua. Rambutnya sudah putih semua, punggungnya sudah tidak lagi tegak, dan langkah kakinya pun terseok.

Dia menjajakan mainan tradisional yang dibawa dengan pikulan. Salah satu tangannya memegang bambu pemikul, sedang tangan lainnya memainkan mainan itu sambil di dorong-dorong sepanjang perjalanan. Mainan tersebut akan ‘berteriak-teriak’ lantang untuk memanggil pembeli.

Entah, untuk yang keberapa kalinya, pak tua itu melewati depan rumah kami. Setiap kali lewat, saya selalu menyempatkan diri untuk membeli 1 mainannya. Harganya yang Rp 5.000, tak pernah saya tawar lagi. Jika ada ponakan yang datang, maka saya akan membelikan mereka satu persatu mainan itu.

Sebenarnya, anak saya bosan dengan mainan itu. Tapi saya membelinya, bukan semata untuk membuang uang yang saya miliki. Tapi lebih karena rasa iba setiap kali pak tua itu melewati depan rumah kami. Saya tak bisa membayangkan, berapa jauh jarak yang telah ditempuhnya. Saya tak bisa membayangkan, berapa modal yang sudah dikeluarkannya dan berapa keuntungan yang dia dapatkan dari menjajakan mainan itu.

Pak tua, semoga daganganmu selalu laku….

Tidak hanya Pak Tua itu yang menjadi sasaran pembelian barang yang tak mubadzir. Beberapa kali saya sering membeli sesuatu yang menurut saya tidak penting. Saya membelinya karena rasa iba kepada si penjualnya.

Apa yang saya lakukan hari ini ternyata ‘diturunkan’ dari (almh.) mama saya. Saat mama masih bersama kami di dunia ini, saya sering mendapati mama membeli sesuatu hanya karena perasaan iba. Mama juga bialng, “kasihan…” Menurut mama saya, membeli dari mereka itu memberikan nilai plus tersendiri. Yang pertama, mama bilang, “Dari pada mereka meminta-minta atau jadi pengemis, atau bahkan perampok. Mending mereka berjual-beli. Lebih halal.” Pesan mama yang berikutnya kepada kami, ketika mama membeli sesuatu dari orang-orang seperti itu, mama bilang, “Membeli dari mereka itu akan meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil.” Saya yang tidak tahu maknanya kala itu, saya telan saja sebagai doktrin yang harus masuk di otak saya (saking seringnya). Dan yang terakhir, mama juga mengingatkan, “Bagi-bagi rizki lah… Belum tentu mereka bisa makan enak seperti kita setiap hari.” Lagi-lagi saya hanya menerima itu sebagai doktrin.

Hari ini… Ketika saya menjadi seorang ibu, maka hal yang sama juga saya lakukan kepada anak saya, Fauzan. Namun, ada sedikit perbedaan. Saya bumbui dengan kalimat : ini semua mengingatkan kita agar lebih bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Kurang lebih, begitulah…

Nah… Itu tadi kisah saya. Bagaimana dengan Anda?

 

***

..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 28 Mei 2013
12:30 (baru selesai)

Tagged: , , , ,

10 thoughts on “[Membeli (Barang) yang Tak Perlu, Tapi Bukan Mubazir?] Mama Mengajarkan Saya

  1. niprita 11 Juli 2013 pukul 10:34 AM Reply

    Iya Bunda, setuju. Sekaligus menghargai usaha mereka juga ya…

    Suka

  2. fafashop 31 Mei 2013 pukul 3:23 PM Reply

    l;ingkaran kebaikan ya ust ketika kita baik ke orang maka kita baik pada orang lain Semoga Allah memudahkan….

    Suka

  3. syifarah03 31 Mei 2013 pukul 11:30 AM Reply

    heem, jadi mencoba mengingat2 kejadian serupa yg pernah saya alami. Sepertinya hal seperti ini sudah umum ya mbak, membeli karena kasian.

    Suka

  4. tinsyam 30 Mei 2013 pukul 1:45 PM Reply

    itu mama daku banget deh beli barang yang ga dibutuhkan karena kasian.. sampe numpuk barang di rumah..
    ku sempet kaya gitu juga, lamalama mikir, mo sampe kapan kasiannya?

    Suka

  5. thetrueideas 28 Mei 2013 pukul 12:45 PM Reply

    betul mbak…

    masih banyak -saya kira- mereka yang bertahan untuk hidup dengan mengais rejeki dengan jalan halal seperti itu, sudah KEWAJIBAN kita untuk membantu mereka…

    Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: