Kebaikan Itu Menginduksi


Ah… Kawan… Kau bilang, guru-guru sekarang lebih sibuk dengan urusan administrasi ketimbang disibukkan dengan tugas utamanya sebagai pendidik.

Bagiku, itu ada benarnya… Hanya saja, urusan administrasi itu akan ada waktunya untuk ‘berhenti’ jika memang semua sistem (Kurikulum 2013) yang baru ini sudah berjalan sesuai dengan relnya. Kadang, yang membuat seorang guru merasa ribet dengan administrasi K13, bukan terletak pada kurikulumnya, tapi susahnya mengubah cara berfikir guru bahwa pendidikan tak hanya merambah masalah kognitif, tapi juga sikap dan keterampilan. Juga susahnya mengubah paradigma bahwa pendidikan harusnya berorientasi pada murid, bukan pada keahlian guru dalam mengajar.

Ah… Kawan… Kau bilang, guru-guru sekarang lebih sering meninggalkan murid-muridnya untuk urusan administrasi ketimbang membentuk kepribadian siswa/i-nya.

Bagiku, itu juga ada benarnya… Tapi, aku jadi berpikir… Kalau tugas guru dalam membentuk kepribadian siswa/i-nya hanya ketika dia hadir di kelas, rasanya itu terlalu naïf. Bukankah kepribadian lahir dari rentetan pengalaman? Jadi menurutku, ketika seorang guru menyadari bahwa kehadirannya di kelas berkurang karena harus mengurus administrasi keguruan, ada banyak hal yang bisa dia lakukan untuk tetap dapat membentuk kepribadian murid-muridnya.

Bagaimana caranya…? Ah… Kau lebih tahu jawabannya. Sebab aku, aku juga masih belajar apa yang harus aku lakukan ketika tak bisa hadir di kelas karena urusan ini dan itu. Tapi aku yakin, setiap guru memiliki sense of belonging kepada semua peserta didiknya. Sehingga dia tahu bagaimana cara membentuk kepribadian itu secara bertahap tidak hanya di kelas, tapi juga di jalan, di kantin sekolah, di Masjid, bahkan di Kamar Mandi.

Dan lagi, Kawan… Kau tahu… Seorang guru bisa memanfaatkan waktunya secara optimal saat dia bersama-sama dengan muridnya. Kata orang, yang menentukan itu, bukanlah kuantitas tapi kualitas. Dan lagi-lagi aku yakin… Setiap guru mampu melakukannya.

Terakhir… Kau tahu, Kawan…? Ketika seorang guru tak mampu memberikan waktu berkualitas kepada murid-muridnya, dia masih punya senjata terakhir berupa do’a. Ya… Do’a… Do’a agar murid-muridnya mendapatkan guru yang memiliki visi yang sama dengan dirinya dalam pendidikan, sehingga ketika dia di sekolah, di rumah, di jalan, dan dimanapun dia berada, kepribadiannya akan terbentuk dengan baik. Do’a agar murid-muridnya senantiasa mampu mengendalikan dirinya di tengah drama kehidupan yang sedemikian kompleksnya. Do’a agar murid-muridnya akan terus bersama dengan orang-orang yang memiliki kepribadian baik. Sebab… perilaku baik itu bukan warisan bukan pula turunan, namun perilaku baik itu hasil dari induksi perilaku baik di sekitarnya.

Ah… Kawan… Karena perilaku baik itu menginduksi, maka aku hanya berharap pada para pejabat publik (terutama kementrian pendidikan sekarang) agar mereka memiliki perilaku yang baik. Karena perilaku baik yang dicontohkan para pejabat publik, akan secara besar menginduksi masyarakat yang ada di sekitarnya.

***

..:: LaiQ ::..
Sidoarjo, 29 Oktober 2014
16:57

Terima kasih kawan, telah memberiku inspirasi

Tagged: , , , , , , , ,

8 thoughts on “Kebaikan Itu Menginduksi

  1. JNYnita 9 November 2014 pukul 12:05 AM Reply

    Entah kenapa guru itu identiknya jadul.. Tapi gak tau jaman skrg spt apa, apalagi di jaman yang teknologinya udah maju ini..
    Yang kurasa pas SMA, belajar banyak2 tapi gak tau aplikasinya.. Baru ngerasain bener2 belajar pas kuliah, setiap yang dipelajari pasti aplikatif..

    Suka

    • Lailatul Qadr 15 November 2014 pukul 4:11 PM

      hihi… saya jadul ya…? Gak papa lah… Toh, saya tak hanay memberikan materi pelajaran saja. Tapi juga aqidah yang lurus dan ahlaq yang benar. Semoga itu lebih aplikatif daripada Persamaan Garis Lurus.🙂

      Suka

  2. ochimkediri 30 Oktober 2014 pukul 6:06 AM Reply

    jadi inget dulu sebelum k13 bahkan sebelum ada sertifikasi,guru bener nyantai nggak disibukkan dgn administrasi…paling cuma nggarap nilai saja.

    Suka

    • Lailatul Qadr 30 Oktober 2014 pukul 2:46 PM

      Hehe… Iya. Tapi seneng sih, dengan urusan beginian. Karena otak Jadi berpikir terus. Gak gitu2 ajha.

      Suka

  3. bambangpriantono - From Indonesia For You 29 Oktober 2014 pukul 5:44 PM Reply

    Aku cuma iso ngomong..sep!
    Cuma aku sik rodo aras2en nek nulis bab pengalaman ngajar hehehehe.

    Suka

Monggo bagi yang ingin menambahkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The True Ideas

(Ideas...don't die!)

Asmadi Tsaqib

Belajar, Berusaha, dan Berdo'a . . .

Ana Khoiruroh

Sederhana itu indah

Arisan Kata

Jangan Pernah Berhenti Untuk Menghiasi Dunia Dengan Kata

catatanalia

Hidup Boleh Sekali Tetapi Sekali Hidup Harus Berarti

Sajak Demokrasi

Memaknai Hidup Sebelum Tertidur

NailahKhansa

what I want, will I get with my ability. And I would believe that

another stories.

There's nothing perfect

we are who we are

just enjoy your life

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Khachaunw

#JOHITZ #KITARAPOPO

Just A Little Girl

Yesterday History, Tomorrow Mystery

Muslim Forester

Konservasi tak sekedar perlindungan

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog

Berbagi Motivasi dan Inspirasi

Diary Hujan ™

karena hujan senantiasa mengajarkanku tentang arti cinta dan kehidupan...

shabrina si princess

Tempatku Berbagi Kisah...^_^

rindutanahbasah

Like a fool who will never see the truth, I will keep thinking something's gonna change

Nurita Putranti

eNPe berbagi pengetahuan dan pengalaman

MOERI ABDUH

corat-coret di dinding revolusi

Try 2B cool 'n smart...

Akin is speaking

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

Suka Roda Dua

Pecinta Roda Dua

Catatan Cinta Najma

Melangitkan Cinta.. Mendekap Cita.. Menggapai Syurga..

Ransel Reot

"Ransel dipunggung dan berpetualang!!!"

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Ika Wulandari (Gelbo)

My so *not* interesting journey

Noted

once upon a time...

Blogger Cilet-Cilet

cilet /cilét/ a, cilet-cilet a 1 tidak sungguh-sungguh; 2 pura- pura; 3 ecek-ecek: blogger ~; traveler ~

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Zaydan's Room

Great place to pour Creatives Ideas

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

J4uharry

Membayar cita-cita dengan jerih-payah yang pantas !!!

D Sukmana Adi

weekEndTraveller, Culinary, Lifestyle and Daily

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Catatan Keluarga Darmawan

....life is an adventure, never stop try and pray ....

RANISROOM

selamat datang di bilik cinta Rani

~*Catatan Perjalanan*~

Karena memori kita tak senantiasa ada di sana - menyimpan semuanya

expareto.wordpress.com/

A FREEDOM OF WRITING

Moel

catatan refleksi & pemikiran

ngopi saja

pura-pura blogging sambil ngopi

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

Secarik Motivasi Diri

Selalu ada hikmah di balik tulisan

Berbagi Kisah

Let's share and we have fun!

syifarahmp

My Passion In Life

Ghazwanie mind(ed)

sebuah catatan untuk ketiga anakku tersayang

Sekedar curhat

Tulisan curahan hati

Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda

Blog pindahan dari kopiradix dot multiply dot com

%d blogger menyukai ini: