[Diary Ibu Tiri] Fokus Pada Kebaikan


Semalam, terjadi kehebohan di rumah. Gegara si sulung Naufal tidur di tempat tidur Syafa.

Waktu itu si sulung sedang pundung karena ayahnya mengambil gadget dari tangannya secara tiba-tiba. Sebelumnya, si sulung sudah diingatkan berkali-kali, namun si sulung tetap bergeming dan makin asyik dengan gadgetnya. Si sulung kaget atas tindakan sang ayah yang benar-benar mengambil gadget dari tangannya saat hendak mengunggah score yang dia dapatkan dari game yang dimainkannya. Ketika gadget diambil, maka koneksi terputus dan gagallah proses mengunggahnya. So… ngambek deh…😦

Nah… Masalah terjadi akibat ngambeknya si sulung tadi. Kalau sedang pundung, si sulung selalu masuk kamar lalu membanting pintu dan menghempaskan tubuhnya keatas tempat tidur.

Actually, reaksi itu biasa saja… Karena memang begitulah gayanya… Membanting pintu kamar lalu tidur atau pura-pura tidur sampai dia tertidur sungguhan hingga esok menjelang…

Kehebohan terjadi karena si sulung tidur diatas ranjang milik adiknya, Syafa.

Syafa yang melihat si kakak mengambil tempat tidurnya, bereaksi cukup keras. Dia marah dan berteriak-teriak meminta kakaknya pergi dari tempat tidurnya. Padahal saat itu dia baru saja membaca beberapa kalimat di buku Kemuhammadiyahan dalam rangka belajar menghadapi Ulangan Harian 3.

Saya yang melihat kejadian itu, berkata kepada Syafa, “Sudah, Nak… Kakak Syafa belajar saja dulu. Nanti Ummi ngobrol sama Kak Naufal untuk pindah.”

“Gak mau. Kak Naufal harus pindah sekarang…! Pergi Kak…! Sana…! Pakai tempat tidurmu…!”

“Nah… Kan Syafa selalu begitu. Kalau diminta untuk belajar, pasti ada saja alasannya. Tadi siang, bilang nanti sore, sore bilang nanti malam, sekarang sudah malam, malah ngeributin tempat tidur…”

“Biarin… Pokoknya Kak Naufal harus pindah. Kan sudah punya tempat tidur sendiri-sendiri. Gitu pakai tempat tidurku.”

“Kak Naufal, pindah Nak… Tidur di tempat tidur masing-masing. Jangan tidur disini.” Naufal bergeming tak mau pindah. Beberapa kali saya mencoba untuk merayu Naufal, tetapi Naufal tetap acuh terhadap ucapan saya. Kalau sudah begini, saya menyerahkan kepada sang ayah. Biar ayah yang berbicara dan menyelesaikan permasalahan kakak beradik itu.

Begitulah… Gegara masalah kecil, keriuhan luar biasa terjadi tadi malam. Akibatnya, Syafa tidak belajar…

***

Pagi tadi, ketika suasana sudah lebih tenang, saya mencoba mengajak Syafa berbicara dari hati ke hati. Bahwa, mulai saat ini kita harus fokus pada kebaikan. Tidak usah sibuk melihat kesalahan orang lain sampai lupa melakukan introspeksi diri.

“Contohnya semalam… Semalam akhirnya Kak Syafa gak belajar, kan…? Karena Kak Syafa sibuk ngusir Kak Naufal dari tempat tidur. Coba kalau Kak Syafa fokus pada kebaikan. Gak bakal bingung ngusir kak Naufal… Toh nanti kak Naufal bakalan pindah setelah Ummi atau ayah berbicara dengan kak Naufal.” Syafa diam saja.

Beberapa detik kemudian saya melanjutkan, “Contoh lainnya adalah saat Ummi minta Kak Syafa untuk melaksanakan sholat. Kak Syafa selalu bilang ‘Kak Naufal juga belum…’.”

“Tapi kan Kak Naufal juga selalu begitu…” Dia memotong pembicaraan saya dengan nada tinggi.

“Tuuh… Kan… Sibuk mencari kelemahan orang lain lagi. Belum juga Ummi selesai bicara, Syafa sudah memotong omongan Ummi…” Saya kemudian diam beberapa saat… “Nanti Ummi juga akan bicara dengan kak Naufal. Tapi sekarang, Ummi sedang ingin ngobrol dulu dengan kak Syafa…

Cobalah, Nak…. Mulai sekarang kak Syafa fokus pada kebaikan… Sibuknya bukan sibuk melihat contoh yang jelek. Sibuknya adalah sibuk melihat contoh yang baik. Bukankah kebaikan akan kembali pada diri sendiri…?

Kak Naufal memang kakak pertama yang seharusnya bisa menjadi contoh bagi adik-adiknya… Tapi kalau kak Naufal tidak bisa menjadi contoh yang baik, maka kak Syafa bisa menggantikan posisi kak Naufal sebagai teladan bagi adik-adik… Barangkali dengan melihat kak Syafa berbuat kebaikan, maka kak Naufal akan tertular… Kalau Kak Naufal melakukan kebaikan karena melihat kak Syafa berbuat kebaikan, siapa yang mendapatkan pahala?” Saya mengajukan pertanyaan retoris kepadanya…

“Bukan Ummi kan…? Bukan ayah, bukan Fauzan, juga bukan dik Rafi… Tapi kak Syafa. Kak Syafa lah yang telah berhasil membuat kak Naufal melakukan kebaikan.

Berusaha untuk fokus pada kebaikan ya, Nak… Kak Syafa kan kakak yang hebat. Kuat fisiknya seharusnya juga kuat kebaikannya…” Kata saya sambil melihat ke dalam matanya dan mengelus kepalanya.

***

Ah… Fokus pada kebaikan… Saya pun sebagai manusia biasa masih terus belajar untuk bisa melakukannya… Menuliskan ini adalah sebagai peringatan bagi diri saya bahwa saya pun harus selalu ber-positive thinking atas apapun yang terjadi dalam kehidupan ini.

Anak-anak itu membuat saya semakin bertumbuh dewasa dengan segala tingkah laku mereka.

Terima kasih, Nak…

 

***
..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 21 April 2014
14:43

Dengan semangat literasi yang didengungkan oleh RA. Kartini

Tagged: , , ,

15 thoughts on “[Diary Ibu Tiri] Fokus Pada Kebaikan

  1. anna 22 April 2016 pukul 3:39 PM Reply

    terima kasih…tulisan yang sangat memberi inspirasi

    Suka

  2. anna 22 April 2016 pukul 3:37 PM Reply

    assalamualaikum wbt puan Lailatul Qadr..
    saya terjumpa blog puan ketika sibuk google mencari ilmu dan kekuatan sebagai bakal ibu tiri..insyaAllah.kalau jodoh ini ditakdirkan sampai ke alam pernikahan.
    cerita-cerita puan dalam blog ini sangat bagus dan membuatkan saya banyak berfikir.menjadi ibu tiri bukan mudah tetapi juga bukan mustahil..
    teruskan menulis puan..saya akan membacanya.
    terima kasih..

    saya dari Malaysia, maaf ya kalau ada perbezaan bahasa yang boleh membuatkan salah faham.

    Suka

  3. Tia Sari 27 Agustus 2015 pukul 12:17 PM Reply

    subhanallah..sabar sekali dalam mendidik putra2nya, dan sedangkan saya sangat merindukan sebagai seorang ibu blm Allah kabulkan…, smg dsaat telah diberi amanah o/ Allah SWT, saya pun bs mendidiknya seperti ummy Laila.., dsaat ini yg saya terapkan hny kepada keponakan-keponakanku dan anak tetangga..

    Suka

    • Lailatul Qadr 28 Agustus 2015 pukul 9:48 AM

      Sabar… Cuma sikap itu yang bisa diambil dalam keadaan apapun, Mbak…
      Semoga Allah mengabulkan do’a Mbak Tia…

      Suka

  4. Muri 29 April 2014 pukul 4:11 PM Reply

    ini kisah nyata ya buk??? luar biasa kesabarn umminya dalam menghadapi sang anak, nanti kalau sudah beristri saya suruh dia main ke blog ini deh…😀

    Suka

    • Lailatul Qadr 5 Mei 2014 pukul 7:54 AM

      Kisah nyata saya pribadi… Bukan orang lain…

      Suka

  5. nazhalitsnaen 22 April 2014 pukul 7:00 AM Reply

    bahasanya… kayak bahasanya pak Eko di Menjadi Laki-laki… wah menerapkan poin2 di buku ini ndak cuman khusus untuk lelaki ya tapi para ummahat juga…

    Suka

    • Lailatul Qadr 22 April 2014 pukul 7:18 AM

      Karena anak saya laki2 semua… Maka yang bisa saya lakukan adalah membantu mereka untuk dapat menentukan jalan yang akan mereka pilih ketika mereka nanti dewasa. Bukankah laki2 tidak suka digurui…?🙂

      Suka

    • nazhalitsnaen 22 April 2014 pukul 7:22 AM

      ahahaha iya menyepakati sekali poin yang ini nih🙂

      Suka

  6. mas huda 21 April 2014 pukul 4:28 PM Reply

    kayaknya boleh deh nonton video ini ne bu Ino…. http://bit.ly/1iCp0HF

    Suka

    • Lailatul Qadr 22 April 2014 pukul 7:17 AM

      Sampun, Mas… Matur nuwun link nya…

      Suka

  7. Roro Wilis 21 April 2014 pukul 3:51 PM Reply

    Wow.. makasih pelajarannya hari ini, berharga buat saya,.. fokus pada kebaikan, positif thinking🙂

    Suka

  8. Iwan Yuliyanto 21 April 2014 pukul 3:14 PM Reply

    Tetap semangat naik kelas jadi orangtua yang makin super.

    Orangtua semakin bertumbuh dewasa saat memegang komitmen untuk bisa menjadi teladan bagi anak-anak. Punya integritas di mata mereka, yaitu apa yang diomongkan itu pulalah yang dilakukan.

    Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: