[Diary Fauzan] Selalu Pulang Terakhir


Fauzan, 6 tahun 6 bulan, tak pernah melewati masa TK A. Pernah siy, tetapi hanya 3 bulan saja. Masa itu terlalu singkat baginya. Dan itu tak memiliki kesan apa-apa. Tiga bulan itu lebih pada masa pengenalan sekolah alias masa orientasi saja. Tak lebih.

Ada masalah? Tentu saja ada. Masa TK A adalah masa dimana anak menuntaskan motorik halusnya. Misalnya, anak berlatih menarik garis, menguatkan otot tangan, membuat lingakaran, dan seterusnya. TK B adalah masa anak mulai mengenal baca tulis hitung dalam rangka persiapan memasuki sekolah formal, yakni jenjang SD. Saat masuk TK tahun lalu, Fauzan sudah bisa membaca dan berhitung, tapi belum bisa menulis. Maka dia bisa masuk ke kelas B (padahal seharusnya dia dia berada di TK A).

Karena hal diatas, maka masalah utama anak saya saat ini (saat SD) adalah menulis. Secara akademis, anak saya mampu mengikuti pelajaran, memorinya pun kuat. Kalau diminta menceritakan ulang, dia akan menceritakan dengan baik. Pun dengan nalar, logis, dan matematisnya. Semua tak ada masalah.

Tapi mengapa beberapa kali dia harus ditinggal oleh antar jemputnya? Kejadian terakhir beberapa hari lalu, dia terpaksa pulang dengan saya, pukul 16.15. Apa penyebabnya?

90% bisa dipastikan, ini terjadi karena dia mendapat pekerjaan menyalin tulisan dari papan tulis.

Mengapa bisa pulang paling akhir? Ya tentu saja… Karena gurunya memintanya untuk melanjutkan menyalin tulisan dari papan tulis hingga selesai. Itu yang menyebabkan dia pulang terakhir.

####

Menyalin tulisan di papan tulis memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi daripada membaca atau mencongak atau hanya sekadar menuliskan jawaban dari soal (di kertas yang sama). Menyalin tulisan dari papan tulis, mengkombinasikan kemampuan membaca, mengingat, menyusun, dan menuliskan ulang apa yang baru saja dibacanya. Jika di papan tulis merupakan soal yang harus dijawab, maka ada satu kemampuan tambahan yaitu kemampuan menjawab soal dengan benar.

Kesemua kemampuan itu akan mencapai titik optimal jika anak telah memiliki kemampuan konsentrasi dengan baik. Maka disini, konsentrasi menjadi faktor utamanya.

Nah, tingkat konsentrasi anak beragam. Hal ini dipicu oleh beberapa penyebab. Diantaranya seberapa sering perhatian anak dialihkan. Saya belum tahu banyak tentang ini. Kapan-kapan coba saya tulis berdasarkan pengamatan saya terhadap anak saya, membaca buku terkait, dan hasil berdiskusi dengan teman-teman ya… ^_^

Kembali ke konsentrasi. Nah, anak saya ini memiliki konsentrasi yang belum stabil. Kadang bagus, kadang kurang bagus. Konsentrasinya lebih sering terpecah. Untuk kasus menyalin tulisan dari papan tulis diatas, fokus Fauzan bisa lebih baik jika guru memberinya tekanan. Misalnya guru mengatakan, “Waktu menyalin hanya sampai jarum panjang menunjukkan angka 9.” Maka dia akan bisa menyelesaikannya sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Untuk itulah, saya meminta kerja sama dari Ustadzah Tyas (Wali Kelas Fauzan) untuk memberikan batas waktu yang jelas khusus untuk Fauzan. Sedang tugas saya di rumah, mencoba melatihnya untuk memiliki konsentrasi yang lebih panjang.

Semoga ikhtiar ini berhasil dan Fauzan tidak pernah pulang terlambat lagi bulan depan. Aamiin…

By the way… Ini lho… Tulisan Fauzan hasil menyalin dari papan tulis.

image

PAI Kamis 03 Oktober 2013

image

PAI Jum'at 05 Oktober 2013

***
..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 11 Oktober 2013
18:47

Charger ketinggalan di rumah. Jadi baru bisa posting malam hari dari rumah.

Posted from WordPress for Android

Tagged: , , ,

7 thoughts on “[Diary Fauzan] Selalu Pulang Terakhir

  1. […] saya pribadi sudah sanksi dengan penglihatan Fauzan saat saya memposting ini. Sebab bagi saya, wajar bila ketajaman mata anak saya kurang bagus. Pasalnya, penglihatan saya dan […]

    Suka

  2. ayanapunya 11 Oktober 2013 pukul 7:31 PM Reply

    kayaknya memang lebih cepat belajar membaca ya ketimbang menulis? *ingat-ingat masa kecil

    Suka

    • Lailatul Qadr 11 Oktober 2013 pukul 7:35 PM

      Saya gak ingat, mbak. Yang saya ingat, saya bisa menghafal dan menuliskan ulang pembukaan UUD 1945 saat usia saya 5 tahun.

      Suka

    • ayanapunya 11 Oktober 2013 pukul 7:45 PM

      *shock*
      aku umur segitu sih ya udah bisa baca, tapi kyknya emang nggak bakat menghafalπŸ˜€

      Suka

    • Lailatul Qadr 11 Oktober 2013 pukul 8:56 PM

      Hihi… efek anak terakhir kalo saya

      Suka

    • ayanapunya 11 Oktober 2013 pukul 8:58 PM

      emang ino-nya yang pintar kalau itu mah. makanya nurun juga ke fauzanπŸ™‚

      Suka

    • Lailatul Qadr 11 Oktober 2013 pukul 9:01 PM

      Alhamdulillaah…
      Gak gitu juga kali, Mbak…

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan β„’

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilΓ©t/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: