Tidak Gampang Menjadi Ibu Tiri


Belum 1 bulan, saya membersamai ketiga laki-laki kecil berbeda jenjang usia. Mereka adalah Naufal Faiq Rizqi Ilahi (13 thn), Aqila Syafa Al-Farisi (9 thn), dan Adly Fatih Ar-Raffi (4 thn). Ketiganya dalam hitungan menit, beberapa waktu lalu, telah menjadi mahram saya. Sekarang, saya memiliki 4 putra sekaligus. Di rumah, saya menjadi perempuan paling cantik, deh…

Well… Menjadi ibu yang tiba-tiba hadir di tengah ketiga anak lelaki, tentu saja tidak mudah. Perbedaan pola asuh antara saya dengan ibu mereka yang telah meninggal menjadi jarak tersendiri. Jarak pun kian terasa semakin lebar manakala waktu yang saya habiskan bersama mereka terkurangi karena saya adalah seorang ibu yang bekerja di luar rumah. Pun semakin tidak mudah karena saya telah memiliki Fauzan, anak kandung saya.

Bersikap A, takut disangka ‘galak’. Bersikap B, takut dikatain gak adil. Bersikap C, takut dikira gak sayang. Padahal pilihan bersikap A, B, dan C, semua memiliki pertimbangan. Apalagi media sangat gencar mengeksploitasi ‘kekejaman ibu tiri’, semua sikap yang diambil oleh seorang ibu tiri menjadi tampak SELALU SALAH.

Nah, karena menjadi ibu tiri itu tidak mudah… Saya pribadi kemudian melakukan beberapa langkah untuk mengukuhkan eksistensi saya (istilah kerennya) di tengah mereka. Berikut ini adalah cara saya menjadi ibu tiri bagi anak-anak suami saya.

  1. Berdo’a kepada Allah swt. agar Allah berkenan memberikan kemudahan bagi saya dalam menjalani kehidupan ini.
  2. Mendaftar kebiasaan mereka. Memberikan apresiasi terhadap sikap positif yang mereka lakukan setiap waktu.
  3. Melakukan berbagai macam bentuk diskusi. Tentang pelajaran di sekolah, tentang teman, tentang guru, dan tentang apa saja yang membuat pembicaraan hangat.
  4. Mendongeng. Karena hanya 1 anak yang berusia remaja, maka dongeng saya pilih sebagai salah satu ungkapan bahwa saya menyayangi mereka.
  5. Bermain bersama. Anak laki-laki sangat menyukai permainan dan tantangan. Bagi si Sulung, keterlibatan saya dalam sebuah permainan adalah sebagai sparing partner. Sedangkan bagi anak kedua dan anak saya, kehadiran saya bisa jadi ‘penyelamat’ permainan. Bagi si kecil, kehadiran saya sebagai penghibur.

Sejauh ini, apa yang saya lakukan diatas cukup efektif dalam rangka mendekatkan diri saya dengan ketiga anak laki-laki tersebut. Mungkin cara-cara diatas standar saja, tak ada yang istimewa. Tapi, insya Allah… Mereka mulai mempercayai, mulai terbuka, dan mulai menerima kehadiran saya sebagai ibu baru mereka.

Oia, di sela-sela kami berdiskusi, saya sering menyampaikan kepada mereka bahwa saya bukanlah ibu pengganti. Sebab ibu mereka tak akan pernah tergantikan dengan kehadiran saya. Saya adalah ibu baru, orang baru, yang memiliki kewajiban yang sama seperti ibu kandung mereka. Saya menegaskan bahwa kewajiban saya adalah menyayangi mereka, mencintai mereka, mengasihi mereka, dan mendidik mereka, dengan cara saya. Sayang, bukan berarti tidak akan melarang mereka melakukan apapun sesuai dengan kehendak mereka. Sayang, bukan berarti membiarkan mereka terjerumus dalam sesuatu yang dilarang agama. Sayang, bukan hanya berarti senang-senang.

Entah… Apa yang saya sampaikan diatas masuk ke dalam otak mereka atau tidak. Yang pasti, saya akan terus melaksanakan kewajiban saya sebagai ibu mereka. Do’akan saya, ya…

 

***
..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 03 April 2014
16:19

Tagged: , , , , ,

53 thoughts on “Tidak Gampang Menjadi Ibu Tiri

  1. WIDYA 15 September 2016 pukul 12:14 PM Reply

    kalau saya pribadi menikah dengan duda 3 anak perempuan.yg besar sekolah SMA kelas 2.dan adiknya Kelas 1 SMA dan kelas 3 SMP.di sini yang membuat saya berat, ibu kandungnya masih ada.dan selalu mengompori anak2nya.dan kalau si anak salah,suami selalu membela.

    Suka

    • Lailatul Qadr 30 September 2016 pukul 9:46 PM

      Semoga Allah melimpahkan kesabaran kepada Mbak Widya… 😊

      Suka

  2. betrianis 25 April 2016 pukul 1:06 PM Reply

    saya juga ,pngen crht

    Suka

    • Lailatul Qadr 25 April 2016 pukul 1:07 PM

      Silakan ke email saya atau ke nomor WA saya di 085733113223

      Suka

  3. rachma 27 Februari 2016 pukul 12:26 AM Reply

    Saya punya 4 anak tiri.yg msh kecik2n 2 anak kandung.terkadang saya merasa kurang ikhlas mengurus anak tiri.dikarenakan ayahnya tidak pernh memberi nafkah lahir kpd saya n anak2 kandung saya.smua penghasilan hanya cukup untuk keperluan anak2nya n bayar tagihan n bayar hutang k bank.krn memang suami saya banyak.hutang k bank.jd tidak ada yg tersisa untuk.saya.apakah sebaiknya saya minta cerai saja.krn.sebenarnya suami saya tidak mampu menafkahi.saya n anak2 saya.

    Suka

    • Lailatul Qadr 29 Februari 2016 pukul 4:43 PM

      Sudah saya balas via email ya, Mbak…

      Suka

  4. rachma 27 Februari 2016 pukul 12:18 AM Reply

    Saya juga mempunyai 4 anak tiri.masih kecilkecil.kadang saya merasa kurang ikhlas mengurus mereka.karena sejak awal pernikahan yg sudah lebih satu tahun.suami saya ini tidak pernah memberi nafkah kepada saya.saya hanya mengelola keuangan yg diperuntukkan untuk anak anaknya saja.tidak ada untuk anak.saya yang dua orang.dan juga hanya untuk membayar tagihan n hutang2 bank.dimana saya masih minta bantuan saudara laki2 saya u kperluan saya dan anak2 saya.

    Suka

    • Lailatul Qadr 29 Februari 2016 pukul 4:43 PM

      Semoga Allah senantiasa membimbing Mbak Rachma sekeluarga…

      Suka

  5. Nyda 14 Desember 2015 pukul 11:07 PM Reply

    saya juga ibu sambung dari ke 4 org anak perempuan (16th,11th,8th dan 6.5th). sebenarnya pengen sharing curhat namun saya bingung harus memulai darimana. mohon doanya juga agar saya bisa kuat dan sabar menghadapi anak2 sambung saya terutama 3 anak dg usia terkecil. karena mereka sungguh luar biasa dalam menguji kesabaran saya.. terimakasih..

    Suka

    • Lailatul Qadr 15 Desember 2015 pukul 3:03 PM

      Semoga dimudahkan, Mbak… Semangaaaat…

      Suka

  6. aisyah ummu abdillah 2 November 2015 pukul 9:48 AM Reply

    Umiii ,amazing sekali penjelasannya ,boleh sy minta emailnya ,ada yg ingin sy tanyakan ,karena hitungan hari lagi sy akan menikah dengan seorang duda anak 1 umur 18 bulan ,perempuan ,lucuuu sekaliiii anaknya ,kami taaruf selama beberapa bulan ,ada yg ingin sy diskusikan um ..jazakillah khair ya um ..

    Suka

  7. Yuni 29 September 2015 pukul 11:08 PM Reply

    Kasus saya mirip dengan mba anita, tapi bedanya saya pun & suami masih hidup terpisah kota. Saya di kota T, suami di kota K, dan anak di kota B dgn neneknya (ibu mertua sy). Saya & suami mengunjunginya sebulan sekali. Pada awalnya pendekatan sy kepada anaknya yg msh 4 thn terasa mudah krn si anak tdk pernah kenal almh ibunya (wafat saat dia baru 2,5 thn). Tapi hampir setahun pernikahan sy dgn segala konflik yg terjadi dgn kelg suami, membuat ibu mertua sy sepertinya kurang menyukai sy. Shg sy agak susah kalo mau telp si kecil krn neneknya jarang mau angkat telp sy. Pernah sy tanya bibi di rmh neneknya itu, ternyata HP aktif tp tidak diangkat. Akhirnya sy jadi agak malas kalo telp si kecil. Sepertinya suami pun merasa kalo usaha sy mengendur & akhirnya suami sy pun sdkt mengurangi perhatiannya pd sy.

