[Diary Guru] Benang Merah Pada Refleksi Ramadhan Mereka


Lagi-lagi, saya ingin berbagi cerita tentang murid-murid saya yang cantik-cantik, kelas VII – 2, SMPIT Insan Kamil Sidoarjo. Berawal dari selembar stick note yang saya bagikan di awal minggu -seperti hari ini-. Stick note itu dibagi menjadi 2 bagian, masing-masing bagian diberi nama. Setelah itu, saya meminta semua siswi untuk diam dan melakukan refleksi terhadap diri masing-masing selama seminggu yang telah berlalu.

Berikutnya, saya minta mereka menuliskan refleksi itu pada stick note yang sudah dibagikan. Di bagian pertama, saya minta mereka menuliskan hal-hal positif dan bermanfaat yang mereka lakukan selama seminggu. Di bagian kedua, saya minta mereka menuliskan sebaliknya, yakni hal-hal negatif dan tidak bermanfaat baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungannya. Lalu stick note itu ditempel di dinding seperti dibawah ini.

Refleksi Ramadhan

Refleksi Ramadhan

Masing-masing siswa tak perlu melihat punya kawannya, sebab apa yang mereka tuliskan adalah apa yang mereka lakukan. Saya minta kepada mereka untuk menulis dengan penuh kesadaran dan kejujuran. “Apa yang kalian tulis, tidak akan berpengaruh pada penilaian. Silakan tuliskan semua apa yang kalian kerjakan,” begitu penjelasan saya di awal.

Sebagian kecil siswi mulai menulis dengan lancar di bagian positif, sedang sebagian besar lainnya menulis dengan lancar di bagian negatif. Saat itu, saya tidak langsung membaca. Saya hanya berkata, “Good. Teruskan,” sambil terus berkeliling memberikan mereka motivasi untuk terus melakukan refleksi lalu menuliskannya di stick note itu. Saya sengaja tidak langsung membaca daftar yang mereka buat. Daftar itu baru saya pahami ketika mereka sudah meninggalkan kelas.

Saya adalah orang yang senang memperhatikan hal-hal positif. Oleh sebab itulah saya lebih suka membaca bagian positif terlebih dahulu daripada bagian negatifnya. Saya senyum-senyum sendiri melihat poin-poin yang tercantum disana. Membereskan lemari, membantu ibu menyiapkan sahur dan buka, menjaga adik, membangunkan kakak untuk sahur, keluar rumah memakai kerudung, bahkan salah satu diantara mereka menuliskan puasa penuh selama 12 hari.

Sebenarnya, untuk anak usia SMP, kalimat terakhir itu menjadi sebuah tanda tanya besar. Mengapa? Karena usia mereka sudah mencapai 12 tahun, usia yang bukan lagi anak-anak. Dan kalimat tersebut mengindikasi bahwa puasa 1 hari penuh selama 12 hari berturut-turut adalah sebuah pencapian baru yang luar biasa bagi dirinya. Atau mungkin, puasa sehari penuh selama 12 hari berturut-turut itu sebenarnya hal yang sangat berat untuknya. Sehingga menurut dia, itu adalah hal positif yang sudah dilakukannya. Saya memang belum kroscek ulang kepada penulisnya terkait apa yang dia tuliskan itu. Tapi, paling tidak saya sudah menyelami apa yang mereka rasakan untuk Ramadhan kali ini.

Nah… Ada satu hal yang menarik ketika saya membaca bagian negatif. Di bagian itu, saya mengambil satu benang merah yang sama, yakni marah, bertengkar, dan membentak adik/kakak/saudara. Bahkan, ada beberapa wali murid yang menuliskan di Buku Komunikasi kurang lebih seperti ini: Ananda sering bertengkar dengan adiknya, mohon dimotivasi di sekolah.

Nah (lagi)… Pulang sekolah tadi, saya menyempatkan waktu sekitar 20 menit untuk memberikan taujih di depan kelas. Saya menekankan kepada mereka, agar mereka bisa sedikit lebih bersabar terhadap apa yang adik/kakak/saudaranya lakukan. “Bukankah Ramadhan adalah moment yang tepat untuk mengendalikan hawa nafsu?” Begitu pertanyaan yang saya ajukan kepada siswi-siswi saya. Sebuah pertanyaan retoris, bukan?

Tapi, justru pertanyaan itu membuat suasana menjadi ribut. Karena menurut mereka, bukan karena bisa mengendalikan hawa nafsu atau tidak, melainkan karena mereka merasa orangtuanya tidak adil atas tindakan adiknya. Maka saya biarkan satu persatu dari mereka menyampaikan uneg-uneg yang ada dalam benak mereka.

Setelah puas, saya mencoba memberikan sedikit solusi kepada mereka. Selain bersabar, ada hal penting yang harus mereka lakukan. Hal itu adalah berkomunikasi dengan baik kepada kedua orangtua.

“Misal si A, tidak setuju dengan apa yang orangtuanya lakukan kepada adiknya, si A boleh bertanya. Kalimat-kalimat yang digunakan bisa seperti ini:
1. Ibu, mengapa ibu melakukan itu kepada adik dan tidak kepada saya?
2. Ayah, kalau saya dilarang untuk melakukan A, tetapi mengapa ayah diam saja saat adik melakukannya? Saya boleh tahu alasannya apa?
3. Bunda, kalau adik tiba-tiba memukul perut saya, apa yang harus saya lakukan?
4. Bapak, menurut bapak, bagaimana cara yang tepat untuk membangunkan adik untuk makan sahur?
5. Mama, kalau saya melanggar apa yang mama larang, bagaimana konsekuensinya? Bagaimana kalau adik yang melakukannya? Dan seterusnya”

Seketika itu, kelas menjadi hening. Mungkin mereka sedang memikirkan kalimat-kalimat yang tepat, yang nanti akan mereka sampaikan kepada kedua orangtua mereka. Atau mereka sedang memikirkan bahwa apa yang saya sampaikan belum pernah dicoba sebelumnya. Entahlah… Asalkan kelas menjadi hening bukan karena mereka ingin cepat pulang. Hehe…

Yang jelas, di akhir sesi ketika saya menanyakan, “Bagaimana? Mau mencoba saran dari Ustadzah?” Mereka dengan kompak menjawab, “Mauuuu…”

Semoga saja, setelah ini… Tak ada lagi laporan marah-marah, membentak, atau bersuara keras lagi. Semoga setelah ini, kita semua bisa berkata dengan baik.

***
..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 22 Juli 2013
14:57

Note : yang menulis pun sedang belajar hal yang sama dengan apa yang ditulisnya.

Tagged: , , , , , ,

3 thoughts on “[Diary Guru] Benang Merah Pada Refleksi Ramadhan Mereka

  1. faziazen 16 Agustus 2013 pukul 9:43 PM Reply

    jadi kangen murid-muridku di playgroup..dulu sebelum nikah sempat ngajar

    Suka

  2. danil 22 Juli 2013 pukul 3:53 PM Reply

    bisa ditiru dan bermanfaat ……makasih sharingnya ustdz

    Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: