[Diary Ibu Tiri] Belajar Menakar Kebutuhan


Mug Unik

“Mi, aku kekenyangan minum susu dari gelas yang itu,” ujarnya suatu hari.

“Lalu…?” tanyaku tetap melanjutkan pekerjaanku. Seolah tak menanggapi dengan serius apa yang baru saja diucapkannya.

“Ya… Besok aku minum susu dari gelas yang ini saja,” lanjutnya.

Aku melirik padanya, “Kenapa…? Gak mau yang besar ajha…? Kan lebih banyak…”

“Gak, Mi… Soalnya, aku gak mau kekenyangan. Nanti susah kalau mau jalan. Rasanya pengen muntah gitu…” jawabnya bersungguh-sungguh.

“Nah… Begitulah Nak… Makanya, setiap pagi Ummi membuatkan susu untuk kalian di gelas yang berbeda ukuran. Sengaja Ummi lakukan karena Ummi tahu bahwa isi perut kalian berbeda-beda. Kakak misalnya… tak cukup hanya dengan gelas yang kecil ini. Karena perut kakak lebih besar, tentu saja isinya juga lebih banyak.

Kalau adik yang diberi susu dengan gelas sebesar ini, pasti tidak akan habis. Kalau pun habis, adik pasti akan muntah. Karena adik masih kecil isi perutnya pun tidak banyak.”

“Hmm… begitu ya…”

“Iya… Begitulah manusia, Nak. Banyak manusia yang menjadi serakah karena keinginannya besar namun tak mampu menahan diri dan tak bisa mengukur diri. Akibatnya banyak kemubadziran dimana-mana. Padahal mubadzir itu temannya syaithan…

Meskipun kamu masih kecil, kamu harus bisa belajar bagaimana mengukur kebutuhan diri. Salah satu contohnya ya seperti tadi…” ujarku sambil mengusap kepalanya. Dia mengangguk… Saat itu, harapanku cuma 1, semoga dia mengerti arah pembicaraanku.

“Jadi… Nanti tidak perlu iri lagi ya… Kalau potongan ayam yang diambil kakak lebih besar dari potongan ayam yang kamu ambil. Gak perlu marah-marah lagi kalau bekal kakak lebih banyak daripada bekalmu. Gak perlu menangis meronta-ronta lagi, kalau minuman kakak 2 kali lebih besar daripada minuman kamu… Karena suatu saat nanti, kamu juga akan mencapai kebutuhan yang sama dengan kakakmu…” Aku pun kembali mengusap kepalanya.

“Nah… Jika suatu hari nanti kamu merasa bahwa kamu sudah cukup mampu untuk menghabiskan segelas susu dari gelas yang besar ini tanpa memuntahkannya, kamu bisa memintanya kepada Ummi. Ummi akan senang hati menggantinya untukmu dan memberikan yang sesuai dengan kebutuhanmu.”

***

Kini, aku jarang sekali menjumpai mereka bertengkar atau berebut makanan.

 

***
..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 10 Oktober 2014
14:58

 

Gambar Mug dari Sini

Tagged: , , , , ,

2 thoughts on “[Diary Ibu Tiri] Belajar Menakar Kebutuhan

  1. JNYnita 9 November 2014 pukul 12:08 AM Reply

    Waaah.. Jadi awalnya gelasnya sengaja dibuat sama untuk si kakak dan adik? Harus disimpen post-nya nih.. Buat dibaca2 lagi pas udah punya anak lebih dari satu.. Hihihi..

    Suka

    • Lailatul Qadr 15 November 2014 pukul 4:12 PM

      Bukan dibuat sama, malah sengaja dibikin berbeda. Tapi si Adik mencoba mengambil punya si Kakak. Akibatnya ya kekenyanyan.

      Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com