    Suka

    • Lailatul Qadr 30 September 2015 pukul 4:35 AM

      Yang sabar, ya Mbak Yuni… Setiap RT ada permasalahannya…

      Ditelateni saja, Mbak… Sambil berdoa dan bangun di sepertiga malam terakhir… Terus meminta dan terus berikhtiar. Kalo kata orang Jawa, “Kuat2an… Kuatan sapa… Tak buktina nek aku isa kuat..”

      Suka

  8. Ira 23 Mei 2015 pukul 7:27 PM Reply

    Posisi anda sama dgn saya. Hanya saja sampai saat ini sy belum dikaruniai anak dr rahim sendiri ;(.
    Yang ingin sy tanyakan, bagaimana hubungan Anda dengan bekas orangtua mertua suami anda dan tante/om anak2 (saudara2 dr mama mrk terdahulu) ???

    Suka

  9. Siti Mugi Rahayu 17 April 2014 pukul 12:04 PM Reply

    semoga berbahagia dengan keluarga barunya🙂

    Suka

    • Lailatul Qadr 17 April 2014 pukul 12:07 PM

      aamiin… terima kasih

      Suka

    • anita al faruq (@anita_faruq) 12 Januari 2015 pukul 11:43 AM

      pengen ikutan curhat

      Suka

    • Lailatul Qadr 12 Januari 2015 pukul 11:49 AM

      Boleh, Mbak… Silakan…🙂

      Suka

    • anita al faruq (@anita_faruq) 14 Januari 2015 pukul 11:20 AM

      emg bnr kata umi, emg g mudah mjd ibu tiri. ak br setahun menikah, tp anak tiri jarang ikut ak. kadang dirumah neneknya ( dr keluarga almh. ibunya) kadang dirmh mertuaku. hidupnya g menentu, tinggal suka pindah2

      Suka

    • Lailatul Qadr 15 Januari 2015 pukul 1:17 PM

      Wah… Sayang sekali…. Sebaiknya, anak tiri ikut tinggal di rumah ajha. Biar semakin deket sama mbak Anita.

      Suka

    • anita al faruq (@anita_faruq) 19 Januari 2015 pukul 9:04 AM

      mknya g menentu itu, soale ank itu msh jd rebutan antara ayahnya dan nenek dr ibunya. ak sudah menasehati suamiku buat memberikan keputusan buat hdp anaknya biar jenak disatu tempat, tp tidak ada respon. sering sekali ak kasih usul buat pindah sekolah ditempatku atau biarkan saja dirumah neneknya yg pnting hdpnya tdk pindah2. tetap aj percuma umi. msh aja begitu. seminggu disana seminggu disini. ak kasihan dngn ank tiriku.

      Suka

    • Lailatul Qadr 19 Januari 2015 pukul 9:20 AM

      Hmmm… Kalau suami yang diminta untuk ‘mengikhlaskan’ pengasuhan oleh neneknya, bagaimana…?

      Btw… Anaknya umur berapa, mbak…?

      Suka

    • anita al faruq (@anita_faruq) 19 Januari 2015 pukul 9:58 AM

      iya ak udah ksh pilihan gt, ak memberikan pilihan dirmhku boleh diikhlaskan dirmh neneknya ak juga g mslh. yg pnting disatu tmpt , tp suamiku g tegas umi. dibiarkan begitu kesana kemari. Namanya Novi Nesya Salsabila usianya 8 thn kls 3 SD. kdng ak cape’ ngmg sm suamiku.

      Suka

    • Lailatul Qadr 19 Januari 2015 pukul 10:32 AM

      Mungkin karena suami Anda sayang sama putrinya. Juga karena rasa tanggung jawab terhadap anak perempuannya. Suami Anda sedang mengalami ‘dilema’, karena beliau pasti mempunyai banyak pertimbangan.

      Kalau sudah begitu, sebaiknya jalin komunikasi yang baik. Kepada suami, pun kepada nenek Kak Novi.

      Tidak perlu perdebatan panjang, anak ikut siapa. Yang perlu digarisbawahi adalah si Anak merasa nyaman dimanapun dia berada. Oia… Jangan sampai ada standar ganda dalam pengasuhan, ya… Kasihan entar anaknya…

      Suka

    • anita al faruq (@anita_faruq) 19 Januari 2015 pukul 10:52 AM

      iya bnr juga kata umi, kalau sudah terlanjur begitu dari dulu y udah kesana kemari posisinya, dari sejak almh meninggal thn 2010 dulu. posisinya y ikut ayahnya y ikut nenek dari ibunya. yg ak takutkan nanti kalau dia besar berpikir hdpnya jd rebutan. ak sih tidak bermaksud buat memaksa suami buat mengasuh. Novi suka ditempatku kalau kangen sama adiknya, hhhe. anakku Gibran Al Faruq br 5 bulan, lagi lucu2nya

      Suka

  10. nurme 15 April 2014 pukul 7:02 PM Reply

    Selamat ya Ino, Barakallah…
    Semua doa yang terbaik untukmu.

    Suka

    • Lailatul Qadr 16 April 2014 pukul 10:02 AM

      Aamiin… Terima kasih, Teteh…

      Suka

    • nurme 20 April 2014 pukul 1:32 PM

      Sama-sama

      Suka

  11. Niks 10 April 2014 pukul 8:20 PM Reply

    T O P B G T…sip us Rino, semangat menghadapi tantangan yang luar biasa sekaligus terharu membacanya. Saya juga punya sobat yang sama ceritanya dengan Ustazah, harus menjadi ibu sambung bagi anak2 suaminya yang ibu kandungnya sudah meninggal. Dan hasilnya sekarang orang ga bisa bedain itu ibu kandung atau sambung..
    Keep the spirit !

    Suka

    • Lailatul Qadr 11 April 2014 pukul 9:15 AM

      Semoga saya bisa menjadi ibu tiri yang baik seperti sobatnya Us Niks… Aamiin…

      Suka

  12. thetrueideas 10 April 2014 pukul 3:24 PM Reply

    ganbatte kudasai Laila san…

    Suka

  13. selamat yaa

    Suka

  14. nisa 4 April 2014 pukul 4:47 PM Reply

    Barakallahu laka wabaraka ‘alaika wajama’a baenakumaa fii khaiir…semoga Allah senantiasa meridhoi segala usaha yang mbak ino lakukan..selamat menjadi ibu baru mba ino…

    Suka

  15. suci55 4 April 2014 pukul 1:29 PM Reply

    Amin…. semangat ya mba laila. Semoga sukses…

    Suka

  16. anotherorion 4 April 2014 pukul 9:32 AM Reply

    ibuku sekarang ya ibu sambung kok mbak, alhamdulillah baik, masih adik kandung ibuku dewe juga. Nderek ndongake moga2 keluarga barune mbak laila tetep kompak njeh

    Suka

    • Lailatul Qadr 4 April 2014 pukul 10:25 AM

      Oia…? Waaah… Bisa ‘berguru’ dengan beliau donk…!

      Aamiin… Terima kasih, mas Priyo…

      Suka

  17. ayanapunya 4 April 2014 pukul 4:29 AM Reply

    Semoga dimudahkan selalu dan diberkahi keluarga barunya ya, inoo🙂

    Suka

    • Lailatul Qadr 4 April 2014 pukul 7:19 AM

      Aamiin… Terima kasih, mbak Yana…

      Suka

  18. mas huda 3 April 2014 pukul 7:43 PM Reply

    Selamat ya bu

    Suka

  19. mas huda 3 April 2014 pukul 7:41 PM Reply

    Wah bu ino punya keluarga baru ya… selamat ya bu…

    Suka

  20. MS 3 April 2014 pukul 7:21 PM Reply

    aamiin aamiin semoga mulus adaptasinya dengan anak2 ya..
    semuanya saling cocok satu sama lain

    salut lho bisa kasih rules dari awal

    Suka

    • Lailatul Qadr 4 April 2014 pukul 7:17 AM

      Aamiin…

      Hehe… Ini sedang mencoba, koq…

      Suka

  21. BuPeb 3 April 2014 pukul 4:33 PM Reply

    Amin Mba… semoga lancar dan semakin dekat ^_^
    Aminnn

    Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: