Nadya; Saya Sudah Insyaf


Membentuk kebiasaan baru pada anak usia SMP, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Hal ini sama dengan membentuk lagi tanah liat yang sudah hampir mengeras. Perlu waktu dan banyak air untuk meliatkan kembali agar dapat dibentuk ulang menjadi apa yg kita inginkan. Nah, tulisan ini adalah pengalaman saya meliatkan ulang tanah liat yang sudah hampir mengeras. Cekidot…

image

Sekarang ini, saya menghadapi beberapa kebiasaan siswa yang telah mengakar sebelumnya. Kebiasaan ini kalau dibiarkan, akan menjadikan sebuah karakter yang melekat dalam diri siswa. Habbits itu antara lain; bangun siang, tidak membereskan tempat tidur sendiri, dan mencucikan pakaian dalamnya kepada orang lain.

Untuk sekolah nonboarding, ini menjadi sebuah dilema bagi guru. Secara kelembagaan, hal-hal diatas perlu dituntaskan agar anak-anak memiliki karakter kuat, yakni mandiri. Tapi secara fasilitas -yang disediakan ortu di rumah-, anak-anak diberikan kebebasan untuk melakukan ketiga hal diatas.

Sebagai guru, kita harus cerdas memilih dan memilah kebiasaan apa yang menjadi prioritas untuk dituntaskan. Untuk karakter mandiri, kebiasaan yang saya anggap urgent di kelas saya adalah kebiasaan membereskan kamar tidur sendiri. Hal ini saya tentukan berdasarkan laporan ortu, melihat buku penghubung, dan berdasarkan riset kecil-kecilan dengan menanyai beberapa siswa.

Setiap pulang sekolah, saya menekankan kepada siswa untuk membereskan tempat tidurnya pagi sebelum berangkat sekolah. Tidak hanya tempat tidur, tapi juga kamar secara keseluruhan. Kamar tidak ditinggal dalam keadaan berantakan. Mukena, selimut, bantal, guling, buku. Semua tertata di tempatnya masing-masing.

Nah, saat pulang sekolah itulah saya sering mempersilahkan terlebih dahulu anak-anak yang sudah bertanggung jawab terhadap kamar pribadinya.

Hari pertama sampai beberapa hari berikutnya, hanya beberapa gelintir siswa yang bisa pulang terlebih dahulu. Pekan berikutnya bertambah, bertambah, dan bertambah. Sampai menyisakan beberapa orang saja.

Beberapa hari lalu, Nadya, salah satu yang tersisa tadi, akhirnya berdiri pada saat saya mengatakan, “Yang bertanggung jawab terhadap kamar tidurnya sendiri, boleh keluar kelas terlebih dahulu.”

Saya tersenyum kepadanya kala itu. Saat salim, mencium tangan saya untuk pamit pulang, Nadya berucap, “Saya sudah insyaf, Ustadzah. Saya membereskan kamar tidur saya pagi ini.”

“Waaaah… Hebat…! Terima kasih, mbak Nadya sudah membereskan kamar tidur sendiri. Semoga kebiasaanya bisa bertahan, ya…! Semangaaat…! ” Itu yang saya sampaikan sambil menepuk pundaknya.

Bagi dia dan beberapa orang yang masih tersisa, membereskan tempat tidur itu sangat sulit dilakukan. Terlebih karena selama ini, dia selalu meminta bantuan orang lain untuk melakukannya. Bagi saya, apa yang dilakukan Nadya dan juga murid-murid lainnya adalah sebuah prestasi yang luar biasa. Nadya telah berhasil mengendalikan dirinya untuk tidak bergantung pada orang lain. Kamar tidur adalah ‘wilayah kekuasaan’nya. Maka sudah sewajarnyalah, kamar tidur menjadi hak prerogatif dan juga prioritas bagi dirinya sendiri.

Saya bangga terhadapmu, Nadya.. Semoga ke depan, Nadya bisa lebih mandiri dan tak selalu bergantung pada orang lain.

***
..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 10 Oktober 2013
09:28

Terima kasih, mbak Nadya, sudah menginspirasi saya unuk menuliskan ini.

Gambar diambil dari sini.

Posted from WordPress for Android

Tagged: , , , , , ,

12 thoughts on “Nadya; Saya Sudah Insyaf

  1. niprita 11 Oktober 2013 pukul 11:59 AM Reply

    Bunda, jangan pernah berhenti nulis ya. Saya selalu suka mantau blog Bunda, baca-baca tulisan Bunda tentang pendidikan anak, entah itu cerita tentang Fauzan maupun murid-murid Bunda ^^

    Suka

    • Lailatul Qadr 11 Oktober 2013 pukul 5:05 PM

      Insya Allah… Do’akan saja…

      Suka

  2. mysukmana 11 Oktober 2013 pukul 9:39 AM Reply

    kemandirian harus diawali sejak kecil biar bisa jadi habbit

    Suka

    • Lailatul Qadr 11 Oktober 2013 pukul 5:05 PM

      Benar, mbak…

      Suka

    • mysukmana 13 Oktober 2013 pukul 5:27 PM

      Gw mas bukan mbk hahahaha

      Suka

    • Lailatul Qadr 13 Oktober 2013 pukul 5:29 PM

      Ooh… Mas… Maaf, saya salah…

      Suka

  3. tinsyam 10 Oktober 2013 pukul 2:57 PM Reply

    itu kebiasaan ku tiap bangun beresin ranjang..

    Suka

  4. afriantodaud 10 Oktober 2013 pukul 2:01 PM Reply

    good writing, bu guru🙂

    Suka

  5. ayanapunya 10 Oktober 2013 pukul 12:21 PM Reply

    Waa.. aku kadang masih ngebiarin tempat tidurku berantakan

    Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: