[Diary Fauzan] Ketiduran dan Jadi Muadzin Saat Ramadhan Camp


Istilah Pondok Ramadhan alias Pesantren Kilat, di sekolah kami memang tidak pernah ada. Istilah itu bermetamorfosis menjadi sebuah kegiatan bertajuk Ramadhan Camp. Istilah tersebut dipilih karena konten kegiatan di Ramadhan Camp dikemas sangat tidak membosankan. Justru sebaliknya. Kegiatan-kegiatan dibuat sedemikian rupa sehingga setiap Ramadhan datang, siswa-siswi selalu menantikan Camp ini diadakan.

Lupakan materi-materi ‘garing’ yang membuat perut terasa semakin lapar. Lupakan saat-saat waktu terasa begitu lama ketika mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan. Lupakan kantuk yang selalu menyerang setiap sesinya. Ramadhan Camp ini, membuat siswa siswi antusias mengikuti sesi per sesi sampai akhir kegiatan.

Nah, Ramadhan Camp kali ini, salah satu pesertanya adalah Fauzan, anak saya. Saya yang mendengar -di kelas 7-2- suara hiruk pikuk dari Aula SD, sudah bisa menebak. Nanti, Fauzan akan berseru riang ketika saya menjemputnya sepulang Camp.

Dan benar saja, begitu dia melihat wajah saya diantara kerumunan orangtua yang menjemput anak-anaknya, dia langsung berteriak, “Ummi… Ummi… Ramadhan Campnya sueruuuu, Mi. SUERUUUUU…”

Sesampainya di rumah, dia tak langsung cerita, karena dia harus makan nasi kotaknya dan pergi tarawih di Masjid. Sebenarnya, saat makan dia sudah ingin bercerita banyak. Tapi saya memintanya untuk menahan diri karena waktu sangat sempit, jika dia tak mau ketinggalan sholat Isya.

Seturunnya dari Masjid, dia langsung bercerita. “Ummi, tadi ada cerita boneka tangan.”

“Oia. Ceritanya tentang apa?”

“Cerita tentang tsunami. Sueruuu, Mi. Seperti yang pernah Ummi setelkan untuk aku itu lho.”

“Hmmm… Bagaimana ceritanya?”

“Ya, gitu. Tiba-tiba ada ombak. Terus…. Wuuuuuuussss…. Kena deh, rumah-rumahnya,” begitu katanya sambil tangannya bergerak menirukan gerakan ombak. “Terus ada cerita kakek Yahudi yang selalu ngatain nabi Muhammad, Mi,” lanjutnya bercerita.

“Kakek Yahudi? Kakek Yahudi yang mana, ya?” Saya belum nyambung dengan apa yang dia sampaikan.

“Iyah, kakek Yahudi yang suka ngata-ngatai Rasulullah itu lho, Mi. Kan Ummi juga pernah cerita. Kakek Yahudi buta.”

“Oooo… Iya. Ummi ingat.”

“Nah, itu Mi. Bagus lho, Mi… critanya,” katanya sambil masih bersemangat. “Trus, aku tadi adzan juga, lho Mi.”

“Oia?” Tanya saya antusias. Padahal sebenarnya, saya sudah tahu kalau dia adzan Ashar Karena suaranya, sampai di kelas saya.

“Iya.. Tapi…”

“Tapi tadi adzannya ada yang salah ya?”

“Hehe… Iya. Aku kan belum pernah adzan… Tapi kalo iqomah aku sering,” katanya membela diri. “Eh, tadi temanku yang iqomah suaranya gak merdu, Mi,” lanjutnya.

“Hmmm… Gak papa. Nanti untuk adzan bisa berlatih sama Kokong atau Abimu… Biar kalau disuruh adzan, gak salah lagi.”

“Iya, Mi,” katanya mantap.

“Trus, apalagi yang Fauzan lakukan?”

“Mencari harta karun.”

“Dapet..?”

“Dapet. Sik… aku ambilkan harta karun yang aku dapat.”

“Waaaah… Bagusnya…”

“Iyah. Tapi aku blom tahu siapa yang dapetin harta karun yang aku bawa,” katanya. Dua hari sebelumnya, anak-anak kelas 1 dan 2 diminta mengumpulkan kado seharga Rp 15.000 dan dibungkus koran. Itu yang Fauzan maksudkan sebagai harta karun tadi.

“Hmmm… gak papa. Gak usah tahu. Bersyukur dengan rezeki yang Allah berikan sekarang saja.”

“Iya, Mi…”

“Laper gak tadi?”

“Yaaa…. luaper. Soalnya aku banyak kegiatan, jadi semakin laper. Tapi aku senang.”

“Gak ngantuk?”

“Gak… Soalnya, aku sudah tidur sedikit tadi.”

“Hah? Ada waktu untuk tidur siang, emangnya?”

“Gak sih, Mi. Aku ketiduran saat sholat. Luama. Sampe sholat selesai, aku baru dibangunin.”

“Lho emang tidurnya dimana?”

“Ya disana. Aku ketiduran saat sujud.”

“Waduuuh… Rokaat ke berapa Fauzan tidur?”

“Kayanya, siy.. Kedua.”

Begitu mendengar jawaban itu saya langsung tertawa. Owalaaah…. Lagi-lagi ketiduran saat sujud. Zaaaan… Zaaaaan… Koq yo iso, tho le…?

Sebenarnya, ada 2 kegiatan yang belum dia sebutkan. Yakni rentang waktu dari Dzuhur ke Ashar dan kegiatan berbuka puasa. Tapi dari apa yang dia sampaikan diatas, saya menyimpulkan bahwa kegiatan Ramadhan Camp kali ini, sangat berkesan baginya. Semoga Ramadhan Camp tahun depan, dia punya cerita yang lebih seru lagi.

Terakhir, izinkan saya sebagai Wali Murid SDIT Insan Kamil Sidoarjo, menyampaikan jazakumullahu khairan katsiir kepada Ustadz/Ustadzah yang menjadi event organizer acara Ramadhan Camp 2013, sehingga acara ini dapat berlangsung dengan baik dan membuat torehan memori tersendiri bagi siswa siswi SDIT Insan Kamil, khususnya bagi anak saya, Fauzan Azhima Abdurrahman. Semoga setiap peluh dan lelah dicatat sebagai kebaikan pemberat timbangan amal nanti di yaumil akhir. Aamiin.

Ini ada beberapa foto Ramadhan Camp nya Fauzan yang di share oleh teman-teman guru di group whatsapp Guru Insan Kamil.

image

Fauzan dan Ustadzah Kurnia

image

Fauzan

image

Fauzan dan Temannya

image

Salah Satu Drama yang Dimainkan

image

Sholat Dzuhur Berjamaah

***
..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 24 Juli 2013
05:35

Posted from WordPress for Android

Tagged: , , , , , , ,

11 thoughts on “[Diary Fauzan] Ketiduran dan Jadi Muadzin Saat Ramadhan Camp

  1. tinsyam 24 Juli 2013 pukul 11:14 PM Reply

    gimana bobo saat sujud ya? *ngebayangin..
    keren dikirimin foto sama gurunya via whatsap..

    Suka

    • Lailatul Qadr 25 Juli 2013 pukul 4:25 AM

      Hihi… Ya kaya gitu, mbak tin… Anakku sering banget ketiduran saat sujud.

      Ya, karena kami satu atap, jadi ada whatsapp group untuk guru2.

      Suka

  2. mysukmana 24 Juli 2013 pukul 2:38 PM Reply

    mantap, semoga anak2 menjadi muslim yg kaffah🙂 (salam kenal mbak, blog walking)

    Suka

    • Lailatul Qadr 24 Juli 2013 pukul 6:34 PM

      Aamiin… Terima kasih…

      Salam kenal…

      Suka

    • mysukmana 25 Juli 2013 pukul 10:06 AM

      salam kenal juga, follow ya kak dan link exchange

      Suka

  3. Erit07 24 Juli 2013 pukul 1:35 PM Reply

    Haha,fauzan lucu banget,sampai ketiduran..

    Suka

    • Lailatul Qadr 24 Juli 2013 pukul 2:33 PM

      hehe… Iyah, Rit… Biasa kalo dah ngantuk berat suka begitu dia.

      Suka

  4. kebomandi 24 Juli 2013 pukul 8:52 AM Reply

    whuaa,, seruu yaak. dulu inget banget zaman sd, kita ikutnya esantren kilat yang gak jauh beda cara ngajarnya kaya belajar biasa.. jadi, yaa bawaan nya mau pulang muluu :3

    Suka

    • Lailatul Qadr 24 Juli 2013 pukul 9:16 AM

      Hihi… Begitulah… Kalo di sekolah kami, hal-hal kaya gitu, kami hindari…

      Suka

  5. guru 24 Juli 2013 pukul 5:57 AM Reply

    anak2 bisa antusias dan punya kesan thd acara di sekolah merupakan hal yg istimewa untuk saya. bagaimana ya tipsnya?

    Suka

    • Lailatul Qadr 24 Juli 2013 pukul 6:03 AM

      Gurunya yang pinter, tuh… Sayangnya, mereka gak nge blog. Jadi, kita gak tahu bagaimana tipsnya. Hehe….

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: