Bayar Pajak Si Jingga Bermesin


Awal Januari adalah saat Si Jingga Bermesin Keren Sekali dibayarkan pajaknya. Maka, setelah KTP Asli pemilik sebelumnya saya pinjam, melajulah Si Jingga Bermesin Keren Sekali beserta saya menuju ke Samsat Drive Thru yang berlokasi di Selatan alun-alun Sidoarjo. Pukul 10 lebih, saya ikut mengular, mengantri, menunggu giliran untuk membayar pajak kendaraan bermotor.

Kurang dari 15 menit, saya pun dilayani. Namun setibanya di loket pertama, begitu saya menunjukkan STNK dan KTP asli, petugas mengatakan, “Ibu ke Samsat Sidoarjo. Nanti langsung menuju bagian informasi. Tanya disana, ya.” Saya pun bergegas menuju Samsat Sidoarjo yang jaraknya hanya berkisar 1 Km dari Samsat Drive Thru tersebut.

Setelah motor terparkir rapi, saya langsung menuju ‘pojok informasi’. Disana saya menyampaikan bahwa STNK saya ‘tertolak’ di Samsat Drive Thru. Petugas di bagian informasi mengambil STNK dan KTP Asli yang ada di tangan saya, lalu mengecek di komputer yang tersedia di meja itu. Kemudian, saya diminta untuk memfotokopi STNK dan KTP asli itu satu kali. Saya belum tahu mengapa saya harus melakukan itu. Setahu saya, jatuh tempo pajaknya adalah 3 Januari 2014, esok. Tapi mengapa ‘prosedurnya dibuat repot’ begini? Tak mengapa lah… Saya ikuti saja alurnya.

Di tempat fotokopi, STNK saya dilepas dari plastiknya, dan itu menyebabkan saya harus membeli lagi plastik STNK di tempat itu. Sungguh, tindakan tadi adalah sebuah tindakan semena-mena yang dilakukan oleh petugas fotokopi di tempat satu-satunya fotokopi terdekat disitu. Bikin gondok tingkat dewa.

Saya bilang selembar, tapi dia memfotokopi 2 lembar. Dan berapa yang saya harus bayar disana, sodara? Dua ribu rupiah untuk 4 lembar hasil kopian. Ya, sudahlah… Tak mengapa.

Setelah fotokopi, lalu saya menuju ke bagian informasi lagi. Disana saya diberi 2 lembar berkas yang harus saya isi. Lembar Permohonan Buka Blokir Jual dan satu lagi saya lupa lembar apa namanya. Petugas bilang, “Isi ini seperti petunjuk disana.”

Akhirnya saya bertanya, “Untuk apa ya?”

“Begini, Bu. Pemilik motor sebelumnya telah melaporkan bahwa motornya telah dijual. Lalu kami melakukan perbaruan data dengan memblokir nomor polisi kendaraan tersebut. Tapi karena Penjual masih meminjamkan KTPnya kepada ibu sebagai pembeli, maka Ibu harus mengajukan permohonan ijin untuk membuka blokir.”

Oooo… Begitu rupanya. Saya baru paham mengapa prosedur membayar pajak kali ini dibuat ribet. Ternyata saya tidak sendiri, Bray… Banyak juga yang mendapat pengalaman baru seperti saya. Sebelah saya, seorang ibu, membeli mobil seken. Dia juga harus membuka blokir jual kendaraannya. Untuk mobil, petugas mengharuskan pembubuhan materai pada kertas sebelum ditandatangi, sedangkan untuk motor tidak.

Setelah mengisi berkas, saya diminta untuk memberikan berkas ke loket 1. Di loket 1, berkas-berkas tadi diminta lalu meminta saya menunggu beberapa saat. Tak lama, nama orang yang tertera pada STNK saya dipanggil dan saya pun berdiri. Saya diminta untuk menuju Loket 2 untuk melakukan pembayaran. Saya harus membayar sebesar Rp 212.500, Lebih Rp 26.000 dari yang tertera di Bukti Pembayaran Pajak Daerah PKB. Di Sidoarjo memang ada ‘retribusi’ parkir berlangganan. Padahal, kalau saya parkir di tempat-tempat yang katanya GRATIS, saya tetap harus membayar tuh. Walhasil saya sering bertanya-tanya dikemanakan Rp 26.000 milik saya itu.

Setelah membayar, saya diminta untuk melakukan pengesahan. Lokasinya berdekatan dengan loket 2. Disana, Bukti Pembayaran Pajak Daerah PKB dan STNK saya di beri stempel.Setelah itu, saya bertanya, “Setelah ini saya harus kemana?”

Petugas mengatakan, “Ibu ke loket dekat tempat fotokopi, disana minta stiker parkir berlangganan.”

Saya menuruti apa kata petugas. Disana, saya menyerahkan STNK saya, lalu petugas memberi Kartu Parkir Berlangganan Gratis, dan mencatat nopol yang tertera di STNK saya.

And finally… Berakhir sudah petualangan saya hari ini untuk membayar Pajak Kendaraan Bermotor si Jingga Bermesin Keren Sekali itu.

***
..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 02 Januari 2014
15:08
Tanpa Editing

Tagged: , , , , , ,

14 thoughts on “Bayar Pajak Si Jingga Bermesin

  1. zainal muttaqin 30 Januari 2014 pukul 12:25 AM Reply

    Berarti ga ada tambahan biaya siluman ya? Cuma harus ngurus ijin buka blokir aja?

    Suka

  2. Gusti 'ajo' Ramli 3 Januari 2014 pukul 7:22 PM Reply

    Kalau disini plastik stnk ny dikasih secara cuma-cuma.. Tapi untuk biaya parkir gratis tidak dikenakan..

    Salam
    ayo ikutan GA http://www.garammanis.com/2014/01/01/giveaway-kolaborasi-apa-impianmu/

    Suka

    • Lailatul Qadr 4 Januari 2014 pukul 7:59 AM

      Disini bayar… harganya serebu… Ok… Insya Allah… Saya ikut…

      Suka

  3. tatag arybowo 3 Januari 2014 pukul 10:31 AM Reply

    sebagai warga negara yg baik bayar pajak
    utk pembangunan negara

    Suka

  4. mas huda 2 Januari 2014 pukul 6:51 PM Reply

    Tidak dibalik nama saja bu?

    Suka

  5. Dinar Zul Akbar 2 Januari 2014 pukul 4:52 PM Reply

    kalo saya lagi bimbang apakah si Kenji (kendaraan jihad) alias Pegar dijual apa nggak,,

    itu motor nilai historisnya tinggi betuuulll

    Suka

    • Lailatul Qadr 3 Januari 2014 pukul 1:52 AM

      Haha… Saya gak samape segitunya, Dinar… Kalo mo jual, jual ajha. Gak terlalu sensitif soal nilai historis…

      Suka

    • Dinar Zul Akbar 3 Januari 2014 pukul 4:59 AM

      dia itu nemenin saya Mba’e dari SMA ampe skarang
      sering keujanan dan kepanasan bareng, de el el

      karna skarang mau bertolak ke Madinah, jadi nda ada yg ngurus, padahal dulu niatnya mau dipake sampe nda bisa diajak ngacirr lagi

      Suka

    • Lailatul Qadr 4 Januari 2014 pukul 7:51 AM

      Saya ajha baru punya SIM usia 22ahun. Sebelumnya gak pernah boleh naik motor.

      Suka

    • Dinar Zul Akbar 4 Januari 2014 pukul 3:58 PM

      beda lah,, saya kan cowok jadi lebih gentle dan cool kalo naek motor,, apalagi dari SMA
      hha

      Suka

    • Lailatul Qadr 6 Januari 2014 pukul 11:49 AM

      Saya bukan gak gentle. Tapi GAK BOLEH.

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: