Menghindari Seks Bebas Koq Mengajarkan Pacaran


Semalam, di timeline FB saya ada yang mengunggah foto buku Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) SMA/SMK Kelas XI Semester 1  hal 129. Di dalam halaman tersebut ada gambar laki-laki dan perempuan berjilbab dengan keterangan gambar “Berpacaran sehat tanpa melakukan seks bebas.”

Tentu unggahan ini mengundang reaksi terutama bagi saya yang seorang pendidik ini.

Dan pagi ini, ketika saya mencoba mencari sumber yang benar, maka saya mendapati sebuah kenyataan bahwa buku yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini, memang menggunakan ilustrasi bergambar ikhwan dan akhwat dengan keterangan gambar yang saya sebutkan diatas.

Gambar Buku PJOK Kelas XI Hal 129

Gambar Buku PJOK Kelas XI Hal 129

Well, sebagai bahasan pertama lupakan dulu soal ilustrasi itu. Saya ingin fokus terhadap apa yang ditulis oleh tim penyusun buku dalam Pelajaran X dengan tajuk “Memahami Dampak Seks Bebas.”

Sejak membaca dari awal bab ini, saya merasa janggal.  Coba perhatikan kutipan berikut :

Manusia hidup sudah ditakdirkan berpasang-pasangan, baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini bukan berarti kita bebas mencari dan berhubungan dengan lawan jenis kita. Banyak akibat yang akan kita tanggung apabila kita terjerumus
pada kehidupan bebas, mulai dari akibat fisik, psikologis, maupun sosial. Pasangan yang baik adalah pasangan kita yang telah tentukan oleh takdir kita nanti. Oleh karena itu, pelajarilah materi tentang seks bebas ini untuk kita hindari.

Rasa-rasanya tidak ada korelasi antara kalimat pertama dengan kalimat kedua pada paragraf diatas. Kalau mau jujur, jika seseorang yakin bahwa hidupnya telah ditakdirkan berpasang-pasangan, maka seharusnya dia tidak perlu sibuk mencari pasangan selagi dia masih muda, apalagi masih berstatus sebagai pelajar. Karena seorang pelajar, seharusnya sibuk berprestasi, bukan bermain hati. Betul bukan…?

Balik lagi ke konten. Saya pribadi mearasa aneh. Mengapa untuk memahamkan dampak seks bebas malah ‘disuruh’ pacaran…? Padahal sekian persen aktivitas seks bebas berawal dari kegiatan berpacaran. Ini ‘kan namanya kontradiktif.

Yang lebih aneh lagi sebenarnya karena pacaran adalah aktivitas ilegal nonformal. Lha koq bisa-bisanya masuk ke kurikulum negara dimana kegiatan sekolah berada pada wilayah formal. ..? Apalagi dengan embel-embel buku diterbitkan oleh “Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan”, sebuah lembaga bergengsi yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan di seluruh Indonesia. Artinya, buku ini memiliki kekuatan hukum yang sah dan dibenarkan secara intelektual.

Akibatnya… buku ini membuat aktivitas pacaran seolah-olah menjadi berdasar hukum, seolah-olah menjadi resmi, seolah-olah memiliki legalitas tersendiri. Yang lebih miris lagi kalau buku ini sampai ditafsirkan bahwa aktivitas pacaran adalah sebuah keniscayaan bagi siswa/i kelas XI di seluruh Indonesia seperti yang ditulis disini. Miris ya…? Padahal saya yakin, sejatinya tujuan dari pelajaran ke -X Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan itu tidak hanya terletak pada pacarannya, tetapi terletak pada pendidikan seks pada remaja secara umum.

Oleh karenanya, terlalu dangkal jika aktivitas pacaran dibahas habis di dalam buku ini berikut tips berpacaran sehat. Karena sebenarnya tujuan pendidikan seks di usia remaja bukan untuk mengatasi pacaran-nya tapi untuk menghasilkan manusia-manusia dewasa yang dapat bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan terhadap orang lain. Jadi… Pendidikan seks untuk usia remaja berbicara pada level proses untuk menjadikan manusia menjadi dewasa, sedangkan memasukkan bahasan pacaran bukanlah sebuah pilihan level proses yang tepat. Karena untuk menjadikan manusia dewasa yang bertanggung jawab tidak harus melewati proses berlabel “pacaran”. Bahkan TIDAK PERLU.

Kedua… Dengan digaungkannya kurikulum 2013 sebagai kurikulum berbasis karakter dimana semua pelajaran seharusnya tidak ada kontraproduktif, maka seharusnya materi pacaran sehat tidak ada di dalam buku PJOK. Sebab, di buku Pendidikan Agama Islam (PAI) pegangan siswa kelas X terdapat bab yang berisi larangan mendekati zina dan pergaulan bebas. Sudah jelas dilarang, lalu mengapa di buku lain ada tips agar saat pacaran tidak terbuai…? Lagi-lagi, ini kontraproduktif.

Tips Pacaran

Gambar Buku PJOK Kelas XI Hal 128

Jika alasan saya diatas dianggap tidak benar, maka saya akan bertanya tentang karakter itu sendiri. Sebenarnya, karakter bangsa ini mau dibawa kemana sih…? Apakah kita akan bangga jika pacaran menjadi karakter legal bangsa kita, sehingga mencantumkannya sebagai materi pembelajaran…?

Ketiga… Di halaman 129 disebutkan gaya pacaran sehat (Gambar pertama). Bagi saya, ini adalah salah satu bentuk provokasi halus. Bagi anak yang belum pernah pacaran, pasti penasaran dengan bagaimana rasanya punya pacar. Karena disana disebutkan “hubungan (pacaran) terjalin dengan baik dan nyaman, saling pengertian dan keterbukaan.”

Gimana gak provokatif…? Kalimat itu seakan memerintahkan seseorang yang belum pernah berpacaran untuk mencoba memiliki pacar demi menikmati sensasi nyaman dan saling pengertian dengan lawan jenis. Bagi remaja belasan tahun yang masih labil secara emosi dan intelektual, bentuk provokasi ini akan dilaksanakan dengan senang hati. Karena keinginannya untuk mendapatkan kenyamanan tersebut diiringi dengan perubahan hormonal dalam dirinya.

Keempat… Sebagaimana yang saya sebutkan diawal yakni adanya ilustrasi gaya pacaran sehat dengan gambar laki-laki berpeci dan perempuan berjilbab lebar. Sebagai seorang Muslim yang juga berjilbab lebar, saya jelas tersinggung dengan ilustrasi tersebut. Ilustrasi itu seperti ingin meyakinkan pembaca bahwa Islam memperbolehkan pacaran asalkan dengan cara yang sehat.

Padahal dalam ajaran Islam, mendekati zina saja tidak boleh, apalagi pacaran. Zina mata sesungguhnya adalah tidak menahan pandangan, dan dalam pacaran (sehat sekalipun) tak mungkin seseorang tak melakukan zina mata dengan memandangi foto kekasihnya berjam-jam. Zina hati sesungguhnya adalah berangan-angan, sedangkan dalam berpacaran tak mungkin seseorang tidak berangan-angan tentang seseorang yang dikasihinya.  Sedangkan zina telinga adalah mendengarkan suara lawan jenis sehingga kita terlena dan terbuai, padahal (sekali lagi) dalam berpacaran (sehat sekalipun) tidak mungkin seseorang tidak bertegur sapa dengan kekasihnya meski hanya lewat telepon.

Terakhir… Jika yang dibahas adalah pendidikan seks untuk usia remaja atau hidup sehat, saya pikir kurikulum sebelumnya bisa menjadi rujukan. Karena kurikulum sebelumnya justru lebih membahas masalah substansial tentang pendidikan seks usia remaja ini. Dan yang lebih penting, kurikulum sebelumnya tidak mengajarkan pacaran.

Saya berharap buku PJOK kelas XI K-13 ini ditarik dari peredaran karena cukup meresahkan. Saya pikir, pemerintah harus lebih selektif memilih dan memilah materi ajar yang layak untuk dituliskan di dalam buku pegangan siswa. Jangan sampai kurikulum 2013 dengan tagline pendidikan berkarakter ini tercederai dengan hal-hal kecil yang tidak sesuai dengan substansi pembelajaran.

Semoga kurikulum kita lebih baik ke depannya. Semoga…

 

***
..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 09 Oktober 2014
17:05

Untuk lengkapnya, silakan memperhatikan Buku-Siswa-SMA-Kelas-11-Penjaskes-Semester-1 (2014).

Tagged: , ,

20 thoughts on “Menghindari Seks Bebas Koq Mengajarkan Pacaran

  1. Puji Lestari 10 Oktober 2014 pukul 10:51 AM Reply

    sebegitu parahnya kah negeri ini sehingga mereka-mereka yang terhormat duduk di Kemendikbud malah menghasilkan produk yang melemahkan generasi muda?
    ah, saya tidak habis pikir dengan logika yang mereka pakai

    ini hampir sama dengan larangan seks bebas dan menghindari HIV yang pernah dicanangkan oleh menteri kesehatan dengan bagi-bagi kondom di sekitar kampus UGM beberapa waktu yang lalu

    Suka

    • Lailatul Qadr 10 Oktober 2014 pukul 10:53 AM

      Ini jelas ghawzul fikr, mbak Puch… Negara kita sedang mendapat gempuran perang pemikiran dari berbagai pihak.

      Suka

  2. Vinda Filazara 10 Oktober 2014 pukul 9:29 AM Reply

    Pas baca postingan ini di timeline FB saya, saya juga kaget. Hanya bisa geleng-geleng kepala. Makin lama makin banyak yang aneh di dunia kita ini -__-

    Suka

    • Lailatul Qadr 10 Oktober 2014 pukul 10:14 AM

      Semoga bukunya ditarik dari peredaran..

      Suka

    • Vinda Filazara 10 Oktober 2014 pukul 3:25 PM

      Alhamdulillah, departemen agama sudah mulai merespon tangapan para khalayak sepertinya mbak🙂

      Suka

    • Lailatul Qadr 10 Oktober 2014 pukul 3:35 PM

      Alhamdulillaah…🙂

      Suka

  3. ochimkediri 10 Oktober 2014 pukul 9:04 AM Reply

    hadeeh tepok jidat tenan…piye karepe para penyusun buku kwi.

    Suka

    • Lailatul Qadr 10 Oktober 2014 pukul 9:06 AM

      Entahlah… Saya juga bingung. APakah buku ini disusun asal-asalan???

      Suka

  4. Abi Sabila 10 Oktober 2014 pukul 8:28 AM Reply

    semoga postingan ini membuka mata, hati dan telinga banyak pihak, terutama mereka yang berkaitan langsung dengan penerbitan buku ini, juga termasuk di dalamnya peredaran dan penggunaannya.

    Suka

  5. rangtalu 9 Oktober 2014 pukul 8:57 PM Reply

    wah paraah banget nih buku…

    Suka

    • Lailatul Qadr 9 Oktober 2014 pukul 9:04 PM

      Parah… Produk pemerintah kita.

      Suka

  6. JNYnita 9 Oktober 2014 pukul 7:55 PM Reply

    Iiiih… Kok begitu sih isinya.. Setuju sama mbak kalau pelajar ya belajar saja. Tentang interaksi antar jenis dibatasi dengan pertemanan saja, baru boleh mencari lawan jenis setelah siap mental dan finansial.. Kok jd spt di luar negeri ya?😦

    Suka

    • Lailatul Qadr 9 Oktober 2014 pukul 8:09 PM

      Hari ini, anak2 negeri ini butuh motivasi berprestasi, Mbak Nita. Materi ini jelas melemahkan daya kritis siswa/I kita…

      Suka

  7. ayanapunya 9 Oktober 2014 pukul 7:18 PM Reply

    mana modelnya ikhwan dan akhwat, yak. makin gimana gitu lihatnya

    Suka

    • Lailatul Qadr 9 Oktober 2014 pukul 7:43 PM

      JSIT pusat malah sudah menerbitkan surat pelarangan penggunaan buku ini di kalangan SMU/SMK yg tergabung dalam SIT, Mbak.

      Suka

    • ayanapunya 9 Oktober 2014 pukul 7:46 PM

      Semoga dinas pendidikan juga menyadari kekeliruan ini dan segera bertindak ya

      Suka

    • Lailatul Qadr 9 Oktober 2014 pukul 7:59 PM

      Semoga saja, mBak…

      Suka

  8. Iwan Yuliyanto 9 Oktober 2014 pukul 5:46 PM Reply

    Saya setuju dengan harapan, mbak Ino bahwa:
    BUKU INI HARUS DITARIK oleh Mendikbud!

    Sungguh absurd, menghindari seks bebas tapi melegalkan aktivitas yang mendekati zina alias seks bebas, apalagi ditengah-tengah derasnya serbuan pornografi.

    Bila sedari muda diajarkan yang beginian, wajar setelah dewasa mikirnya:
    “mending diajarin pacaran sehat, daripada ntar kecolongan berbuat zina”
    “mending lokalisasi zina, daripada zina nggak dilokalisasi”
    “mending nikah beda agama, daripada kumpul kebo”
    “mending ….., daripada…..”

    Fiqih “daripada” itu adalah hasil produk dari ghazwul fikiri. Insan produk ghazwul fikri kelihatannya sih Muslim tapi aqidahnya liberal, jauh dari nilai-nilai Islam. Hanya berpikir pragmatis, namun tidak mampu berpikir menyeluruh dan solutif.

    Suka

    • Lailatul Qadr 9 Oktober 2014 pukul 8:15 PM

      Ya… Karena saya sadar bahwa ini adalah bentuk ghawzul fikr, Pak… Maka saya berharap pihak yg memiliki otoritas terhadap peredaran buku PJOK ini mau dengan logowo untuk menarik peredarannya…

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Gelbo The Explorer

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: