[Diary Ibu Tiri] Koq Ummi Tahu


Anak Laki-Laki

“Lagi naksir cewek, Kak…?” Tanyaku kepada lelaki berusia belasan tahun itu.

“Ah… Ummi…” Jawabnya malu-malu.

Aku membalas jawabannya itu dengan tersenyum simpul lalu kembali ke dapur berkutat dengan kompor gas dan panci serta makanan yang ada didalamnya.

Tak lama lelaki muda itu datang menghampiriku. Dia duduk di kursi makan di dapur.

“Koq Ummi tahu…?” Tanyanya tiba-tiba.

“Tahu apa…?” Jawabku balik bertanya. Pura-pura tak mengerti pertanyaan yang dia ajukan itu.

“Ya itu tadi. Tau kalau aku lagi naksir cewek.”

“Statusmu kemarin…”

“Di FB…. ?”

“Iya. ”

“Yeeee… Itu bukan buat cewek koq. ”

“Ah… Masaa… Kalau bukan buat cewek, lalu buat cowok, gitu…? Kakak normal kan..?” godaku sambil senyum simpul dan berkerling mata.

Dia tak menjawab.

“Dan lagi… Sekarang rambut Kakak selalu disisir. Pakai jel lagi… Cologne yang Ummi belikan beberapa bulan lalu, tiba-tiba cepat habis. Baju Kakak juga selalu rapi. Apalagi sekarang Kakak tidak lagi tertarik bermain Uno bersama kami.”

Dia terdiam…

“Dan… Parahnya… HP ternyata lebih menarik perhatian Kakak daripada bercanda dengan adik-adik. Apalagi namanya kalau bukan sedang jatuh cinta.” Aku tersenyum-senyum memandangnya.  “Siapa yang Kakak taksir… ?” Tanyaku sambil menyentuh hidung mancungnya.

“Teman, Mi…” akunya.

“Sekelas…?”

Dia mengangguk.

“Naksir doank kan…? Gak pacaran…?”

“Gak lah, Mi… Naksir doank…” kilahnya.

“Naksir cewek itu wajar, Kak… Artinya Kakak laki-laki normal. Tapi, kalau Kakak belum siap untuk menikah, ya jangan dekat-dekat terus sama dia.”

“Menikah…? Jauh amat, Mi… Aku kan masih SMP.”

“Lha… Ya i-ya… Kan kalau sudah bisa mencintai  seorang gadis ya sebaiknya menikahinya. Kalau gak bisa menikahinya, ya ditahan dulu… Jangan sampai terlalu dalam mencintai.

Cinta itu ibarat pohon, Kak… Semakin dipupuk akan semakin subur dan berkembang, ” lanjutku sambil duduk disampingnya mengaduk teh di dalam cangkir.

“Bagaimana memupuk cinta… ? Ya caranya seperti yang kami lakukan sekarang. Kamu nge-BBM dia, kamu nge-stalk akunnya, kamu balas chatnya di group, dan seterusnya. ”

“Ah… Ummi. Kan anak muda. ”

“Nah… Justru karena Kakak masih muda. Makanya… Jangan mikirin naksir cewek dulu. Yang seharusnya Kakak pikirkan sekarang adalah masa depan Kakak. Apalagi Kakak sudah kelas 9. Kakak harus fokus… Mau kemana nanti setelah lulus SMP, mau jadi seperti apa Kakak di masa yang akan datang, mau punya keahlian apa ketika Kakak nanti dewasa… Gapai cita-cita Kakak dimulai dari saat ini…” ceramahku sambil memegang bahunya.

“Naksir cewek itu… Buang-buang perasaan lho,” aku menekankan kata-kata terakhir itu.

“Ah… Ummi gak asik.” Katanya sambil lalu meninggalkanku sendiri terduduk di kursi.

***

Ah… Kini aku punya anak remaja saat usiaku baru 31. Time is go fast… Allah memberi percepatan yang luar biasa untukku. Aku harus banyak belajar tentang bagaimana cara memperlakukan remaja, mengajaknya bicara, becanda, dan bekerja sama. Semoga dia tak menjauhiku karena ceramahku tadi.

***

 

..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 11 Oktober 2014
07:00

Tagged: , , , ,

4 thoughts on “[Diary Ibu Tiri] Koq Ummi Tahu

  1. Prili 4 Desember 2014 pukul 6:27 PM Reply

    Setuju ama mbak Niprita….
    IMHO, salah nanggepin kebutuhan dia (curhat/cari kamus) bisa2 dia ogah curhat/nanya lagi ama kita lho.
    Kalo curhat kan butuhnya disediain telinga berhati.
    Kalo cari kamus/nanya ya spt kamus… Cm kasih tau yg dia butuh, gak mbleber2 jd ceramah😛
    Mungkin ckp diceritain/diiklanin aja akibat/ruginya pacaran/enaknya gak pacaran dulu.
    Soalnya… Aku sendiri pernah ngerasain sendiri gak enaknya dicermahin, padahal cm butuh curhat. Hehehe.

    Suka

    • Lailatul Qadr 5 Desember 2014 pukul 8:35 AM

      Makasih, Pril atas share nya…🙂

      Suka

  2. niprita 11 Oktober 2014 pukul 5:37 PM Reply

    Bunda… saran saya sebaiknya kalo ngasih nasehat ke anak SMP jangan langsung ‘tembak’ seperti itu. Soalnya saya sendiri dari kecil hingga sekarang nggak suka cerita dan bertukar pikiran sama orang yang suka nasehatin. Kebanyakan remaja lain juga kayak gitu sih. Hehehe. Secara psikologis juga kalimat-kalimat bernada larangan malah memancing pemberontakan. Alih-alih larangan, para psikolog sih nyaraninnya kalimat ajakan. Saya kira Bunda Fauzan juga udah tau kan😀

    Paling… numpang curcol pengalaman sendiri, saya sendiri juga punya prinsip ‘hindari-pacaran’ gitu dari SD. Yang ngebangun prinsip itu di diri saya itu kerabat saya. Beliau nggak pernah ngasih doktrin semacem ‘pacaran haram’ dsb, tapi beliau selalu nyediain novel-novel karya HTR atau Asma Nadia yang ada norma tentang hubungan antar-jenis remaja. Beliau juga menanggapi curhat saya dengan kalimat, “Menurut aku sih kamu harusnya ngelakuin ini, ngelakuin itu”, “Wah jangan gitu deh, soalnya kalo kamu gitu takutnya nanti kamu bakal blablabla”, “Kalo aku jadi kamu mah aku bakalan blablabla karena biar blablabla”. Jadi nggak berasa diceramahin…

    Cuma saran Bunda, semoga membantu. Semoga sukses dengan putra remajanya!😀

    Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: