The Conjuring dan The Insidious 2


2 judul film yang menjadi judul postingan ini, adalah 2 judul film yang saya tonton 2 bulan terakhir. 2 film itu bergenre horor. Satunya berdasarkan kisah nyata, sedangkan lainnya fiktif.

Sebenarnya, saya tak terlalu suka dengan film-film horor. Saya lebih suka film comedy, drama, atau film petualangan. Tapi karena saya ingin ‘nyambung’ dengan pembicaraan murid-murid saya, akhirnya saya nonton juga.

image

The Conjuring bercerita tentang sebuah keluarga yang sedang ditangani kasusnya oleh sepasang suami istri ‘pemburu hantu’. Si istri adalah seorang cenayang, sedangkan suami adalah seorang pengusir hantu.

Keluarga itu baru saja pindah ke sebuah rumah yang sangat angker. Di hari pertama kepindahannya, anjing peliharaan mereka mati mendadak dengan kondisi yang mengenaskan.

Setelah matinya anjing peliharaan mereka secara misterius, keanehan-keanehan berikutnya terus saja terjadi. Keluarga yang memiliki 5 orang anak perempuan ini mendapatkan perlakuan-perlakuan menyeramkan dari setan penghuni rumah. Sampai-sampai ketika mereka benar-benar ingin mengusir setan dari rumah itu, dan memindahkan, untuk sementara, anak-anak mereka ke tempat yang lebih aman, setan itu tetap mengikuti mereka.

Setan dalam film The Conjuring masuk ke dalam tubuh si ibu. Si ibu digambarkan mengalami memar-memar di sekujur tubuhnya tanpa penyebab yang jelas. Si ibu juga terlihat lebih pucat dan berkerut dari penampakan usia aslinya.

Kejadian klimaks adalah saat pengusir setan berusaha mengeluarkan setan dari dalam tubuh si ibu. Beberapa orang laki-laki yang memegangi tubuh ibu itu terpental oleh kekuatan dorongan sang ibu. Si ibu seakan bertambah kuat 5 kali lipat daripada kekuatan aslinya.

Ketika tim pemburu setan berhasil mendekap ibu dan mengikatnya di kursi, sebuah keanehan terjadi padanya. Si ibu tiba-tiba memuntahkan banyak sekali darah.

Saya sebagai penonton bukan merasa jijik dengan adegan itu. Saya justru ikut merasakan kesakitan luar biasa saat pemeran memuntahkan darah. Sebuah adegan yang berhasil di deliver oleh sang sutradara kepada penontonnya, saya. Hehe…

Dengan segala upaya, semua orang berusaha mengeluarkan setan dari tubuh si ibu yang semakin lemas. Setan itu ingin si ibu membunuh anaknyaΒ  sendiri. Mantra terus menerus dibacakan oleh si pemburu setan, sedangkan suami si ibu membisikkan kata-kata motivasi untuk mengembalikan kesadaran si ibu ke dunia nyata.

Dengan usaha-usaha itu, si ibu akhirnya terbebas dari setan bernama Batzeba dan kembali ke kehidupan normalnya.

Sebuah dramatisasi pengusiran setan yang liar bisa menarik dan menegangkan.

image

Berbeda dengan film The Insidious 2. Karena film ini merupakan film lanjutan dari sequel pertamanya, yang kebetulan saya belum pernah menontonnya, saya masih bingung dengan alur yang disajikan.

Inti dari film ini adalah ada beberapa orang yang memiliki kemampuan ‘keluar’ dari raganya. Jiwanya berkeliling, berkelana, lalu bertemu dengan orang yang memiliki kemampuan yang sama. Nah, saat jiwa berkelana ke tempat lain tadi, tubuh asli ditempati oleh jiwa orang lain. Sehingga jiwa/roh asli tak bisa menempati kembali raganya.

Nah, menurut siswa saya yang sudah melihat The Insidious yang pertama, yang dirasuki roh lain itu adalah sang anak (Dalton), sedangkan di film The Insidious 2 ini, yang dirasuki roh lain adalah sang ayah. Sang ayah yang dirasuki roh lain ini diceritakan (juga) ingin membunuh anak-anaknya. Sebab roh yang memasukinya itu memiliki trauma masa kecil yang hebat. Ibu dari roh itu mencoba menjadikannya seorang perempuan, padahal dia laki-laki tulen. Sampai-sampai beberapa saat sebelum roh tadi meninggalkan jasadnya, dia berusaha mengebiri dirinya sendiri.

Cuma itu yang bisa saya tangkap dari cerita The Insidious 2. Karena sampai sekarang saya masih bingung dengan alurnya.

##

Kedua film memang tak sesuai dengan apa yang saya yakini. Tapi dari kedua film itu ada beberapa hal yang bisa dipetik. Bagi saya setidaknya, saya bisa nyambung dengan obrolan siswi2 di kelas sembari memastikan bahwa aqidah mereka lurus.

***
..:: LaiQ ::.
Sidoarjo, 01 Oktober 2013
11:40

Maaf, kalo bahasanya acak kadul. Gak pake edit.
Gambar The Conjuring dari sini.
Gambar The Insidious 2 dari sini.

Posted from WordPress for Android

Tagged: , ,

30 thoughts on “The Conjuring dan The Insidious 2

  1. ranisroom 9 Oktober 2013 pukul 5:52 PM Reply

    well..well..well..
    ini pilem keren-keren bu ^^ idola saya.. hehehe

    Suka

    • Lailatul Qadr 9 Oktober 2013 pukul 5:58 PM

      Hehehe… Ya, pada akhirnya, saya juga nonton film bergenre beginian.

      Suka

  2. pindahanmultiply 3 Oktober 2013 pukul 4:08 AM Reply

    kalau untuk yang horror-horror saya suka cerita2 yg ditulis oleh H.P. Lovecraft mbak

    Suka

    • Lailatul Qadr 3 Oktober 2013 pukul 4:34 AM

      Wah… Kira2 seperti apa ya, critanya?

      Suka

    • pindahanmultiply 9 Oktober 2013 pukul 12:12 AM

      kalau horror-nya H.P. Lovecraft agak beda, gak banyak berurusan sama hantu gentayangan tapi makhluk2 lain yang gak kalah seram, yang ukuran dan bentuknya jauh melebihi imajinasi paling mengerikan yang dimiliki manusia.

      Suka

    • Lailatul Qadr 9 Oktober 2013 pukul 3:27 AM

      Waduuuuh. Ogah deh, ngeliatnya. Serem

      Suka

    • pindahanmultiply 18 Oktober 2013 pukul 6:03 PM

      He he he, karena itulah disebut Cosmic Horror Story

      Btw, gambar rumah di poster film Insidous 2 ini mirip sama yang ada dalam cerita karangan H.P. Lovecraft yang judulnya The Dunwich Horror

      Suka

  3. winny widyawati 1 Oktober 2013 pukul 5:51 PM Reply

    Saya nggak suka film horor tapi baca tweet temen2 ttg film ini bikin penasaran.Akhirnya nonton juga ^^

    Suka

    • Lailatul Qadr 1 Oktober 2013 pukul 7:31 PM

      Waktu liat The Conjuring, saya juga terprovokasi oleh teman, Teh.

      Suka

  4. ayanapunya 1 Oktober 2013 pukul 4:59 PM Reply

    Aku setelah nonton saw ga mau lagi nonton film horor. Semacam trauma gitu

    Suka

    • Lailatul Qadr 1 Oktober 2013 pukul 5:23 PM

      Trauma gimana?

      Suka

    • ayanapunya 1 Oktober 2013 pukul 5:28 PM

      Soalnya saw itu kan filmnya sadis banget gitu. Aku sampai menggigil liatnya. Trus baik insidious sama conjuring ini yg bikin sama dengan yang bikin saw

      Suka

    • Lailatul Qadr 1 Oktober 2013 pukul 5:32 PM

      Ooo… Gitu. Tapi seru lho jalan critanya. Make up artistnya buagus. Sound effect nya juga keren.

      Btw, abis nonton The Insidious 2 di CITO kemarin, saya langsung pusing. Entah kenapa….

      Suka

    • ayanapunya 1 Oktober 2013 pukul 5:34 PM

      Nah, knp tuh no? Kemarin adikku 22nya nonton itu. Seru kata mereka

      Suka

    • Lailatul Qadr 1 Oktober 2013 pukul 5:36 PM

      Mbuh, mbak. Gak tahu…

      Emang seru. Apalagi nonton The Insidious nya sama 2 murid saya.

      Suka

    • ayanapunya 1 Oktober 2013 pukul 5:37 PM

      Asik yaa bisa sambil diskusi, noπŸ™‚

      Suka

    • Lailatul Qadr 1 Oktober 2013 pukul 5:41 PM

      Hahha… habis nonton, minum teh di food court sambil share isi ceritanya sampe pusing saya hilang.

      Suka

    • ayanapunya 1 Oktober 2013 pukul 6:12 PM

      Nontonnya dimana no? Cito yg kmrn?

      Suka

    • Lailatul Qadr 1 Oktober 2013 pukul 7:32 PM

      Iya, di CITO kemarin, mbak.. ^^

      Suka

  5. ayanapunya 1 Oktober 2013 pukul 4:57 PM Reply

    Aku nggak nonton keduanya. Sejak nonton saw aku jadi ga mau lagi nonton horor

    Suka

    • Lailatul Qadr 1 Oktober 2013 pukul 5:23 PM

      Hehe… begitu ya?

      Suka

    • ayanapunya 1 Oktober 2013 pukul 5:24 PM

      kayaknya komenku dobel ya, no?

      Suka

    • Lailatul Qadr 1 Oktober 2013 pukul 5:26 PM

      Iya, Mbak. Gak papa…

      Suka

    • museliem 2 Oktober 2013 pukul 11:20 AM

      Kayaknya agak beda dengan saw deh yan.. klo saw itu lebih banyakan adegan motong memotong tubuh orang…

      Suka

    • Lailatul Qadr 2 Oktober 2013 pukul 11:58 AM

      Wah saya gak pernah liat saw… Kalo adegannya kaya bgitu, saya takut dah. ~_~

      Suka

    • ayanapunya 2 Oktober 2013 pukul 12:02 PM

      Iya sih, muse. Katanya kalau insidious sama conjuring itu lbh ke paranormal ya. Tapi ya itu dia. Aku udah terlanjur ga mau lagi nonton film horor atau psikopatπŸ˜€

      Suka

  6. tinsyam 1 Oktober 2013 pukul 3:59 PM Reply

    ku udah nonton sih duaduanya.. malah ketawa nontonnya..

    Suka

  7. Iwan Yuliyanto 1 Oktober 2013 pukul 12:58 PM Reply

    Semua itu hanya sebagai hiburan / entertainment. Tidak harus dipercaya kebenarannya, meski atas nama fakta.
    Semenjak anak saya paham betul bahwa manusia lebih mulia daripada setan, dan setiap manusia yang mati hanya disibukkan oleh salah satu perkara (nikmat kubur atau siksa kubur), … anak saya yg 7 tahun itu gak takut lagi dalam kegelapan, tidur sendirian, jaga rumah sendiri, dll.

    Diantara 2 judul itu, secara hiburan saya lebih suka The Insidious. Memang paling asyik kalo nonton dulu yg pertama, agar nyambung. Bahkan kini sudah diproduksi sequel-nya yg ketiga.

    Suka

    • Lailatul Qadr 1 Oktober 2013 pukul 1:14 PM

      Wah… Kalo gitu saya harus liat sequel The Insidious yang pertama, ya Pak… Trus nonton lagi, biar nyambung.

      Ini gara-gara murid-murid saya pada ngomongin film-film itu… Jadi ikutan nonton deh.

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan β„’

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilΓ©t/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: