Penerimaan Raport dan Air Mata


Beberapa hari yang lalu, penerimaan raport kelas 7 berlangsung. Ini adalah kali kedua, saya bertemu dan bertatap muka dengan ke-dua puluh delapan pasang wali murid saya di tahun pelajaran 2013/2014 ini.

Seperti biasa, acara diawali dengan pemaparan oleh kepala sekolah di ruang Aula. Pemaparan tentang pencapaian siswa, pencapaian target, dan penguatan kembali visi dan misi sekolah. Sejam berikutnya adalah jatah waktu yang diberikan oleh sekolah kepada para wali kelas untuk membagikan raport Semester pertama.

Aturan yang saya terapkan pada penerimaan raport kali ini adalah raport akan saya bagikan langsung kepada semua wali murid, tapi ‘menahan’ beberapa diantaranya untuk berkonsultasi langsung dengan saya. Artinya, mereka tidak boleh pulang sebelum berbicara dengan saya. Dan kepada yang tidak saya ‘tahan’ raportnya, maka orangtua boleh langsung pulang, atau jika ingin berkonsultasi mendapatkan prioritas kedua setelah prioritas pertama selesai. Ada sekitar 14 siswi dari 28 siswi yang mendapat prioritas utama dari saya. Ke 14 nya, bukan melulu soal akademis yang saya soroti, tetapi juga terkait akhlaq dan ibadahnya di sekolah maupun di rumah.

Bagi orangtua murid saya, aturan ini adalah hal baru. Sebab pada pertemuan sebelumnya saya tidak memiliki prioritas untuk berkonsultasi seperti sekarang ini.

Nah, setelah menyampaikan gambaran umum perkembangan siswi kelas 7-1 dan tugas-tugas yang harus dilaksanakan selama liburan ini, saya membuka sesi konsultasi. Dari ke 14 wali murid yang saya ‘tahan’ untuk berkonsultasi ini, hampir ke 14 nya menitikkan air mata. Ya, menitikkan air mata, atau minimal berkaca-kaca. Tidak peduli apakah itu ayah, maupun itu ibu. Penyebabnya, masing-masing orangtua berbeda.

Misalnya, ketika saya menyampaikan bahwa si A sering berkata kepada saya bahwa ayahnya jarang berkomunikasi dengannya, atau saya bilang kepada Orangtua si B sering dimarahi bunda karena kesalahan yang dilakukan adik. Atau cuma gara-gara saya menyampaikan kepada Orangtua di C bahwa cita-cita si C adalah ingin menjadi seperti ayahnya yang seorang dosen. Atau manakala saya menggali kira-kira apa yang terjadi pada si D, sehingga ada perubahan sikap yang cukup signifikan pada pertengahan akhir semester ini. Mereka menangis, seperti ada yang bergumul dalam dada mereka. Akibatnya, ayah dan bunda tak sanggup lagi mengurai kata-kata.

Saya pribadi tak bisa menyelami secara mendalam apa yang masing-masing mereka rasakan. Tetapi, sikap Orangtua yang demikian membuat saya ikut terharu. Tak jarang acap kali mereka mulai berkaca-kaca, saya pun ikut berkaca-kaca. Saya sedikit menahan kata agar tak terdengar gemetar karena tangis yang tak keluar.

Sungguh… Penerimaan raport kali ini sangat berkesan bagi saya. Penerimaan raport kali ini adalah pengalaman pertama saya membagikan lembaran-lembaran nilai yang sejatinya hanya angka itu dengan suasana haru biru.  Selama menjadi wali kelas mulai tahun 2007 lalu, saya belum pernah mendapati situasi seperti kemarin.

Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Orangtua Wali Murid saya, yang telah berkenan mengambil raport dan menunggui waktu berkonsultasi dengan penuh kesabaran. Terimaksih atas pengalaman yang berksesan ini. Terima kasih juga untuk kerjasama selama 1 semester pertama ini. Semoga semester depan, kita bisa lebih meningkatkan kualitas kerjasama kita hingga mengantarkan anak-anak kita kepada fitrah kebaikan dunia dan akhirat.

Jazakumullahu khairan katsiir, Ayah… Bunda…

***

..:: LaiQ ::..

Sidoarjo, 30 Desember 2013

11:42

Posting akhir tahun

Tagged: , ,

6 thoughts on “Penerimaan Raport dan Air Mata

  1. Iwan Yuliyanto 31 Desember 2013 pukul 9:58 AM Reply

    Alhamdulillah. Yang memberikan konsultasi malah jadinya banyak mengambil pelajaran dari mereka, saat mereka konsultasi.

    Suka

    • Lailatul Qadr 31 Desember 2013 pukul 9:59 AM

      Iyah… Betul, Pak… Saya mengambil banyak pelajaran dari para orangtua.

      Suka

  2. ayanapunya 30 Desember 2013 pukul 2:21 PM Reply

    tahun depan udah semester baru lagi yaaa. ah, aku jadi penasaran nih, no, gimana guru sekolah IT di tempatku. kira-kira kayak ino juga nggak yaaa?

    Suka

    • Lailatul Qadr 30 Desember 2013 pukul 3:43 PM

      Hehe… Entahlah.. Masing-masing guru punya karakter. Kebetulan saya ini guru yang ‘agak sensitif’. Jadi ya…. Ikutan nangis terharu juga.

      Suka

  3. windi 30 Desember 2013 pukul 1:35 PM Reply

    Hemmm…. kangen menjadi wali kelas. kisah anti jg terjadi di sekolah ane. 3 tahun mendampingi remaja-remaja seperti mereka memang sesuatu banget. Moment raportan adalah moment yg paling berharga untuk mengetahui kondisi keluarga dan semua permasalahan yg menyangkut diri si murid. Smg kita diberi energi yg besaaar dan tak pernah habis untuk selalu mendampingi generasi yg akan melanjutkan roda dakwah ini….:)

    Suka

    • Lailatul Qadr 30 Desember 2013 pukul 3:42 PM

      Aamiin… Jazakillah, sudah mampir.. Semoga Allah senantiasa menjadi anti dan kelurga.

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: