90 Km Lost From Home


Madakaripura hanya berjarak 29 Km dari Bromo. Pada catatan sebelumnya disini, saya menuliskan bahwa saya tak sempat mampir kesana saat touring ke Bromo beberapa bulan lalu. Madakaripura merupakan sebuah tempat wisata air terjun yang konon merupakan tempat persemedian Patih Gajahmada. Oleh karenanya maka di lokasi tersebut dibangun 2 patung Patih Gajahmada berdiri dengan garang.

Salah Satu Patung Patih Gajah Mada

Salah Satu Patung Patih Gajah Mada

Cerita berawal dari 2 pekan yang lalu, saat saya memiliki sebuah rencana untuk berkeliling Surabaya di malam hari. Lalu tiba-tiba saja sebuah ide terlintas, saya ingin kembali menikmati perjalanan ke Probolinggo dan main di obyek wisata ini bersama si Jingga. Nah, Ahad kemarin, saya meluncur ke Probolinggo dengan mengendarai motor Honda Supra Fit 110 cc keluaran tahun 2006 berwarna hitam jingga milik saya.

Berangkat pukul 06.50. Jaket, jas hujan, masker, dan air putih sudah dipersiapkan. Bismillah… Saya melaju diatas jalanan beraspal. Jalan yang sepi di Ahad pagi, membuat saya berani menggeber si Jingga hingga 80 km/jam. Sidoarjo, Tanggulangin, Porong, Gempol, Pasuruan, dan Tongas. Tepat depan Polsek Tongas, pertigaan menuju wisata Gunung Bromo berada.

Wisata Air Terjun Madakaripura hanya berjarak sekitar 10 – 12 Km dari pertigaan tadi (saya lupa pastinya). Dengan mengikuti rambu-rambu bertuliskan “Madakaripura”, saya dan si Jingga akhirnya tiba di tempat tujuan pukul 08.20.

Harga tiket masuknya sangat murah, hanya Rp3.000,00. Selembar kertas berwarna pink itu bisa dikatakan karcis penitipan motor daripada tiket masuk. Hehe… Dari tempat parkir menuju the hidden waterfall  itu wisatawan harus berjalan sekitar 1 Km. Jujur saja, saya ‘tidak siap mental’. Saya tak menggali banyak informasi tentang Madakaripura ini sebelumnya. Maklum lah… Setelah tablet saya raib satu bulan lalu, saya jarang berinteraksi dengan dunia maya terlebih untuk mendapatkan informasi yang ‘cukup’ dari perjalanan yang akan saya lakukan.

Jalan utama menuju air terjun rusak parah kondisinya, jadi wisatawan harus beberapa kali berjalan menyeberangi sungai agar bisa sampai di tempat tujuan. Yang menarik dalam perjalanan saya kemarin adalah saat saya disusul oleh  2 orang ibu penjual gorengan. Mereka berdua membuka lapak di dekat air terjun. Dua orang ibu tadi cukup cekatan berjalan melewati bebatuan, walau mereka membawa beban yang lumayan berat di pundak mereka. Tentu saja, saya kalah cepat dengan langkah gesitnya, padahal kami bertiga sama-sama memakai rok.

Satu kilometer bukan jarak yang pendek untuk berjalan. Terlebih dalam kondisi hawa yang semakin dingin, dedaunan yang semakin rimbun, dan semakin gelap. Kita terasa seperti sedang memasuki dunia lain. #lebay

Perjalanan Menuju Air Terjun Madakaripura

Perjalanan Menuju Air Terjun Madakaripura

Akhirnya… Sampai juga di ujung penantian. Sedikit lagi, the hidden waterfall itu akan tersaji di depan mata. Tapi karena harus melewati air terjun kecil dan mendaki bebatuan, maka saya melakukan observasi medan terlebih dahulu. Apakah bisa saya melewatinya dengan rok tetap terpakai dan apakah saya harus membeli jas hujan untuk melewati air terjun kecil itu?

Air Terjun yang Harus Dilewati untuk Bisa Sampai di Air Terjun Utama

Air Terjun yang Harus Dilewati untuk Bisa Sampai di Air Terjun Utama

Maka saya memutuskan untuk mengeluarkan uang 7 ribu rupiah demi  sebuah jas hujan yang terbuat dari plastik transparan yang dijajakan oleh penjual yang ada disana.

Jujur nih… 50 meter mendekati lokasi air terjun ini, jalurnya cukup memacu adrenalin. Apalagi untuk perempuan yang memakai rok seperti saya. Beberapa orang menyangsikan apakah saya mampu melewati jalur itu jika tetap memakai rok.

Dan…. Taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa… Akhirnya saya bisa sampai juga di bawah air terjun madakaripura. Subhanallaah… Maha Suci Allah yang telah menciptakan alam dan seisinya dalam keadaan yang sangat indah. Terbayar deh, perjalanan 90 Km dari rumah, ditambah 1 Km berjalan kaki tadi. Basahnya kaos kaki, legging, dan rok, tak membuat saya berhenti memuji-Nya. Subhanallaah… Entah, berapa meter ketinggian air yang jatuh dari atas sana.

Air Terjun Utama

Air Terjun Utama

Sayangnya… Saya tak punya kamera untuk mengabadikan perjalanan saya kali ini.

Pukul 11.20, saya tiba di area parkir dan mendapati motor saya dalam keadaan kinclong. Dan karena itulah, saya harus merogoh kocek lagi sebesar Rp5.000,00 untuk membayar jasa anak-anak yang sudah mencucikan motor saya.

Catatan penting dalam perjalanan kali ini adalah :

  1. Bawa baju ganti kalau tujuan wisatanya adalah air terjun. Minimal kaos kaki, legging, dan rok pengganti biar gak masuk angin.
  2. Bawa jas hujan saat perjalanan menuju lokasi. Agar tak perlu lagi membeli jas hujan di perjalanan.
  3. Sarapan atau bawa bekal, lagi-lagi biar gak masuk angin.
  4. Gali informasi yang cukup seputar tempat wisata yang ingin dikunjungi.

Oia… Di perjalanan menuju madakaripura, di kanan kiri jalan akan banyak terlihat kotak-kotak kayu. Penduduk sekitar membuat kotak-kotak itu sebagai tempat lebah hutan untuk mengumpulkan madu. Maka tak heran, disana banyak penjual madu hutan asli. Saya tak bertanya berapa harganya, karena saya tak berminat membeli madu.

Nah… Segitu dulu cerita tetang perjalanan 90 km dari rumah ini. Semoga, bermanfaat bagi pembaca yang ingin datang ke wisata air terjun Madakaripura.

***
..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 25 November 2013
05.20

Nyesel deh… Kenapa gak dari dulu-dulu saya dating mengunjungi tempat ini

Gambar 1 dari sini.
Gambar 2 dari sini.
Gambar 3 dari sini.
Gambar 4 dari sini.

Tagged: , , ,

14 thoughts on “90 Km Lost From Home

  1. Caderabdulpacker.com 29 November 2013 pukul 2:05 PM Reply

    Madakaripura sudah masuk dalam list. air terjun yang wajib dikunjungi…thank sharenya…semuga suatu saat nanti hehe..

    Suka

    • Lailatul Qadr 30 November 2013 pukul 4:11 PM

      You are welcome… Semoga Madakaripura nya belum ‘rusak’… Hehe

      Suka

    • Caderabdulpacker.com 30 November 2013 pukul 4:17 PM

      plissssssss jangan di rusak madakaripuraku…ada air terjun yang keren abis juga..foto-nya ada di bloqku…namanya air terjun benang kelambu

      Suka

    • Lailatul Qadr 30 November 2013 pukul 4:20 PM

      Bukan daku yang ngerusak, Dul. Tapi kemarin ketika daku berkunjung kesana, Madakaripura udah full of rubbish.

      Suka

    • Caderabdulpacker.com 30 November 2013 pukul 4:24 PM

      oalah wis kotor ngono….halah halah manusia…#prihatinn

      Suka

    • Lailatul Qadr 2 Desember 2013 pukul 11:35 AM

      Yah… Begitulah…

      Suka

  2. ayanapunya 26 November 2013 pukul 8:34 AM Reply

    waduhh… ino benar-benar udah jadi traveller🙂

    Suka

    • Lailatul Qadr 26 November 2013 pukul 11:15 AM

      Belum koq, Mbak… Cuma mengisi waktu saja.🙂

      Suka

    • ayanapunya 26 November 2013 pukul 11:42 AM

      Aku masih nggak yakin bisa bawa motor 90 km😀

      Suka

    • Lailatul Qadr 26 November 2013 pukul 11:45 AM

      Kalo gitu, nyetir mobil ajha…🙂

      Suka

  3. titintitan 25 November 2013 pukul 1:02 PM Reply

    wiih, mba ino makin berani aja jalan2 sendiri ^^

    Suka

  4. heri 25 November 2013 pukul 12:57 PM Reply

    Nice Info,,,,keep travelling yaaa hehehe😉

    Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: