[Diary Fauzan] Cuma LKS


Saya : Gimana tadi? Bisa ulangan Bahasa Inggrisnya?

Fauzan : Gak ulangan, Mi. Cuma menjawab pertanyaan di lembar kertas.

Saya : #speechless#

Sekilas percakapan diatas terasa biasa. Tapi tentu saja tidak bagi saya. Percakapan itu adalah percakapan ke sekian antara saya dan Fauzan yang memberikan indikasi bahwa anak saya secara garis besar belum mengetahui makna Mata Pelajaran, makna Evaluasi, makna Latihan Belajar, dan seterusnya.

Secara logika, dia mampu mengerti dan memahami apa yang gurunya sampaikan. Tapi dia tidak mengerti ranah pelajaran apa yang dipelajari saat itu.

Ketidakpahamannya itu terindikasi juga dari beberapa kali dia salah menulis di buku tulis yang dia bawa. Kalau gurunya tidak memberi instruksi, “Tulis di buku A” maka ia akan menulis di buku mana saja yang bisa dia gunakan.

Jujur, sebagai orang tua saya baru (kurleb sebulan ini) menyadari bahwa ada anak yang tidak paham dia sedang belajar apa. Yang dia tahu adalah apa yang disampaikan gurunya, itu yang akan dia serap. Baginya yang terpenting adalah esensi, bukan nama atau label.

Pantas saja dulu saat menjadi guru kelas 1 SD, saya menjumpai beberapa siswa saya menggunakan buku ‘gado-gado’. Pelajaran A, B, C, jadi 1. Padahal orangtuanya sudah menyiapkan beberapa buku tulis dalam tasnya sesuai dengan mata pelajaran yang berlangsung hari itu.

Dulu saya juga sering bingung dengan jawaban anak saya, ketika awal-awal masuk sekolah, saya bertanya padanya belajar apa hari itu. Dan jawabannya selalu, “Tidak tahu.” Tapi lama-lama jawaban tidak tahu itu hilang dan berganti dengan, “Hari ini, aku belajar arti Surat Al-Fatihah.” Dan jawaban seperti itu masih mengindikasikan dia belum paham Mata Pelajaran.

Jujur, terkadang saya melihat ke dalam diri saya. Dulu saat kelas 1 SD, saya sudah bisa A, melakukan B, mengenal C dan seterusnya. Saat sekarang punya anak, secara tidak sengaja maupun sengaja saya membandingkan keadaan anak saya dengan kondisi saya dulu.

Saya yakin banyak juga orangtua seperti saya. Memberikan ekspektasi yang begitu besar terhadap perkembangan atau prestasi anak dengan berkaca pada diri sendiri. Sebagai orangtua, kita harus bijak melihat ini. Tetap memberikan stimulus yang tepat kepada anak agar anak mengerti, tidak membandingkan anak dengan dirinya maupun anak lain yang seusia, membimbingnya dengan cinta dan sayang, serta mendoakannya selalu.

Seiring bertambahnya usia, wawasan, dan tanggung jawab, insya Allah dia akan mengerti. Saya yakin, Fauzan pun akan mengerti tidak hanya apa itu mata pelajaran, tapi juga ia akan mengerti makna evaluasi. Aamiin.

***
..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 25 September 2013
10:40

Sambil mengingat senyumnya yg menawan

Posted from WordPress for Android

Tagged: , , , , , , ,

8 thoughts on “[Diary Fauzan] Cuma LKS

  1. rorowilis 25 September 2013 pukul 10:53 AM Reply

    Kalo anak sy *TK A* mlh lucu, dia sering bingung membedakan huruf latin sm hijaiyah mb, sering banget ada huruf2 latin yang dibaca kayak hijaiyah, karena belum hafal smua huruf latin maupun hijaiyah..🙂 menurut bu guru mesti gimana ya ngadepinnya?

    Suka

    • Lailatul Qadr 25 September 2013 pukul 10:58 AM

      Gak papa, mbak. Biasa kebalik balik. Nanti juga akan mengerti sendiri. Ngomong2 belajar ngajinya bukan dieja kan? Maksudnya dieja, seperti ini ‘alif-fatha-a, alif-kasroh-i, alif-dhuma-u, a-i-u’

      Suka

    • rorowilis 25 September 2013 pukul 1:06 PM

      bukan mb tapi pake metode tilawati

      Suka

    • Lailatul Qadr 25 September 2013 pukul 5:12 PM

      Hmmm… Harusnya gak bingung. Karena metode tilawati langsung bunyi (fonetik). Tapi… Its ok lah… Nanti juga paham sendiri. Hehe

      Suka

  2. Iwan Yuliyanto 25 September 2013 pukul 10:53 AM Reply

    lailatulqadr said:
    Sebagai orangtua, kita harus bijak melihat ini. Tetap memberikan stimulus yang tepat kepada anak agar anak mengerti, tidak membandingkan anak dengan dirinya maupun anak lain yang seusia, membimbingnya dengan cinta dan sayang, serta mendoakannya selalu.

    Saya sependapat. Nikmati saja prosesnya dengan penuh tanggung-jawab, agar anak juga belajar bertanggung-jawab langsung dari orang-tuanya. Pelajaran tanggung jawab itu mahal sekali nilainya.

    Suka

    • Lailatul Qadr 25 September 2013 pukul 10:55 AM

      Iyah, Pak Iwan. Terima kasih.

      Suka

  3. tinsyam 25 September 2013 pukul 10:49 AM Reply

    nanti juga fauzan mengerti, proses kan.. ku lupa dulu seumur fauzan udah paham belum ya soal makna belajar, makna evaluasi, makna latihan, makna pe-er..

    Suka

    • Lailatul Qadr 25 September 2013 pukul 10:54 AM

      Hehe… Saya dulu udah paham. Soalnya saya punya kakak, mbak Tin. Lha… Saya lupa, Fauzan kan anak pertama (tunggal). Makanya, dia belum punya “model”. Hihihi

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: